Beranda Palembang BI Diseminasi Kebijakan dan Luncurkan LPI 2025, Ekonomi Sumsel Tumbuh Solid di...

BI Diseminasi Kebijakan dan Luncurkan LPI 2025, Ekonomi Sumsel Tumbuh Solid di Tengah Tantangan Global

41
0
Gubernur Bank Indonesia menyampaikan arah kebijakan dan prospek ekonomi nasional dalam peluncuran LPI 2025 (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menggelar kegiatan diseminasi kebijakan sekaligus peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 yang disiarkan langsung dari kantor pusat, Selasa (28/1/2026). Agenda ini menjadi ruang strategis bagi pemangku kepentingan daerah untuk memahami arah kebijakan moneter serta prospek ekonomi nasional dan regional secara komprehensif.

Kegiatan yang mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra dan Kepala Perwakilan BI Sumatera Selatan Bambang Pramono, bersama unsur Forkopimda, instansi vertikal, pelaku perbankan, akademisi, hingga kalangan dunia usaha.

Konteks Nasional dan Arah Kebijakan

Dalam peluncuran nasional, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan pentingnya membangun optimisme dan sinergi lintas sektor guna menjaga stabilitas sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Ia memaparkan, pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025 diprakirakan berada di kisaran 4,7–5,5 persen, meningkat menjadi 4,9–5,7 persen pada 2026, dan berpotensi mencapai 5,1–5,9 persen pada 2027. Di sisi lain, inflasi diproyeksikan tetap terkendali pada kisaran sasaran 2,5±1 persen dalam dua tahun ke depan.

Proyeksi tersebut menunjukkan fondasi ekonomi nasional yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global, termasuk dinamika harga komoditas, tekanan geopolitik, serta potensi gangguan rantai pasok dunia.

Kinerja Ekonomi Sumatera Selatan

Sejalan dengan tren nasional, Bambang Pramono menyampaikan bahwa perekonomian Sumatera Selatan menunjukkan performa yang solid. Pada triwulan III 2025, ekonomi daerah tercatat tumbuh 5,2 persen secara tahunan (year on year), menempatkan Sumsel sebagai daerah dengan pertumbuhan tertinggi kedua di Pulau Sumatera.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut terutama ditopang sektor konstruksi yang meningkat seiring pelaksanaan program cetak sawah dan optimalisasi lahan sejak pertengahan 2025. Selain itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan turut memberikan kontribusi signifikan melalui penguatan program ketahanan pangan.

Baca juga  Restorasi Menyala di Bumi Sriwijaya, Surya Paloh Lantik Herman Deru Pimpin NasDem Sumsel 2025–2029

Dari sisi stabilitas harga, inflasi tahunan Sumatera Selatan pada Desember 2025 tercatat 2,91 persen, masih berada dalam rentang sasaran nasional. Capaian ini mencerminkan efektivitas koordinasi pengendalian inflasi antara pemerintah daerah, BI, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Tantangan dan Strategi Ke Depan

Meski kinerja ekonomi menunjukkan tren positif, BI mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi bersama. Ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, serta potensi gangguan distribusi menjadi faktor yang dapat memengaruhi stabilitas dan pertumbuhan daerah.

Untuk itu, BI menekankan penguatan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. Di tingkat daerah, strategi tersebut didukung melalui penguatan ketahanan pangan, percepatan transformasi struktural ekonomi, serta akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan.

Langkah-langkah ini dinilai penting agar pertumbuhan tidak hanya tinggi, tetapi juga inklusif, berkelanjutan, dan memiliki daya tahan terhadap gejolak eksternal.

Dukungan Pemerintah Provinsi

Menanggapi paparan tersebut, Sekda Sumatera Selatan Edward Candra menyatakan dukungan penuh terhadap rekomendasi optimisme, komitmen, dan sinergi yang disampaikan Gubernur BI.

Ia menilai tema “Tangguh dan Mandiri” sejalan dengan arah pembangunan daerah. Ketangguhan ekonomi diwujudkan melalui pengendalian inflasi, stabilitas pasokan pangan, serta perlindungan daya beli masyarakat. Sementara kemandirian diperkuat lewat hilirisasi komoditas unggulan, peningkatan produktivitas pertanian, serta penguatan pelaku UMKM agar mampu naik kelas.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga terus memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui optimalisasi peran TPID dengan pendekatan 4K, percepatan investasi dan hilirisasi industri, pengembangan ekonomi syariah dan ekonomi hijau, serta perluasan digitalisasi ekonomi dan keuangan daerah.

Harapan terhadap Pertumbuhan Inklusif

Melalui forum diseminasi ini, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada BI atas peluncuran LPI 2025 yang dinilai menjadi rujukan strategis dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah. Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan mampu menjaga stabilitas, meningkatkan produktivitas, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga  Polemik Diskotik DA Club 41: Setelah Disegel Satpol PP Sumsel, Pemkot Palembang Tempelkan Izin Resmi Bar & Resto

Sinergi antara pemerintah daerah, otoritas moneter, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama agar momentum pertumbuhan dapat terus terjaga di tengah dinamika global.

Kegiatan diseminasi kebijakan BI dan peluncuran LPI 2025 menegaskan pentingnya koordinasi kebijakan pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan berkualitas. Seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus memperkuat kolaborasi guna memastikan pembangunan ekonomi berjalan adil, inklusif, dan berdaya tahan.

Pemberitaan ini disusun berdasarkan informasi resmi dari Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan tetap menjunjung prinsip keberimbangan, akurasi, serta asas kepastian informasi bagi publik. (Poerba)