
JAKARTA, cimutnews.co.id – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 2,36 juta kendaraan telah kembali ke wilayah Jabotabek selama periode arus balik Idulfitri 1447H/2026 hingga 26 Maret 2026.
Data tersebut dihimpun dari empat gerbang tol utama dan menunjukkan pola arus balik yang tidak terpusat, melainkan tersebar sejak puncak pergerakan pada 24 Maret 2026.
🧱 Data Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Tersebar
📊 Tren Lalu Lintas Pasca Puncak Arus Balik
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa puncak arus balik terjadi pada 24 Maret 2026 dengan volume mencapai 256.338 kendaraan.
Setelah itu, pergerakan kendaraan menunjukkan tren menurun namun tetap tinggi:
- 25 Maret 2026: 206.243 kendaraan
- 26 Maret 2026: 192.122 kendaraan
Volume tersebut merupakan akumulasi dari empat gerbang tol utama:
- GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa)
- GT Kalihurip Utama & Japek II Selatan (arah Bandung)
- GT Cikupa (arah Merak)
- GT Ciawi (arah Puncak)
📍 Persentase Kendaraan Kembali ke Jakarta
Secara kumulatif, jumlah kendaraan yang kembali ke Jabotabek telah mencapai 69,45% dari total proyeksi 3,39 juta kendaraan selama arus balik Lebaran 2026.
“Sebanyak 2,36 juta kendaraan sudah kembali ke Jakarta. Pergerakan ini cenderung tersebar, tidak menumpuk di satu waktu,” ujar Rivan dalam konferensi pers, Sabtu (28/3/2026).
🚗 Potensi Lonjakan Akhir Pekan dan Dampaknya
Prediksi Peningkatan Arus Balik
Jasa Marga memproyeksikan lonjakan kendaraan masih akan terjadi pada periode akhir pekan, khususnya 28–29 Maret 2026.
Kondisi ini berpotensi memicu kepadatan di sejumlah ruas tol, terutama di titik-titik strategis seperti:
- Akses masuk Jabotabek
- Rest area dengan kapasitas terbatas
- Titik pertemuan arus kendaraan
Dampak Kepadatan bagi Pengguna Jalan
Tingginya volume kendaraan juga berdampak pada meningkatnya aktivitas di rest area, yang kerap menyebabkan antrean panjang dan keterbatasan fasilitas.
Jasa Marga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan selama periode padat tersebut.
Strategi Antisipasi dan Teknologi Pendukung
Pemanfaatan Aplikasi Travoy
Untuk membantu pengguna jalan, Jasa Marga mendorong pemanfaatan aplikasi Travoy sebagai asisten perjalanan digital.
Fitur utama yang dapat dimanfaatkan antara lain:
- Informasi lalu lintas real-time
- Lokasi dan kapasitas rest area
- Ketersediaan SPBU dan SPKLU
- Rekomendasi perjalanan yang efisien
“Pengguna jalan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih matang dan menghindari rest area yang penuh,” jelas Rivan.
Imbauan Keselamatan Berkendara
Selain itu, pengguna jalan diimbau untuk tetap disiplin, terutama saat melintasi jalur dengan rekayasa lalu lintas seperti sistem one way.
Beberapa aturan penting yang ditekankan:
- Tidak menggunakan bahu jalan untuk mendahului
- Tetap berada di lajur sesuai kecepatan
- Mengutamakan keselamatan dibanding kecepatan
Pola Arus Balik Lebih Terkontrol
Pola arus balik Lebaran 2026 menunjukkan perubahan dibanding tahun-tahun sebelumnya, di mana lonjakan kendaraan tidak terpusat pada satu hari tertentu.
Distribusi lalu lintas yang lebih merata ini dinilai sebagai dampak dari:
- Kebijakan rekayasa lalu lintas yang lebih adaptif
- Peningkatan informasi digital bagi pengguna jalan
- Kesadaran masyarakat dalam mengatur waktu perjalanan
Namun demikian, potensi kepadatan tetap tinggi pada akhir pekan, sehingga koordinasi antarinstansi seperti Kepolisian dan Kementerian Perhubungan tetap menjadi kunci (Timred/CN)
Sumber : Humas Jasa Marga


















