Beranda Palembang Bulan K3 Nasional 2026, Kadis Transnaker Ogan Ilir Dorong Penguatan Budaya Keselamatan...

Bulan K3 Nasional 2026, Kadis Transnaker Ogan Ilir Dorong Penguatan Budaya Keselamatan Kerja yang Profesional dan Berkelanjutan

32
0
Kepala Dinas Transnaker Ogan Ilir, DR. Amrullah, saat memberikan pernyataan terkait Bulan K3 Nasional 2026. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 kembali menjadi momentum penting bagi seluruh sektor industri dan ketenagakerjaan di Indonesia untuk memperkuat budaya keselamatan kerja. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Kadis Transnaker) Kabupaten Ogan Ilir, DR. Amrullah, S.STP, bertepatan dengan dimulainya rangkaian peringatan Bulan K3 Nasional pada 12 Januari 2026.

Tahun ini, Bulan K3 Nasional mengangkat tema besar: “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.”
Tema tersebut menegaskan bahwa pengelolaan K3 tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam membangun sistem keselamatan kerja yang lebih matang dan berkelanjutan.

K3 Bukan Formalitas, tetapi Budaya Kerja

Melalui pesan tertulis yang dikirimkan via WhatsApp, DR. Amrullah menegaskan bahwa penerapan K3 harus menjadi bagian dari budaya di setiap lingkungan kerja, bukan sekadar memenuhi aturan administratif.

“Pengelolaan K3 yang profesional dan andal harus dibangun secara bersama-sama. Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan pekerja adalah kunci utama menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif,” tegasnya, Senin (12/1/2026).

Menurutnya, banyak perusahaan yang kini sudah semakin sadar pentingnya keselamatan kerja. Namun, masih diperlukan peningkatan kualitas implementasi agar K3 tidak hanya berhenti pada seremonial atau pemasangan banner peringatan setiap tahun.

Amrullah menilai, penerapan K3 yang optimal tidak hanya bermanfaat menekan angka kecelakaan kerja, tetapi berhubungan langsung dengan peningkatan produktivitas, efisiensi, hingga kesejahteraan tenaga kerja secara umum.

Tantangan K3 Semakin Kompleks di Era Modern

Dalam kesempatan itu, Amrullah juga menyoroti tantangan baru di dunia kerja yang makin berkembang seiring kemajuan teknologi. Transformasi digital, perubahan pola kerja, hingga meningkatnya pekerjaan berisiko tinggi membuat kebutuhan K3 semakin mendesak untuk diperkuat.

Baca juga  Pemkab Banyuasin Jajaki Kerja Sama Strategis Air Bersih dengan Swasta, Dorong Peningkatan Layanan untuk Masyarakat

“Tantangan dunia kerja saat ini semakin kompleks. Ada perkembangan teknologi, pola kerja fleksibel, otomatisasi, hingga potensi risiko baru. Karena itu, peningkatan kapasitas SDM di bidang K3 menjadi hal yang sangat penting,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pekerja masa kini harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai keselamatan kerja, sementara perusahaan wajib menyediakan sarana, pelatihan, dan sistem yang memungkinkan penerapan K3 berjalan efektif.

Dorongan kepada Perusahaan: Tingkatkan Kesadaran dan Konsistensi

Bulan K3 Nasional 2026 dijadikan momentum oleh Dinas Transnaker Ogan Ilir untuk mendorong seluruh perusahaan, instansi pemerintah, hingga UMKM agar meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan kerja. Tidak hanya sosialisasi, tetapi juga tindak nyata yang berkelanjutan.

“Kami mendorong seluruh perusahaan dan instansi untuk terus meningkatkan kesadaran, edukasi, serta implementasi K3 secara konsisten dan berkelanjutan,” kata Amrullah.

Ia mengingatkan bahwa pengawasan internal perusahaan harus diperkuat, termasuk menyediakan alat pelindung diri (APD) yang standar, pelatihan rutin, dan sistem pelaporan kecelakaan kerja yang transparan.

Selain itu, perusahaan juga diimbau untuk mengedepankan prinsip pencegahan daripada penanganan setelah terjadi kecelakaan, karena risiko keselamatan seringkali dapat dihindari dengan perencanaan yang baik.

Momentum Evaluasi, Bukan Sekadar Seremonial

Amrullah berharap Bulan K3 Nasional tidak dianggap sebagai kegiatan tahunan biasa, tetapi menjadi waktu untuk mengevaluasi sejauh mana komitmen perusahaan dan para pemangku kepentingan dalam menegakkan keselamatan kerja.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan yang tahun ini mengusung nilai BerAKHLAK serta semangat Bangga Melayani Bangsa—dua prinsip pelayanan publik yang menempatkan keselamatan tenaga kerja sebagai prioritas utama.

“Harapannya, dengan komitmen dan kolaborasi yang kuat, pengelolaan K3 dapat menjadi fondasi utama dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Baca juga  Ratu Dewa Lakukan “Palembang Walk & Check”, Susuri 5,3 Km Pantau Infrastruktur dan Pelayanan Publik

K3 sebagai Kunci Pembangunan SDM dan Ekonomi

Peringatan Bulan K3 Nasional setiap tahun diharapkan dapat membentuk pola pikir baru bahwa keselamatan kerja bukan lagi beban perusahaan, melainkan investasi jangka panjang yang berdampak luas. Tempat kerja yang aman dan sehat terbukti meningkatkan produktivitas, menekan biaya perusahaan, dan mengurangi risiko hukum akibat kecelakaan kerja.

Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah seperti Ogan Ilir, implementasi K3 diharapkan bisa menjangkau lebih banyak sektor, mulai dari industri manufaktur, pertanian, konstruksi, hingga sektor informal yang selama ini rentan terhadap kecelakaan kerja. (Poerba)