Beranda OKI Mandira Petani OKI Terima 142 Ton Benih Padi, Pemerintah Pastikan Pemulihan Sawah Pascabanjir...

Petani OKI Terima 142 Ton Benih Padi, Pemerintah Pastikan Pemulihan Sawah Pascabanjir Berjalan Cepat

68
0
Bupati OKI Muchendi meninjau lahan pertanian terdampak banjir di Kecamatan Lempuing. (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

OKI, cimutnews.co.id — Upaya memulihkan sektor pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, terus dilakukan pemerintah setelah banjir merendam ribuan hektare sawah. Sebagai langkah percepatan pemulihan, petani di OKI menerima 142.700kilogram benih padi bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Bantuan tersebut disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten OKI dan mulai diberikan kepada petani terdampak sejak Selasa (13/1/2025).

Bupati Ogan Komering Ilir, H. Muchendi, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan ketahanan pangan tetap terjaga, sekaligus mendukung percepatan pemulihan ekonomi petani pascabanjir.

“Bantuan benih ini adalah bukti hadirnya pemerintah pusat dan daerah. Kita berharap air cepat surut sehingga petani bisa segera menanam kembali,” kata Muchendi saat meninjau lokasi sawah yang terendam di Kecamatan Lempuing.

Ia juga menegaskan pentingnya pendampingan kepada petani. Dirinya meminta Dinas Pertanian OKI serta seluruh jajaran terkait untuk mendampingi petani mulai dari persiapan lahan hingga proses tanam ulang. Langkah ini penting agar produksi padi tetap terjaga meski masa tanam mengalami perlambatan akibat banjir.

6.000 Hektare Sawah Terdampak, Lempuing dan Lempuing Jaya Paling Parah

Data dari Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura OKI menunjukkan bahwa sekitar 6.000 hektare lahan sawah terdampak banjir pada awal tahun 2025. Empat kecamatan yang mengalami dampak paling besar yakni Lempuing, Lempuing Jaya, Jejawi, dan Air Sugihan. Dari jumlah tersebut, Lempuing dan Lempuing Jaya menjadi wilayah paling terdampak meski merupakan dua sentra produksi padi terbesar di Kabupaten OKI.

“Bantuan ini bukan sekadar dukungan moril, tetapi harapan nyata agar petani bangkit kembali demi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” tambah Bupati Muchendi.

Sebagian Wilayah Memiliki IP 200 hingga IP 300: Peluang Tanam Ulang Tetap Terbuka

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura OKI, Alexsander Bustomi, menjelaskan bahwa meski banjir sempat menghambat aktivitas pertanian, sebagian lahan yang terdampak sebelumnya telah mencapai Indeks Pertanaman (IP) 200, bahkan ada yang sudah mencapai IP 300. Kondisi tersebut membuat petani masih memiliki peluang untuk melakukan tanam ulang segera setelah lahan kembali kering.

Baca juga  Kecelakaan Beruntun Truk Fuso di Bener Meriah Diduga Rem Blong, 6 Kendaraan Rusak, Kerugian Capai Rp70 Juta

“Meski terjadi perlambatan masa tanam, kami berharap produksi tidak berkurang secara signifikan. Terutama di Lempuing, Lempuing Jaya, dan sebagian Air Sugihan yang sudah IP 200,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya melakukan percepatan pemulihan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Balai Proteksi Tanaman, penyuluh pertanian, hingga pemerintah desa.

Petani Sambut Baik Bantuan Benih: Meringankan Biaya dan Mempercepat Masa Tanam

Bagi petani, bantuan benih padi dari pemerintah ini menjadi angin segar setelah kerugian akibat banjir yang merendam sawah selama beberapa hari. Sumarno, petani dari Desa Sumber Makmur, Kecamatan Lempuing, mengaku sangat terbantu.

“Kalau tidak ada bantuan benih, kami harus keluar biaya lagi. Padahal panen sebelumnya gagal karena sawah terendam. Dengan benih ini, begitu sawah kering kami bisa langsung tanam,” ungkapnya.

Senada dengan itu, petani lain bernama Suyatno berharap agar pendampingan dari penyuluh pertanian tetap dilakukan secara intensif.

“Kami ingin tanam secepatnya supaya tidak terlalu tertinggal musim. Mohon pendampingan dari penyuluh terus berjalan,” ujarnya.

Bantuan Baru Cukup untuk Lempuing, Pemkab OKI Upayakan Tambahan Benih

Meski bantuan yang disalurkan mencapai lebih dari 142 ton, Alexsander mengatakan pendistribusian tersebut baru mencukupi kebutuhan petani di Kecamatan Lempuing. Karena itu, masih dibutuhkan tambahan benih untuk mendukung kebutuhan wilayah lain yang terdampak.

Pemerintah Kabupaten OKI saat ini tengah mengajukan permohonan tambahan benih melalui Cadangan Benih Nasional (CBN) Kementerian Pertanian serta mengidentifikasi sumber bantuan lainnya yang memungkinkan.

“Bantuan yang disalurkan saat ini tentu belum mencukupi seluruh kebutuhan. Selain itu terdapat mekanisme yang harus dilakukan dalam menentukan apakah lahan benar-benar dinyatakan gagal panen (puso) oleh petugas POPT. Setelah itu baru kita proses pengusulan bantuan lanjutan,” jelas Alexsander.

Baca juga  Bersujud ke Bumi, Berbisik ke Langit Meminta Hujan

Pemerintah Terus Dorong Akselerasi Pemulihan Pertanian

Pemkab OKI memastikan bahwa seluruh bantuan dan proses pendampingan akan terus berjalan hingga petani kembali beraktivitas normal. Komitmen ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan daerah, terutama di wilayah yang menjadi sentra produksi padi.

Dengan dukungan benih, pendampingan teknis, dan proses pemulihan yang terkoordinasi, pemerintah berharap produksi padi di OKI pada tahun 2025 tetap stabil dan tidak mengalami penurunan signifikan meski diterpa bencana. (Asep)