Beranda Nasional 📰 Gerakan Rakyat Desak Usut Tuntas Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS...

📰 Gerakan Rakyat Desak Usut Tuntas Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

14
0
2. Aksi solidaritas masyarakat mendesak pengusutan tuntas kasus kekerasan terhadap aktivis di Jakarta.(Foto:Gerakan Rakyat faceboo/CN)

Jakarta, cimutnews.co.id – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, menuai kecaman keras dari berbagai elemen masyarakat. Gerakan Rakyat mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas pelaku dan dalang di balik serangan yang terjadi baru-baru ini, karena dinilai sebagai ancaman serius terhadap demokrasi dan kebebasan sipil di Indonesia.

🚨 Serangan terhadap Aktivis Dinilai Ancaman Demokrasi

Gerakan Rakyat menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap Andrie Yunus tidak hanya menyasar individu, tetapi juga merupakan bentuk teror terhadap suara kritis yang selama ini menjadi pilar demokrasi.

“Demokrasi tidak boleh dikalahkan oleh teror. Suara kritis harus dilindungi, bukan dibungkam,” tegas pernyataan Gerakan Rakyat.

Andrie Yunus diketahui merupakan Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), yang selama ini aktif menyuarakan kritik terhadap kebijakan negara serta membela korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

⚖️ Desakan Pengusutan Tuntas dan Transparan

Publik mendesak aparat kepolisian untuk segera mengungkap pelaku lapangan hingga aktor intelektual di balik serangan tersebut. Penanganan yang transparan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.

Gerakan Rakyat juga menilai, jika kasus ini tidak ditangani secara serius, maka akan membuka ruang bagi tindakan serupa terhadap aktivis lain di masa mendatang.

🕰️ Mengingatkan pada Pola Represi Masa Lalu

Peristiwa ini mengingatkan publik pada praktik represi di masa Orde Baru, ketika intimidasi dan kekerasan kerap digunakan untuk membungkam kritik terhadap pemerintah.

“Indonesia tidak boleh mundur ke pola tersebut. Demokrasi dibangun melalui perjuangan panjang agar warga dapat berbicara tanpa rasa takut,” lanjut pernyataan tersebut.

Serangan terhadap pembela HAM dinilai sebagai indikator kemunduran demokrasi jika tidak ditindak tegas oleh negara.

Baca juga  Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan bagi Polri di Hari Bhayangkara ke-79

📊 Bayang-Bayang Kasus Novel Baswedan

Kasus ini juga mengingatkan masyarakat pada penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan yang hingga kini dinilai belum sepenuhnya mengungkap aktor intelektual di baliknya.

Kegagalan mengungkap kasus serupa secara menyeluruh dikhawatirkan akan memperkuat budaya impunitas, di mana pelaku kekerasan terhadap aktivis tidak mendapatkan hukuman yang setimpal.

Perlindungan Aktivis dan Masa Depan Demokrasi

Gerakan Rakyat menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi setiap warga negara, terutama mereka yang memperjuangkan keadilan dan HAM.

“Ketika pembela HAM diserang, yang dipertaruhkan bukan hanya keselamatan individu, tetapi juga masa depan kebebasan sipil di Indonesia,” tutup pernyataan tersebut.

Masyarakat pun berharap aparat penegak hukum dapat bertindak cepat, profesional, dan transparan agar keadilan dapat ditegakkan serta kepercayaan publik tetap terjaga. (Timred/CN)

Sumber : Gerakan Rakyat Facebook