Beranda OKI Mandira Banjir Rendam Empat Kecamatan di OKI, Ribuan Warga Terdampak dan Pemerintah Bergerak...

Banjir Rendam Empat Kecamatan di OKI, Ribuan Warga Terdampak dan Pemerintah Bergerak Cepat

44
0
Petugas BPBD OKI bersama TNI-Polri mengevakuasi warga dari wilayah yang tergenang banjir di Kecamatan Lempuing. (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

OKI, cimutnews.co.id — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, sejak Jumat malam (9 Januari 2026), menyebabkan banjir meluas di empat kecamatan: Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji, dan Air Sugihan. Curah hujan tinggi yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut membuat debit sungai meningkat dan meluap hingga menggenangi permukiman warga, lahan pertanian, hingga fasilitas umum.

Pemerintah Kabupaten OKI melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung bergerak cepat. Tim gabungan diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi, pendataan, serta penyaluran bantuan logistik bagi warga yang membutuhkan.

Banjir Dipicu Hujan Lokal dan Kiriman Air Hulu

Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin, menjelaskan bahwa banjir kali ini tidak hanya dipicu hujan lokal, tetapi juga diperparah oleh kiriman air dari wilayah hulu. Meluapnya Bendungan Over Komering di Kabupaten OKU Timur turut menjadi faktor utama naiknya debit air di wilayah OKI.

“Sekitar dua hingga tiga jam setelah pintu air Bendungan Over Komering dibuka, air mulai menggenangi Kecamatan Lempuing dan kemudian meluas ke Kecamatan Lempuing Jaya,” ujar Listiadi.

Dua Kecamatan Alami Dampak Terparah

Dampak paling parah terjadi di Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya. Di Lempuing, banjir merendam sedikitnya 10 desa dengan total 1.774 kepala keluarga (KK) terdampak. Desa Tebing Suluh menjadi wilayah dengan kondisi paling mengkhawatirkan. Selain permukiman, banjir juga menggenangi lahan pertanian seluas 1.540 hektare dan kebun warga seluas 545 hektare.

Sementara itu, di Kecamatan Lempuing Jaya, banjir melanda 10 desa dengan jumlah warga terdampak mencapai 1.616 KK. Sebanyak 57 KK terpaksa dievakuasi ke SD Negeri 1 Sumber Makmur karena genangan air terus meningkat. Adapun di Kecamatan Mesuji, banjir tercatat melanda tiga desa dengan total 192 KK terdampak.

Baca juga  MAN IC Ogan Komering Ilir Ukir Prestasi Nasional, Raih 393 Prestasi Terkurasi Puspresnas 2025

Respons Cepat Pemerintah: Evakuasi dan Bantuan Logistik

Pemkab OKI bersama BPBD, TNI, dan Polri menyiapkan langkah tanggap darurat sejak hari pertama banjir. Selain evakuasi warga, posko-posko bantuan juga didirikan di titik-titik strategis untuk memudahkan penyaluran logistik.

“Bersama Wakil Bupati dan dibantu TNI-Polri, kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan keselamatan warga serta menyalurkan bantuan,” kata Listiadi.

Pada Senin (12/1), Dinas Sosial OKI menyalurkan sebanyak 120 paket bantuan logistik yang berisi kebutuhan pokok, selimut, tikar, perlengkapan mandi, dan kebutuhan harian lainnya. Dinsos juga membuka ruang penggalangan bantuan dari berbagai pihak untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan warga terdampak.

Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi fasilitas umum seperti sekolah dan jalan penghubung antardesa. Sektor pertanian menjadi salah satu yang terdampak signifikan.

4.400 Hektare Sawah Terendam

Data dari Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTH) OKI mencatat sekitar 4.400 hektare sawah petani terendam. Lahan terdampak tersebar di lima kecamatan: Lempuing, Lempuing Jaya, Air Sugihan, Pampangan, dan Jejawi.

Plt. Kepala DKPTH OKI, Alexsander, menjelaskan bahwa sebagian besar sawah di Lempuing dan Lempuing Jaya merupakan padi IP 200 yang ditanam pada November—Desember. Sementara di Air Sugihan, tanaman padi sudah memasuki masa panen sehingga risiko kerugiannya lebih besar.

“Untuk sawah yang terdampak, pemerintah akan menyalurkan bantuan benih dari Kementerian Pertanian dengan total luasan sekitar 578 hektare,” jelas Alexsander.

Sektor Pendidikan Terdampak, Sekolah Terapkan Belajar Daring

Dinas Pendidikan OKI mencatat bahwa 18 sekolah di empat kecamatan terdampak banjir. Untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan, Disdik OKI mengeluarkan kebijakan pembelajaran daring sementara.

“Bagi sekolah-sekolah terdampak juga dijadikan posko evakuasi, sementara pembelajaran diterapkan secara daring,” ujar Kepala Dinas Pendidikan OKI, M. Refly.

Baca juga  Wisata Air Tahunan Gratis di Sakatiga Seberang Jadi Magnet Baru, Dorong Ekonomi Warga Ogan Ilir

Bupati Muchendi Instruksikan OPD Siaga 24 Jam

Bupati OKI, H. Muchendi, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir susulan dan bencana hidrometeorologi lainnya. Ia menegaskan bahwa seluruh sarana, prasarana, dan petugas harus berada dalam kondisi siap pakai.

“Saya minta seluruh OPD melakukan upaya menyeluruh terhadap sarana dan prasarana serta kebutuhan masyarakat yang terdampak. Dirikan posko, siagakan petugas. Pastikan semua benar-benar siap digunakan dalam kondisi darurat,” tegas Muchendi.

Ia juga memberi perhatian khusus kepada Dinas Kesehatan agar memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal.

“Dinas Kesehatan harus siap penuh, baik dari sisi tenaga medis, ketersediaan obat-obatan, hingga logistik medis. Pelayanan kesehatan harus siaga 24 jam,” ujarnya.

Warga Diminta Tetap Waspada

Bagi sebagian warga, banjir bukan lagi hal baru. Tri Handoko (43), warga Desa Tebing Suluh, mengatakan bahwa wilayah sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Lempuing memang selalu menjadi titik rawan.

“Air dari hulu mengalir deras. Saat sungai tidak mampu menampung debit air, air langsung meluap ke rumah-rumah warga,” katanya.

BPBD OKI terus melakukan pemantauan kondisi debit sungai serta menyiapkan langkah mitigasi lanjutan. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diminta tetap siaga mengingat potensi hujan deras diprediksi masih terjadi dalam beberapa pekan ke depan. (Asep)