
KAYUAGUNG, cimutnews.co.id — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Tim Penggerak PKK meluncurkan program Bank Sampah PKK Lestari di Aula PKK OKI, Jumat (27/3/2026).
Program ini bertujuan mengubah sampah rumah tangga menjadi bernilai ekonomi sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
Peluncuran Bank Sampah sebagai Solusi Darurat Sampah
Peluncuran Bank Sampah PKK Lestari menjadi langkah konkret Pemkab OKI dalam merespons persoalan sampah yang semakin kompleks.
Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, menegaskan bahwa kondisi saat ini sudah masuk kategori darurat sampah.
“Kita berada dalam kondisi darurat sampah. Karena itu, diperlukan gerakan bersama dari semua pihak untuk mengatasinya,” ujarnya.
Ia menekankan, perubahan harus dimulai dari lingkungan internal pemerintah dan organisasi agar menjadi contoh nyata bagi masyarakat.
Sistem Menabung Sampah Bernilai Ekonomi
Konsep bank sampah yang diterapkan mengadopsi sistem layaknya perbankan.
Masyarakat dapat menyetorkan sampah yang telah dipilah, seperti:
- Plastik
- Kertas
- Logam
Sampah tersebut akan ditimbang dan dicatat sebagai tabungan.
Nilai ekonominya kemudian bisa ditukar menjadi uang atau manfaat lain yang mendukung kebutuhan rumah tangga.
Peran PKK dalam Mendorong Partisipasi Masyarakat
Ketua Tim Penggerak PKK OKI, Ike Muchendi, menyampaikan bahwa program ini terbuka untuk seluruh masyarakat.
“Kami ingin mengajak masyarakat menjadi nasabah bank sampah sekaligus berkontribusi menjaga lingkungan,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya fokus pada kebersihan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi keluarga.
Jadwal dan Lokasi Penukaran Sampah
Untuk memudahkan akses masyarakat, Pemkab OKI telah menetapkan jadwal layanan bank sampah:
- Kantor PKK Kabupaten OKI
- Setiap Selasa dan Kamis
- Pukul 10.00–12.00 WIB
- Kantor Dinas Lingkungan Hidup OKI
- Setiap Jumat
- Pukul 09.00–11.30 WIB
Dengan jadwal rutin ini, masyarakat diharapkan dapat membangun kebiasaan memilah dan menabung sampah secara berkelanjutan.
Transformasi Pola Pengelolaan Sampah
Kepala Dinas Lingkungan Hidup OKI, Muktaqid, menjelaskan bahwa program ini mendorong perubahan paradigma dalam pengelolaan sampah.
Selama ini, pola yang digunakan masih didominasi metode:
- Kumpul
- Angkut
- Buang
Melalui bank sampah, pendekatan tersebut diubah menjadi:
- Kumpul
- Pilah
- Angkut
- Buang
Perubahan ini dinilai penting untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus meningkatkan nilai guna sampah.
Dampak Lingkungan dan Ekonomi bagi Masyarakat
Program Bank Sampah PKK Lestari tidak hanya berdampak pada pengurangan volume sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.
Beberapa manfaat yang diharapkan antara lain:
- Mengurangi pencemaran lingkungan
- Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah
- Menambah penghasilan keluarga dari sampah bernilai jual
- Memperkuat budaya gotong royong di tingkat komunitas
Dalam jangka panjang, program ini juga berpotensi menciptakan ekosistem ekonomi sirkular di tingkat lokal.
Analisis: Strategi Berbasis Komunitas untuk Lingkungan Berkelanjutan
Pendekatan bank sampah berbasis masyarakat dinilai lebih efektif dibandingkan sistem konvensional.
Keterlibatan langsung warga dalam proses pemilahan dan pengelolaan sampah dapat meningkatkan rasa tanggung jawab kolektif.
Selain itu, insentif ekonomi menjadi faktor pendorong utama perubahan perilaku masyarakat.
Program ini juga sejalan dengan upaya nasional dalam pengurangan sampah plastik dan peningkatan daur ulang.
Target Pengembangan dan Replikasi Program
Pemkab OKI berharap Bank Sampah PKK Lestari dapat menjadi model percontohan di berbagai sektor.
Program ini direncanakan untuk diperluas ke:
- Organisasi perangkat daerah (OPD)
- Sekolah
- Desa dan kelurahan
- Kecamatan
Dengan ekspansi tersebut, pengelolaan sampah diharapkan menjadi gerakan kolektif yang terintegrasi.
Program ini juga menjadi bagian dari kampanye “Cerdas Kelola Sampah, Keluarga Lestari” yang mendorong perubahan perilaku berkelanjutan. (Asep)


















