
MUBA, cimutnews.co.id — Dunia politik Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tengah berduka. Kabar kepergian Nyadiyanto, Anggota DPRD Muba dari Fraksi PDI Perjuangan, menjadi pukulan berat bagi kolega, konstituen, hingga masyarakat luas yang mengenalnya sebagai sosok wakil rakyat yang bekerja dengan hati.
Almarhum dikabarkan meninggal dunia pada Jumat, 2 Januari 2026 di RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.
Kabar duka tersebut dengan cepat menyebar di berbagai grup percakapan dan media sosial. Salah satu pesan duka yang beredar di Grup WhatsApp Alumni SMP Negeri 3 Sungai Lilin berbunyi:
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, telah meninggal dunia Bapak Nyadiyanto SH di RS Palembang.”
Pesan singkat itu menjadi awal tersebarnya informasi wafatnya almarhum yang kemudian dikonfirmasi oleh sejumlah pihak dekat keluarga dan rekan sejawat.
Politisi Senior yang Dekat dengan Warga
Nyadiyanto dikenal sebagai politisi senior PDI Perjuangan yang berasal dari Desa Bumi Kencana (C4), Kecamatan Sungai Lilin. Selama bertahun-tahun, ia menjadi figur yang melekat di hati masyarakat karena kedekatannya dengan warga di daerah pemilihannya.
Sebagai legislator, ia dikenal responsif, mudah ditemui, dan aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat Sungai Lilin, Keluang, serta wilayah sekitarnya.
Pada Pemilu 2024, Nyadiyanto kembali terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Muba. Raihan suara tersebut menunjukkan kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap dirinya. Banyak warga menilai Nyadiyanto sebagai sosok “wakil rakyat sejati” yang tidak hanya hadir saat kampanye, tetapi juga kerap turun langsung menyapa masyarakat, mendengar keluhan, dan menindaklanjuti berbagai kebutuhan dasar warga.
Duka Mendalam dari Berbagai Kalangan
Kepergian Nyadiyanto meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar, tetapi juga bagi rekan-rekan sesama anggota DPRD, kader PDI Perjuangan, tokoh masyarakat, hingga warga yang pernah berinteraksi dengannya.
Sejumlah kolega di DPRD Muba menyampaikan belasungkawa dan kenangan tentang sosok almarhum. Banyak yang menilai Nyadiyanto sebagai pribadi yang hangat, mudah bergaul, tegas saat memperjuangkan kepentingan masyarakat, dan memiliki integritas sebagai seorang legislator.
Di media sosial, ucapan duka mengalir tanpa henti. Beberapa warga menuliskan doa terbaik, sementara yang lain berbagi cerita tentang kepeduliannya, mulai dari membantu pembangunan fasilitas umum, menyalurkan bantuan sosial, hingga memperjuangkan kebutuhan kelompok tani dan pelaku UMKM.
Salah satu warga Sungai Lilin menulis,
“Pak Nyadi pasti selalu kami kenang. Beliau orang baik, sering turun langsung tanpa protokoler. Semoga husnul khatimah.”
Belum Ada Keterangan Resmi Penyebab Wafat
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi terkait penyebab meninggalnya almarhum. Pihak keluarga masih fokus dalam proses pemulangan jenazah dan persiapan pemakaman. Meski demikian, masyarakat tetap berharap informasi resmi dapat disampaikan agar tidak menimbulkan spekulasi.
Sementara itu, RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang belum memberikan keterangan detail terkait kondisi medis almarhum sebelum wafat. Redaksi tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menghormati privasi keluarga.
Jejak Pengabdian untuk Musi Banyuasin
Bagi DPRD Kabupaten Musi Banyuasin, kepergian Nyadiyanto adalah kehilangan besar. Selama menjabat, ia tercatat aktif dalam berbagai pembahasan penting, mulai dari pengawasan anggaran, pembangunan infrastruktur, hingga pelayanan dasar masyarakat. Di Fraksi PDI Perjuangan, ia dikenal sebagai kader pekerja keras yang konsisten menjaga marwah partai dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil.
Konstituennya pun mengenang almarhum sebagai sosok yang selalu membawa isu-isu kebutuhan rakyat ke meja pembahasan DPRD. Dedikasi itulah yang membuatnya dihormati, tidak hanya oleh pendukung, tetapi juga oleh lawan politiknya.
“Kepergian almarhum menjadi pengingat bahwa seorang wakil rakyat sejati adalah mereka yang mengabdikan hidupnya untuk masyarakat,” kata salah satu rekannya di dewan.
Doa dan Harapan untuk Almarhum
Suasana duka menyelimuti banyak pihak. Banyak warga yang mengirimkan doa, berharap Nyadiyanto mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Tidak sedikit pula yang mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi ujian ini.
Komunitas, tokoh adat, hingga organisasi masyarakat di Sungai Lilin dan sekitarnya berencana menggelar doa bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi almarhum.
Mengakhiri Pengabdian dengan Kehormatan
Kepergian Nyadiyanto meninggalkan pesan kuat tentang pentingnya ketulusan dalam mengemban amanah publik. Hidupnya adalah perjalanan panjang seorang politisi akar rumput yang terus bekerja untuk masyarakat, bahkan hingga akhir hayatnya.
Masyarakat Musi Banyuasin kini berduka, tetapi sekaligus mengenang jejak pengabdian seorang putra daerah yang sepenuh hati mencintai wilayahnya. (Noto)


















