Beranda Palembang Revitalisasi Pasar Pempek Digencarkan, Kondisi Lapangan Masih Dipertanyakan

Revitalisasi Pasar Pempek Digencarkan, Kondisi Lapangan Masih Dipertanyakan

14
0
Kondisi Pasar Pempek 26 Ilir yang menjadi fokus revitalisasi Pemkot Palembang.(Foto:Timred/CN)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Program penataan kawasan kuliner kembali digulirkan.
Pasar Pempek di Palembang menjadi fokus revitalisasi besar-besaran.

Namun di tengah rencana ambisius tersebut, kondisi di lapangan justru memunculkan pertanyaan.
Benarkah kawasan ini sudah siap menjadi destinasi unggulan?

Pemerintah Kota Palembang tengah melakukan revitalisasi kawasan Pasar 26 Ilir atau yang dikenal sebagai Pasar Pempek.

Program ini digarap bersama Bank Indonesia sebagai bagian dari penguatan identitas kota wisata kuliner.

Sejumlah rencana disiapkan, mulai dari pembenahan fasad, pembangunan gerbang kawasan, hingga perbaikan jalur pedestrian.

Penataan juga menyasar aspek kebersihan, termasuk pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) agar lebih higienis.

Pemerintah menyebut revitalisasi ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing wisata kuliner Palembang.

Program ini juga terintegrasi dengan konsep Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) yang bertujuan menciptakan ekosistem kuliner berkualitas.

“Kawasan ini harus tertata rapi, bersih, dan nyaman agar pengunjung kembali datang,” ujar perwakilan pemerintah.

Sinergi lintas sektor disebut menjadi kunci agar program tidak berjalan setengah-setengah.

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa tantangan di kawasan Pasar 26 Ilir belum sepenuhnya teratasi.

Berdasarkan temuan di lapangan, kondisi kebersihan dan penataan masih terlihat belum merata di beberapa titik.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan oleh pengunjung yang mengaku masih menemukan area yang semrawut, terutama pada jam-jam ramai.

Sejumlah warga mengaku persoalan klasik seperti sampah dan kepadatan belum sepenuhnya tertangani.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah revitalisasi ini akan menyentuh akar masalah, atau hanya fokus pada tampilan luar?

Seorang pengunjung mengatakan bahwa Pasar Pempek memang ramai, namun kenyamanan belum sepenuhnya terasa.

“Kalau sudah padat, jalannya sempit dan agak sulit bergerak,” ujarnya.

Baca juga  Museum Gua Harimau Segera Diresmikan Menteri Kebudayaan: Ikon Baru Arkeologi dan Edukasi Digital di Sumatera Selatan

Pedagang juga menyambut baik rencana penataan, tetapi berharap pelaksanaannya tidak mengganggu aktivitas usaha mereka.

Sejumlah warga mengaku perubahan memang diperlukan, namun harus dilakukan secara konsisten, bukan hanya saat awal program berjalan.

Revitalisasi kawasan kuliner bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal manajemen ruang dan perilaku pengguna.

Diduga, tantangan utama terletak pada pengelolaan berkelanjutan, kesadaran pedagang, serta pengawasan yang konsisten.

Tanpa pendekatan menyeluruh, program berpotensi hanya menghasilkan perubahan visual tanpa dampak signifikan.

Hingga kini, belum semua elemen kawasan menunjukkan kesiapan menuju standar destinasi kuliner unggulan.

Revitalisasi Pasar Pempek menjadi harapan baru bagi wajah wisata kuliner Palembang.

Namun realita di lapangan masih menunjukkan adanya celah yang perlu dibenahi.

Apakah penataan ini akan benar-benar membawa perubahan nyata, atau hanya menjadi proyek jangka pendek?

Jawabannya masih ditunggu. (Timred/CN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here