
TAKENGON, cimutnews.co.id — Dalam upaya mempererat kemanunggalan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan masyarakat, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 03/Pegasing, Kodim 0106/Aceh Tengah, Serda Sukarsono, menggelar kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga Desa Pucuk Deku, Kecamatan Bies, Kabupaten Aceh Tengah, (4/10/2025).
Kegiatan Komsos kali ini dikemas secara berbeda dan inspiratif: Babinsa bersama masyarakat bergotong royong membangun kolam ikan nila. Selain menjadi ajang memperkuat kebersamaan, kegiatan ini juga bertujuan mendukung program ketahanan pangan di wilayah binaan Koramil 03/Pegasing.
Gotong Royong, Cermin Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Pagi itu, suasana di Desa Pucuk Deku tampak penuh semangat. Puluhan warga turun langsung ke lapangan, bahu-membahu bersama Babinsa menggali tanah, meratakan permukaan, dan mulai membentuk kolam yang nantinya akan digunakan untuk budidaya ikan nila.
Serda Sukarsono terlihat aktif terlibat di tengah masyarakat, memegang cangkul dan membantu mengarahkan proses pembuatan kolam. Ia mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan sarana memperkuat hubungan emosional dan sosial antara TNI dan masyarakat desa binaan.
“Melalui gotong royong, kami ingin menanamkan kembali nilai kebersamaan dan kerja sama antarwarga. Kolam ikan ini diharapkan bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat Desa Pucuk Deku,” ujar Serda Sukarsono kepada wartawan Cimutnews.co.id di sela kegiatan.
Menurutnya, selain meningkatkan produktivitas ekonomi, kegiatan semacam ini juga memperkuat rasa persaudaraan dan memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap peran TNI di tengah kehidupan sosial.
Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional
Program ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama TNI di tingkat kewilayahan. Melalui kegiatan seperti ini, Babinsa berupaya mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia lokal untuk menciptakan kemandirian pangan.
Serda Sukarsono menjelaskan bahwa Desa Pucuk Deku memiliki potensi besar di bidang perikanan air tawar. Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah desa, ia optimistis kolam ikan nila tersebut dapat menjadi proyek percontohan bagi desa-desa lain di Kecamatan Bies.
“Kami tidak hanya membantu masyarakat dalam urusan keamanan dan pertahanan, tapi juga ingin berkontribusi nyata terhadap kesejahteraan warga. Salah satunya lewat pengembangan ekonomi produktif berbasis sumber daya lokal seperti perikanan ini,” jelasnya.
Babinsa menambahkan, hasil budidaya ikan nila nantinya akan dikelola secara gotong royong oleh kelompok masyarakat setempat. Selain sebagai konsumsi rumah tangga, sebagian hasil panen diharapkan bisa dijual ke pasar lokal sehingga memberikan nilai tambah bagi ekonomi warga.
Sambutan Hangat dari Warga Desa
Kegiatan gotong royong tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Pucuk Deku. Banyak warga yang merasa bangga dan senang karena Babinsa tidak hanya hadir sebagai aparat pertahanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut memikirkan kesejahteraan bersama.
Salah seorang tokoh masyarakat, Abdullah (50), mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Babinsa yang selalu aktif mendampingi warga dalam berbagai kegiatan pembangunan desa.
“Pak Babinsa selalu hadir di tengah kami, bukan hanya saat ada kegiatan resmi, tapi juga saat kami butuh dukungan dan arahan. Kegiatan ini sangat bermanfaat, apalagi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Siti Rahma (42), warga lainnya yang turut serta membantu proses pembuatan kolam. Ia berharap kerja sama semacam ini bisa terus berlanjut agar Desa Pucuk Deku semakin maju dan mandiri.
“Kami senang sekali bisa gotong royong dengan TNI. Rasanya seperti keluarga besar yang bekerja bersama. Semoga kolam ikan ini membawa rezeki dan manfaat bagi banyak orang,” tuturnya penuh semangat.
Komsos: Membangun Keakraban, Menyatu dengan Rakyat
Bagi Babinsa, Komunikasi Sosial (Komsos) bukan hanya tentang menyampaikan pesan atau sosialisasi program, melainkan juga membangun hubungan emosional dan kedekatan batin dengan masyarakat di wilayah binaan.
Melalui pendekatan yang humanis dan partisipatif, Babinsa menjadi jembatan antara masyarakat dan TNI, memastikan setiap program yang dijalankan selaras dengan kebutuhan warga.
Serda Sukarsono menegaskan, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan untuk menggurui, tetapi untuk menjadi sahabat dan mitra pembangunan.
“Kegiatan Komsos seperti ini adalah cara kami mempererat silaturahmi, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya semangat gotong royong dalam membangun desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan semacam ini juga menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai “TNI Manunggal dengan Rakyat”, di mana prajurit dituntut untuk hadir, membantu, dan menjadi solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat.
Sinergi untuk Desa Mandiri dan Sejahtera
Kolaborasi antara TNI dan masyarakat seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 03/Pegasing ini menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan desa dapat berjalan efektif jika dilakukan secara partisipatif dan sinergis.
Pembuatan kolam ikan nila tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga edukatif. Warga dilatih untuk memahami cara budidaya, perawatan, hingga pengelolaan hasil panen. Dengan begitu, kegiatan ini menjadi investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Desa Pucuk Deku.
Selain itu, program semacam ini juga membantu pemerintah daerah dalam menggerakkan ekonomi lokal pasca-pandemi serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.
“Kami ingin masyarakat memiliki ketahanan ekonomi yang kuat. Dengan adanya kolam ikan ini, warga bisa belajar mandiri sekaligus meningkatkan pendapatan,” pungkas Serda Sukarsono.
TNI Hadir, Masyarakat Bangkit
Melalui kegiatan Komsos dan gotong royong membangun kolam ikan nila ini, Babinsa Koramil 03/Pegasing kembali menegaskan bahwa TNI bukan hanya penjaga kedaulatan negara, tetapi juga sahabat masyarakat dalam membangun kesejahteraan.
Kegiatan sederhana ini mencerminkan semangat kemanunggalan yang telah menjadi ciri khas TNI sejak dahulu—hadir, bekerja, dan berjuang bersama rakyat demi Indonesia yang lebih kuat dan sejahtera. (Adis)

















