Beranda OKI Mandira Internet Gotong Royong Telkomsel Hadirkan 4G di Kuripan OKI, Akhiri Blank Spot...

Internet Gotong Royong Telkomsel Hadirkan 4G di Kuripan OKI, Akhiri Blank Spot Bertahun-tahun

7
0
2. Warga Desa Kuripan kini dapat menikmati akses internet stabil setelah bertahun-tahun mengalami blank spot.(Foto:Asep/cimutnews.co.id)

OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id – Program internet gotong royong Telkomsel melalui BTS COMBAT resmi menghadirkan jaringan 4G di Desa Kuripan, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis (9/4). Kehadiran jaringan ini mengakhiri persoalan blank spot yang selama bertahun-tahun menghambat aktivitas warga.

Dengan aktifnya sinyal 4G, masyarakat kini dapat menikmati akses komunikasi yang stabil, mempercepat layanan publik, serta membuka peluang ekonomi digital di wilayah pedesaan yang sebelumnya terisolasi jaringan.

1. Tower BTS COMBAT Telkomsel berdiri di Desa Kuripan, OKI, menghadirkan sinyal 4G bagi warga.(Foto:Asep/cimutnews.co.id)

Blank Spot Bertahun-tahun Kini Teratasi

Kondisi minim jaringan sebelumnya menjadi kendala utama warga Desa Kuripan dalam berkomunikasi maupun mengakses informasi. Sinyal yang tidak stabil membuat aktivitas sehari-hari terganggu, termasuk pendidikan dan layanan administrasi.

Kepala Desa Kuripan, Yoni Yama, menyebut perubahan ini sebagai lompatan besar bagi desanya.
“Setelah kunjungan Bupati, tower COMBAT mulai beroperasi. Sekarang akses internet jauh lebih lancar,” ujarnya.

Warga Rasakan Dampak Langsung

Perubahan dirasakan langsung oleh masyarakat. Siti (34), warga setempat, mengaku kini tidak perlu lagi mencari titik tertentu hanya untuk mendapatkan sinyal.

  • Bisa melakukan video call dari rumah
  • Komunikasi keluarga lebih lancar
  • Akses informasi lebih cepat

“Dulu harus cari tempat tinggi atau keluar rumah. Sekarang dari rumah sudah bisa video call,” katanya.

Kolaborasi Pemerintah dan Telkomsel

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika OKI, Adi Yanto, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan Telkomsel melalui skema internet gotong royong.

Menurut dia, pendekatan ini memanfaatkan infrastruktur lokal untuk menekan biaya pembangunan jaringan.

Infrastruktur Lokal Jadi Solusi

Program ini menggunakan berbagai fasilitas yang sudah ada di desa, seperti:

  • Menara Wi-Fi desa
  • Gedung walet
  • Ruko
  • Menara masjid

“Dengan semangat gotong royong, kita bisa menghadirkan jaringan tanpa biaya besar, tapi tetap andal,” kata Adi.

Baca juga  Semarak! Pj Bupati OKI Apresiasi Festival Ramadan Karang Taruna Kayuagung

Sudah Menjangkau Delapan Desa di OKI

Berdasarkan data Dinas Kominfo OKI, hingga April 2026, program ini telah menjangkau sedikitnya delapan desa, antara lain:

  • Desa Balian (Mesuji Raya)
  • Karya Mukti (Mesuji)
  • Suka Mulya (Lempuing)
  • Pulau Geronggang (Pedamaran Timur)
  • Deling (Pangkalan Lampam)
  • Pemantang Bina Tani (Mesuji Makmur)

Di Kecamatan Teluk Gelam sendiri, selain Kuripan, jaringan juga telah hadir di Desa Panca Tunggal Benawa dan Sinar Harapan Mulya.

PENGEMBANGAN ISI

Dampak Nyata bagi Pendidikan dan Ekonomi

Akses internet yang stabil kini memungkinkan:

  • Pelajar mengikuti pembelajaran daring
  • Pelaku UMKM memasarkan produk secara digital
  • Aparatur desa meningkatkan layanan administrasi

Dalam jangka pendek, perubahan ini meningkatkan kualitas komunikasi dan efisiensi layanan. Dalam jangka panjang, desa berpotensi masuk dalam ekosistem ekonomi digital yang lebih luas.

Tren Nasional Penghapusan Blank Spot

Secara nasional, pemerintah melalui berbagai program mendorong penghapusan blank spot di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Model seperti BTS COMBAT menjadi solusi cepat dibanding pembangunan tower permanen yang membutuhkan biaya besar dan waktu lama.

Di Sumatera Selatan sendiri, masih terdapat sejumlah wilayah pedesaan yang menghadapi tantangan serupa, terutama di daerah rawa dan akses terbatas seperti OKI.

Solusi Cepat vs Infrastruktur Permanen

Pendekatan BTS COMBAT terbukti efektif sebagai solusi jangka pendek. Dengan memanfaatkan infrastruktur lokal, jaringan dapat dihadirkan lebih cepat tanpa menunggu pembangunan tower permanen.

Namun, tantangan berikutnya adalah keberlanjutan kualitas jaringan. Infrastruktur sementara perlu ditingkatkan menjadi permanen agar kapasitas dan stabilitas tetap terjaga, terutama jika trafik data meningkat seiring pertumbuhan pengguna.

Dalam konteks ini, kolaborasi antara pemerintah daerah dan operator menjadi kunci. Tanpa investasi lanjutan, risiko penurunan kualitas layanan bisa terjadi.

Baca juga  Gandeng Swasta, Bupati OKI Hadirkan Air Bersih Bagi Warga Air Sugihan

Internet Desa Jadi Fondasi Transformasi Sosial

Kasus Desa Kuripan menunjukkan bahwa akses internet bukan sekadar soal komunikasi, tetapi fondasi transformasi sosial. Ketika konektivitas hadir, perubahan terjadi secara berlapis—dari pendidikan, ekonomi, hingga pola interaksi masyarakat.

Fenomena ini juga menegaskan bahwa kesenjangan digital di pedesaan dapat dipersempit dengan pendekatan kolaboratif, bukan semata proyek besar berbiaya tinggi.

Informasi dalam artikel ini berdasarkan keterangan resmi Kepala Desa Kuripan, Dinas Kominfo OKI, serta testimoni warga setempat yang merasakan langsung dampak program.

Hadirnya program internet gotong royong Telkomsel di Desa Kuripan menjadi bukti bahwa kolaborasi dapat mempercepat pemerataan akses digital. Ke depan, penguatan infrastruktur permanen menjadi langkah penting agar manfaat jaringan 4G tetap berkelanjutan dan mampu mendorong kemajuan desa secara menyeluruh (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here