
PALI, cimutnews.co.id – Momentum buka puasa bersama Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Sumatera Selatan di Hotel Harper Palembang menjadi ajang memperkuat nilai kebersamaan dan persatuan nasional. Dalam kegiatan yang digelar Kamis (13/4/2026) tersebut, tokoh masyarakat Firdaus Hasbullah menegaskan bahwa ibadah puasa di bulan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menumbuhkan empati, persaudaraan, dan keberpihakan kepada kebenaran.
Acara yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan itu berlangsung penuh kehangatan. Selain pengurus PGK Sumsel, hadir pula Ketua Umum DPP PGK Bursah Zarnubi, Wakil Bupati Lahat Widya Ningsih SH MH, perwakilan Forkopimda Sumsel, aktivis mahasiswa, LSM, elemen kepemudaan, serta ratusan anak yatim piatu.
Ramadhan Mengajarkan Empati dan Kebersamaan
Dalam sambutannya, Firdaus Hasbullah mengingatkan bahwa puasa memiliki makna filosofis yang dalam bagi kehidupan sosial masyarakat.
Menurutnya, di balik perintah menjalankan ibadah puasa terdapat pelajaran tentang kesetaraan, kebersamaan, dan kepekaan sosial terhadap sesama.
“Ketika adzan maghrib berkumandang kita berbuka bersama. Ketika sahur tiba kita bangun bersama. Saat lapar dan dahaga terasa, kita belajar merasakan apa yang dirasakan mereka yang hidup dalam kekurangan,” ujar Firdaus.
Ia menegaskan bahwa nilai utama Ramadhan adalah menumbuhkan empati dan mempererat tali persaudaraan antar sesama manusia.
“Di situlah sebenarnya filosofi Ramadhan bekerja. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi tentang menumbuhkan rasa empati dan rasa persaudaraan,” tambahnya saat membuka acara buka bersama pengurus DPW PGK Sumatera Selatan.
Seruan Persatuan Hadapi Tantangan Global
Sementara itu, Ketua Umum DPP PGK Bursah Zarnubi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang saat ini tengah terjadi akibat dinamika geopolitik internasional.
Menurut Bursah, kondisi dunia yang tidak menentu menuntut bangsa Indonesia untuk memperkuat solidaritas nasional serta meningkatkan kemandirian di berbagai sektor.
“Para pemuda harus bersatu, menjalankan peran sesuai profesinya dan membangun kemandirian nasional. Sehingga apapun yang terjadi di dunia luar, kita sebagai bangsa tetap mampu berdiri tanpa bergantung pada pihak lain,” ujar Bursah yang juga menjabat sebagai Bupati Lahat.
Ia menambahkan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi bangsa, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Perkuat Jaringan Kebangsaan
Di tempat yang sama, Bendahara DPW PGK Sumsel Rahmat Sahid juga menekankan pentingnya memperluas jaringan kebangsaan melalui komunikasi lintas organisasi dan elemen masyarakat.
Menurutnya, persatuan tidak hanya dimaknai sebagai kebersamaan dalam satu kelompok, tetapi juga kemampuan menjalin hubungan dengan berbagai elemen bangsa.
“Bersatu bukan hanya dalam satu golongan. Kita harus membangun jaringan yang lebih luas dan memperkuat komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat agar generasi muda saling memahami satu sama lain,” jelas Rahmat.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut juga diisi dengan santunan kepada anak yatim serta dialog kebangsaan yang membahas pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika sosial dan ekonomi nasional.
Melalui momentum Ramadhan ini, para tokoh PGK berharap nilai-nilai empati, kebersamaan, dan persatuan terus tumbuh di tengah masyarakat sebagai fondasi kuat bagi pembangunan bangsa di masa depan. (Edi)

















