Home OKU Bapenda OKU Tambah 20 Tapping Box untuk Dongkrak PAD, Dorong Transparansi Pajak...

Bapenda OKU Tambah 20 Tapping Box untuk Dongkrak PAD, Dorong Transparansi Pajak Berbasis Digital

47
0
Kepala Bapenda OKU Priyatno Darmadi melihat langsung proses pemasangan Tapping Box di salah satu tempat usaha. (Foto: Agus/cimutnews.co.id)

OKU, cimutnews.co.id — Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terus dilakukan secara konsisten oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) OKU. Salah satu strategi yang kembali diperkuat adalah pemanfaatan teknologi melalui penambahan perangkat Tapping Box di sejumlah tempat usaha. Langkah ini menjadi bagian penting dari transformasi digital dalam pengelolaan pajak daerah di Bumi Sebimbing Sekundang.

Tapping Box sendiri merupakan perangkat pencatat transaksi yang terhubung langsung dengan sistem pembayaran atau mesin kasir di tempat usaha. Alat ini bekerja secara otomatis setiap kali terjadi transaksi penjualan, baik di restoran, kafe, kedai makanan, toko kuliner, hingga area parkir berbayar. Data transaksi yang terekam menjadi dasar penghitungan pajak yang lebih akurat, transparan, dan mudah diaudit oleh pemerintah daerah.

Kepala Bapenda OKU, Priyatno Darmadi, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa pemasangan perangkat baru dilakukan untuk memperkuat kepatuhan wajib pajak sekaligus memaksimalkan potensi pendapatan tanpa memberatkan pelaku usaha. Dalam wawancara dengan media cimutnews.co.id, Priyatno menegaskan bahwa digitalisasi pajak menjadi langkah strategis yang tak bisa ditunda lagi.

“Kami menambah 20 unit Tapping Box untuk ditempatkan di berbagai usaha di Kabupaten OKU. Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak PAD, meningkatkan transparansi, dan menghadirkan sistem pelaporan pajak yang lebih real-time,” ujar Priyatno Darmadi, didampingi Kepala Bank Sumsel Babel Cabang Baturaja, Zulhamda Ahsani, saat pemasangan perangkat, Rabu (19/11/2025).

Menurutnya, kerja sama antara Pemkab OKU dan Bank Sumsel Babel tidak hanya terkait penyediaan perangkat, tetapi juga pengembangan sistem dan monitoring transaksi agar pelaporan pajak daerah semakin modern dan terintegrasi. Dengan dukungan teknologi, potensi kebocoran pajak dapat diminimalkan, sementara pelaku usaha mendapatkan kemudahan dalam memenuhi kewajiban mereka.

Baca juga  Reses DPRD Sumsel Dapil V di OKU dan OKU Selatan: Serap Aspirasi Pertanian, UMKM hingga Blank Spot Internet

Berdasarkan pantauan tim cimutnews.co.id di lapangan, sejumlah titik telah mulai terpasang Tapping Box baru, antara lain Bakso Sukowati Tanjung Baru, beberapa toko kue di kawasan Kemalaraja, serta area parkir Ramayana Baturaja. Penentuan lokasi pemasangan dilakukan berdasarkan potensi pajak dan tingkat aktivitas transaksi di masing-masing usaha.

Ke depan, Bapenda OKU akan terus memperluas pemasangan perangkat serupa ke sektor-sektor lain, khususnya usaha kuliner dan jasa yang memiliki intensitas transaksi tinggi. Priyatno mengakui bahwa kesadaran pelaku usaha dalam pelaporan pajak kini semakin membaik, seiring edukasi yang terus dilakukan pemerintah daerah.

“Tapping Box bukan untuk menyulitkan pelaku usaha. Justru alat ini mempermudah mereka karena proses pelaporan lebih sederhana dan akurat. Semua penerimaan pajak yang dihimpun akan kembali lagi untuk pembangunan OKU. Karena itu kami mengajak seluruh pelaku usaha untuk mendukung upaya ini,” tegas Priyatno.

Ia menambahkan, optimalisasi perangkat digital diharapkan mampu memperbaiki sistem pencatatan yang selama ini masih bergantung pada laporan manual. Dengan data yang terekam otomatis, pemerintah dapat melakukan analisis lebih cepat, sekaligus memastikan bahwa objek pajak memberikan kontribusi sesuai ketentuan.

Bapenda OKU juga menargetkan pencapaian PAD tahun ini dapat melampaui proyeksi awal, seiring peningkatan sektor usaha dan efektivitas perangkat Tapping Box. Implementasi digitalisasi pajak ini disebut sebagai salah satu indikator keseriusan pemerintah dalam menghadirkan tata kelola yang lebih modern, akuntabel, dan sesuai prinsip good governance.

Dengan langkah-langkah tersebut, Bapenda OKU yakin bahwa modernisasi sistem pajak daerah bukan hanya berfungsi menambah pendapatan, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Transparansi menjadi kunci agar setiap rupiah pajak yang dibayarkan dapat dirasakan kembali manfaatnya oleh masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, hingga peningkatan ekonomi daerah. (Agus)