
Aceh Tengah, cimutnews.co.id – Suasana hangat dan penuh semangat berbagi terlihat di Jalan Lebe Kader, tepat di depan Mapolres Aceh Tengah, Sabtu (28/2/2026) sore. Ratusan paket takjil dibagikan oleh siswa TK Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Aceh Tengah kepada masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
Kegiatan ini melibatkan langsung anak-anak didampingi dewan guru dan pengurus yayasan. Mereka tampak antusias menyapa pengguna jalan, mulai dari pengendara sepeda motor, pengemudi becak motor, hingga pejalan kaki yang melintas di lokasi kegiatan.
Kegiatan berbagi takjil di bulan Ramadan sejalan dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang saat ini menjadi fokus dalam sistem pendidikan nasional. Pemerintah mendorong penguatan profil pelajar Pancasila, termasuk nilai gotong royong, empati, dan kepedulian sosial.
Selain itu, kegiatan sosial berbasis pendidikan seperti ini juga mendukung program penguatan pendidikan karakter (PPK) yang menekankan pentingnya pembelajaran tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga melalui praktik langsung di lingkungan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, lembaga pendidikan usia dini memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi moral dan sosial generasi muda sejak dini.
Dalam kegiatan ini, tercatat sebanyak 250 paket takjil dibagikan kepada masyarakat di wilayah Aceh Tengah. Paket tersebut berisi makanan dan minuman ringan untuk berbuka puasa.
Kegiatan dipusatkan di kawasan strategis depan Mapolres Aceh Tengah, yang menjadi jalur lalu lintas aktif masyarakat menjelang waktu berbuka, sehingga distribusi takjil dinilai tepat sasaran.
Kegiatan dipimpin oleh Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Tengah Ny. Vifa Taufiq yang diwakili Ketua Badan Usaha YKB Yayuk Misbah, didampingi Ketua Bidang Sosial YKB Ny. Ulan Amnizar, Kepala Sekolah TK YKB Maria Ulfa, serta jajaran pengurus dan guru.
Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Tengah Ny. Vifa Taufiq melalui perwakilannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai edukatif yang kuat.
“Takjil yang dibagikan ini merupakan sedekah dari anak-anak TK serta partisipasi para pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Aceh Tengah. Kami ingin menanamkan nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada anak-anak sejak usia dini,” ujarnya.
Aksi berbagi takjil oleh TK Bhayangkari Aceh Tengah tidak hanya sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bagian dari metode pembelajaran kontekstual. Anak-anak diajak terlibat langsung dalam aktivitas berbagi, sehingga nilai empati tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dipraktikkan.
Kegiatan ini juga memperlihatkan sinergi antara lembaga pendidikan, organisasi Bhayangkari, dan masyarakat. Dalam perspektif sosial, kegiatan seperti ini dapat memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dan lingkungan sekitar.
Selain itu, momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai sarana pembentukan karakter, di mana nilai-nilai keikhlasan, kebersamaan, dan kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
Secara tidak langsung, kegiatan ini juga membantu masyarakat yang sedang dalam perjalanan agar dapat berbuka puasa tepat waktu, terutama bagi mereka yang belum sempat menyiapkan makanan.
Pihak Yayasan Kemala Bhayangkari Aceh Tengah berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya pada momen Ramadan, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial lainnya.
Masyarakat juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat berbagi dan saling peduli, terutama di tengah kondisi sosial yang dinamis.
Selain itu, lembaga pendidikan lain diharapkan dapat menjadikan kegiatan ini sebagai inspirasi dalam mengintegrasikan pendidikan karakter dengan aksi nyata di lapangan.
Kegiatan ini berlangsung tertib, aman, dan mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan sesuai dengan nilai sosial dan norma yang berlaku, tanpa mengganggu ketertiban umum.
Informasi yang disajikan berdasarkan keterangan resmi dari pihak penyelenggara dan hasil pemantauan di lapangan. Kegiatan berbagi ini menjadi contoh positif peran pendidikan dalam membentuk generasi yang peduli dan berempati.
Ke depan, sinergi antara lembaga pendidikan, organisasi sosial, dan masyarakat diharapkan terus terjalin untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan berkeadaban. (Adis)













