Beranda Banyuasin Program Pekarangan Pangan Bergizi di Banyuasin Dorong Swasembada dan Ketahanan Ekonomi Warga

Program Pekarangan Pangan Bergizi di Banyuasin Dorong Swasembada dan Ketahanan Ekonomi Warga

8
0
1. Bhabinkamtibmas memberikan sosialisasi pemanfaatan pekarangan kepada warga Desa Cinta Manis Baru, Banyuasin.(Foto:Noto/cimutnews.co.id)

BANYUASIN, cimutnews.co.id – Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) terus digencarkan di Kabupaten Banyuasin sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Ahad (29/3/2026) sekitar pukul 13.18 WIB di Desa Cinta Manis Baru, Kecamatan Air Kumbang.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Aipda Apri Haryono mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan mandiri. Program ini sejalan dengan kebijakan Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis rumah tangga.

Dorong Pemanfaatan Pekarangan Secara Produktif

Pendekatan Langsung ke Warga

Melalui pendekatan dialogis, Aipda Apri Haryono memberikan edukasi kepada warga terkait pentingnya pemanfaatan pekarangan rumah. Ia menekankan bahwa lahan sempit sekalipun dapat dioptimalkan untuk menanam sayuran, buah, hingga tanaman bernilai gizi tinggi.

Program ini menjadi bagian dari peran aktif Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mendukung agenda pembangunan nasional, tidak hanya dari sisi keamanan tetapi juga kesejahteraan masyarakat.

Fokus pada Kemandirian Pangan Keluarga

Pekarangan yang sebelumnya tidak produktif diarahkan menjadi sumber pangan alternatif. Dengan konsep sederhana, warga diajak untuk:

  • Menanam sayuran cepat panen seperti kangkung dan bayam
  • Memanfaatkan pot atau polybag untuk lahan terbatas
  • Mengelola hasil panen untuk konsumsi keluarga

Langkah ini dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada pasar sekaligus menekan pengeluaran rumah tangga.

Kronologi Kegiatan di Desa Cinta Manis Baru

Pelaksanaan di Lapangan

Kegiatan berlangsung pada siang hari dengan melibatkan masyarakat setempat. Dalam pelaksanaannya:

  • Waktu kegiatan: Ahad, 29 Maret 2026 pukul 13.18 WIB
  • Lokasi: Desa Cinta Manis Baru, Kecamatan Air Kumbang
  • Peserta: Warga desa dan aparat kepolisian setempat

Warga terlihat antusias mengikuti sosialisasi, terutama dalam memahami teknik dasar pemanfaatan lahan pekarangan.

Baca juga  Tour Wisata Bersama Keluarga Besar Ikatan Baraya Sunda IBS OKI SUMSEL

Respons Positif Masyarakat

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Warga menyambut baik program tersebut karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan sehari-hari.

Beberapa warga bahkan menyatakan kesiapan untuk mulai menanam dalam waktu dekat, terutama menjelang musim tanam yang dinilai masih optimal.

Dampak Nyata bagi Masyarakat Desa

Penguatan Ekonomi Rumah Tangga

Pemanfaatan pekarangan tidak hanya berdampak pada ketersediaan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Hasil panen berlebih berpotensi dijual, sehingga menambah penghasilan keluarga.

Dalam jangka panjang, pola ini dapat membentuk ekosistem ekonomi berbasis desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Ketahanan Pangan Berbasis Lokal

Program ini juga menjadi solusi konkret menghadapi potensi kenaikan harga bahan pangan. Dengan produksi mandiri, masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada distribusi dari luar daerah.

Hal ini sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan ketahanan pangan yang dimulai dari tingkat keluarga.

Peran Polri dalam Program Pembangunan Nasional

Lebih dari Sekadar Penjaga Keamanan

Kapolsek Air Kumbang menegaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas tidak hanya berfokus pada keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung program strategis pemerintah.

Keterlibatan aparat kepolisian dalam program seperti P2B menunjukkan transformasi peran Polri sebagai mitra masyarakat dalam pembangunan.

Konsistensi Program ke Depan

Kegiatan serupa direncanakan akan terus ditingkatkan dengan menjangkau lebih banyak desa. Pendekatan berbasis komunitas dinilai efektif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.

Strategi Mikro untuk Tantangan Makro

Program Pekarangan Pangan Bergizi mencerminkan pendekatan mikro terhadap persoalan makro, yakni ketahanan pangan nasional. Ketika setiap rumah tangga mampu memproduksi sebagian kebutuhan pangan, tekanan terhadap sistem distribusi nasional dapat berkurang.

Selain itu, pendekatan ini relatif murah dan mudah diterapkan dibandingkan program skala besar. Dengan memanfaatkan sumber daya yang sudah ada—yakni lahan pekarangan—efektivitas program menjadi lebih tinggi.

Baca juga  Polres Banyuasin Berbagi Takjil di Bulan Ramadan, Kapolres Ajak Mahasiswa dan OKP Perkuat Kepedulian Sosial

Potensi Transformasi Desa Mandiri

Jika dijalankan secara konsisten, program ini berpotensi mengubah pola konsumsi masyarakat desa dari konsumtif menjadi produktif. Desa tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen pangan skala kecil.

Transformasi ini dapat memperkuat ketahanan ekonomi lokal sekaligus mengurangi kesenjangan distribusi pangan antarwilayah.

Program Pekarangan Pangan Bergizi di Banyuasin menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak selalu bergantung pada proyek besar. Dengan keterlibatan masyarakat dan dukungan institusi seperti Kepolisian Negara Republik Indonesia, langkah kecil di tingkat desa justru dapat memberikan dampak signifikan bagi kemandirian nasional. Konsistensi dan pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar program ini tidak berhenti sebagai imbauan, melainkan menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here