
MUARA SUGIHAN, cimutnews.co.id – Bupati Banyuasin Askolani kembali melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, usai meninjau panen dan kawasan perkebunan jagung, dengan agenda utama menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menghadiri kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan X Banyuasin, Muhammad Syarif Hidayatullah Askolani Putra, SH.
Kunjungan yang dipusatkan di Kantor Camat Muara Sugihan itu menjadi momentum mempertemukan pemerintah daerah, legislatif, serta masyarakat untuk membahas berbagai kebutuhan pembangunan. Persoalan infrastruktur jalan hingga penguatan ekonomi desa menjadi isu yang paling banyak disampaikan warga.
Muara Sugihan Dinilai Strategis sebagai Sentra Produksi Padi
Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH., MH mengatakan, kunjungannya ke Muara Sugihan merupakan yang ketiga kalinya. Menurutnya, daerah tersebut memiliki posisi strategis sebagai salah satu lumbung pangan Kabupaten Banyuasin dengan potensi produksi padi yang cukup besar.
Karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diketahui secara langsung sehingga solusi yang disiapkan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kita berkumpul membahas berbagai persoalan di Muara Sugihan sekaligus menghadiri reses anggota DPRD Sumatera Selatan. Kesempatan ini harus dimanfaatkan untuk menyampaikan seluruh kebutuhan masyarakat agar dapat menjadi bagian dari program pembangunan daerah,” ujar Askolani.
Kepala Desa Diminta Berinovasi Tingkatkan Pendapatan
Dalam arahannya, Askolani juga mengingatkan seluruh kepala desa di Kecamatan Muara Sugihan agar tidak hanya mengandalkan Dana Desa sebagai sumber pembiayaan pembangunan.
Ia mendorong pemerintah desa menciptakan berbagai inovasi ekonomi yang mampu menghasilkan pendapatan asli desa sehingga pembangunan dapat berjalan lebih berkelanjutan.
Menurutnya, desa yang memiliki sumber pendapatan mandiri akan lebih leluasa mengembangkan pelayanan publik, memperkuat pemberdayaan masyarakat, hingga meningkatkan kualitas infrastruktur lokal.
Reses DPRD Sumsel Fokus Menyerap Kebutuhan Masyarakat
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Dapil X Banyuasin, Muhammad Syarif Hidayatullah Askolani Putra, SH atau yang akrab disapa Bung Ari, menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan sarana konstitusional untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat.
Berbagai usulan yang diterima, kata dia, akan dihimpun sebagai bahan penyusunan pokok-pokok pikiran DPRD dan dibahas bersama pemerintah daerah sesuai skala prioritas pembangunan.
“Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga berbagai kendala yang dihadapi desa akan kami perjuangkan melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah,” katanya.
Infrastruktur Jalan Menjadi Aspirasi Dominan
Mewakili Camat Muara Sugihan, Sekretaris Camat Muara Sugihan Nyamirin, SP., M.Si menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Bupati Banyuasin beserta jajaran pemerintah daerah.
Menurutnya, kebutuhan paling mendesak yang selama ini disampaikan masyarakat adalah peningkatan kualitas infrastruktur jalan yang menjadi akses utama mobilitas warga maupun distribusi hasil pertanian.
Ia berharap sinergi antara pemerintah kabupaten dan DPRD Provinsi Sumatera Selatan dapat mempercepat realisasi pembangunan jalan sehingga aktivitas ekonomi masyarakat semakin lancar.
Infrastruktur Menjadi Faktor Penting Penguatan Kawasan Pertanian
Kondisi jalan yang baik memiliki peran penting bagi wilayah pertanian seperti Muara Sugihan. Selain mempercepat distribusi hasil panen menuju pasar, infrastruktur yang memadai juga mampu menekan biaya logistik yang selama ini menjadi salah satu tantangan petani.
Berbagai kajian pembangunan menunjukkan bahwa peningkatan konektivitas kawasan produksi pertanian berkontribusi terhadap efisiensi rantai pasok, meningkatkan daya saing komoditas, sekaligus membuka peluang investasi di sektor pertanian dan pedesaan.
Aspirasi Masyarakat Menjadi Dasar Perencanaan Pembangunan
Kegiatan reses yang dipadukan dengan kunjungan kerja pemerintah daerah dinilai memberikan ruang dialog yang lebih efektif antara masyarakat dengan para pengambil kebijakan.
Melalui mekanisme tersebut, berbagai usulan yang berkembang tidak hanya berhenti sebagai aspirasi, tetapi memiliki peluang masuk ke dalam proses perencanaan pembangunan daerah, baik melalui APBD Kabupaten Banyuasin maupun dukungan anggaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Kolaborasi Eksekutif dan Legislatif Percepat Penyelesaian Persoalan Daerah
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan anggota DPRD menjadi salah satu pendekatan yang semakin penting dalam pembangunan daerah. Kehadiran kedua unsur pemerintahan dalam satu forum memungkinkan sinkronisasi kebutuhan masyarakat dengan proses penganggaran yang selama ini sering berjalan terpisah.
Dalam jangka pendek, hasil reses dapat menjadi dasar penyusunan prioritas pembangunan tahun anggaran berikutnya. Sementara dalam jangka panjang, pola komunikasi yang terbuka seperti ini berpotensi meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran karena program yang disusun lebih sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat. (Noto)

















