
PALEMBANG, cimutnews.co.id — Organisasi pelajar berbasis keagamaan terus didorong mengambil peran lebih besar di tengah perubahan sosial generasi muda saat ini. Namun di balik semangat penguatan organisasi, tantangan kaderisasi hingga menjaga pelajar tetap fokus pada pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai.
Hal itu mengemuka saat Wali Kota Palembang Ratu Dewa menerima audiensi Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Palembang di Rumah Dinas Wali Kota, Jumat (29/5/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana Konferensi Cabang (Konfercab) dan Seminar Nasional Sejarah NU yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juni mendatang.
Ketua PC IPNU Kota Palembang, Muhammad Arief Rizky, mengatakan agenda tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial organisasi, tetapi juga upaya memperkenalkan sejarah Nahdlatul Ulama kepada kalangan pelajar di Palembang.
Menurutnya, generasi muda saat ini mulai membutuhkan ruang pembelajaran yang tidak hanya akademis, tetapi juga penguatan identitas organisasi dan nilai kebangsaan.
“Kami akan melaksanakan Konfercab dan Seminar Nasional Sejarah NU. Tujuannya agar para pelajar di Kota Palembang lebih mengetahui sejarah NU di Kota Palembang,” ujarnya.
Dalam audiensi itu, IPNU juga meminta dukungan fasilitas berupa penggunaan aula Rumah Dinas Wali Kota untuk pelaksanaan seminar nasional.
Ratu Dewa sendiri menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai organisasi pelajar seperti IPNU masih memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda, terutama di tengah tantangan pergaulan digital dan menurunnya minat sebagian pelajar terhadap organisasi berbasis kaderisasi.
Namun fakta di lapangan menunjukkan, tidak sedikit organisasi pelajar yang belakangan kesulitan melakukan regenerasi anggota secara aktif. Sejumlah pengurus organisasi kepemudaan di Palembang mengaku minat pelajar untuk aktif berorganisasi mulai tergerus oleh aktivitas digital dan tekanan akademik.
Kondisi itu juga disinggung langsung oleh Ratu Dewa. Ia meminta IPNU memperkuat konsolidasi internal hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) dan memperluas perekrutan kader baru agar organisasi tidak kehilangan regenerasi.
“Ke depan harus lebih masif lagi dalam menambah anggota. Penerimaan anggota harus lebih digarap agar organisasi ini semakin kuat dan lebih diperhitungkan,” kata Ratu Dewa.
Di sisi lain, dinamika organisasi pelajar juga kerap diwarnai persaingan internal menjelang pergantian kepengurusan. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan organisasi muda dalam menjaga soliditas di tengah proses demokrasi internal yang semakin kompetitif.
Karena itu, Wali Kota Palembang mengingatkan agar pelaksanaan Konfercab tidak menimbulkan konflik antarkader.
“Konfercab rembukkan dengan baik-baik, jangan sampai gontok-gontokan. IPNU harus tetap menjunjung tinggi arahan para kiai,” pesannya.
Sejumlah pengamat pendidikan menilai organisasi pelajar sebenarnya masih memiliki peluang besar berkembang apabila mampu menyesuaikan pola kaderisasi dengan karakter generasi muda saat ini. Pendekatan digital, program kreatif, hingga ruang diskusi yang lebih terbuka dinilai menjadi faktor penting agar organisasi tetap relevan.
Namun hingga kini, belum semua organisasi pelajar mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut. Sebagian masih dinilai berjalan formal dan belum sepenuhnya menarik minat pelajar perkotaan.
Ratu Dewa juga mengingatkan agar aktivitas organisasi tidak membuat pelajar mengabaikan pendidikan formal. Menurutnya, keseimbangan antara organisasi dan akademik menjadi tantangan penting yang harus dijaga.
“Jangan terlena dengan organisasi. IPK harus tetap bagus dan pendidikan harus diselesaikan dengan baik,” tandasnya.
Hingga kini, penguatan organisasi pelajar berbasis keagamaan masih menjadi tantangan tersendiri di tengah perubahan pola pergaulan generasi muda. Apakah kaderisasi yang digaungkan benar-benar mampu melahirkan generasi baru yang aktif dan berpengaruh, atau justru hanya berhenti pada agenda seremonial tahunan?
Informasi dihimpun dari keterangan resmi Pemerintah Kota Palembang dan hasil penelusuran lapangan. (Poerba)

















