Beranda OKI Mandira Bupati Muchendi Tinjau Warga Terdampak Banjir di Lempuing: Pemerintah Pastikan Pemulihan Cepat...

Bupati Muchendi Tinjau Warga Terdampak Banjir di Lempuing: Pemerintah Pastikan Pemulihan Cepat dan Terukur

50
0
Bupati OKI Muchendi dan Ketua TP PKK Ike Muchendi meninjau kondisi banjir di Desa Mukti Sari. (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

OKI, cimutnews.co.id — Upaya percepatan pemulihan pascabanjir terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki bersama Ketua TP PKK, Ike Muchendi, meninjau langsung sejumlah desa terdampak banjir di Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya, Selasa (13/1). Peninjauan ini sekaligus memastikan kebutuhan warga terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Dalam wawancara eksklusif bersama cimutnews.co.id, Muchendi menegaskan pemerintah daerah harus bekerja cepat agar pemulihan berjalan efektif. Menurut dia, banjir kali ini merupakan kejadian yang jarang terjadi dan membutuhkan respons yang serius serta terkoordinasi.

“Setiap tahun masyarakat memang terbiasa menghadapi banjir, tetapi yang setinggi ini terakhir sekitar 20 tahun lalu. Karena itu pemerintah harus ada di lapangan untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi,” ujarnya.

Akses Desa Masih Tergenang, Warga Bertahan di Pengungsian

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Desa Mukti Sari, Kecamatan Lempuing. Akses menuju desa tersebut masih tergenang air dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa. Meski kondisi cukup berat, Bupati Muchendi tetap turun langsung menyapa warga dan menyalurkan bantuan sembako dari rumah ke rumah.

Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke lokasi pengungsian di SD Negeri 1 Lubuk Makmur. Sebanyak 70 kepala keluarga (KK) sebelumnya dievakuasi ke sekolah tersebut. Seiring surutnya air, sebagian telah kembali ke rumah, namun sekitar 30 KK masih bertahan di pengungsian, didominasi lansia, perempuan, dan anak-anak.

Kehadiran Bupati, Ketua TP PKK, dan sejumlah kepala OPD disambut antusias oleh warga. Banyak di antara mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan langsung keluhan terkait kesehatan, kebutuhan logistik, hingga keinginan untuk segera kembali ke rumah.

Pemerintah Siaga Penuh: Kesehatan, Logistik, hingga Jaminan Pengobatan

Dalam dialog bersama warga, Muchendi memastikan pemerintah akan terus hadir hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih. Ia menegaskan pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, lansia, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Baca juga  Bongkar Mafia Pupuk Subsidi, Polda Sumsel Amankan 8 Tersangka dan 14 Ton Lebih Barang Bukti

“Kami sudah meminta tenaga kesehatan memberikan pelayanan maksimal di lokasi pengungsian. Kalau ada warga yang sakit, silakan berobat. Biayanya sudah ditanggung pemerintah melalui JKN,” kata Muchendi.

Selain itu, pemerintah daerah memastikan pasokan logistik tetap mencukupi. Distribusi kebutuhan pangan akan terus dilakukan selama warga masih berada di pengungsian.

“Kami ingin memastikan warga tidak kekurangan. Tim di lapangan bekerja siang malam untuk memastikan sembako aman dan cukup,” ujarnya.

Menurut Muchendi dalam wawancara eksklusif tersebut, Pemkab OKI telah mengaktifkan koordinasi lintas sektor mulai dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, hingga pemerintah kecamatan dan desa untuk mempercepat langkah penanganan.

Bantuan Benih untuk Sawah Terendam: Petani Diminta Tetap Optimistis

Selain menyangkut warga yang mengungsi, banjir juga berdampak pada lahan pertanian yang terancam gagal panen. Menurut Muchendi, pemerintah daerah sudah menyiapkan bantuan benih padi bagi petani yang lahannya terdampak banjir.

“Kita ingin memastikan petani bisa segera tanam kembali. Selain bantuan benih, penyuluh akan terus mendampingi agar produksi tetap terjaga,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pemulihan sektor pertanian adalah prioritas, mengingat Lempuing dan Lempuing Jaya merupakan salah satu lumbung pangan utama di Kabupaten OKI.

Suara dari Pengungsian: Harapan dan Kekhawatiran Warga

Larso (60), salah satu warga yang mengungsi di SD Negeri 1 Lubuk Makmur, menuturkan bahwa air mulai naik sejak Kamis pagi. Warga bergegas menyelamatkan barang-barang sebelum akhirnya dievakuasi.

“Masih sempat menyelamatkan barang. Setelah itu kami diajak Pak Kades ke sini. Kepala keluarga masih ada di rumah untuk berjaga,” katanya.

Siti Aminah (45), pengungsi lainnya, mengaku bersyukur berada di tempat aman meski harus berbagi ruangan dengan puluhan warga.

“Di sini alhamdulillah aman, makanan ditanggung. Tapi tentu ingin cepat pulang. Rumah terendam, dapur dan tempat tidur basah semua,” ujarnya.

Baca juga  Manfaatkan Sisa Bongkaran Tol Untuk Perbaikan Jalan Rusak

Sementara itu, Yanto (58), berharap pemerintah juga memperhatikan perbaikan fasilitas umum setelah air surut.

“Jalan dan sawah banyak rusak. Rumah ibadah juga tergenang. Semoga ada perbaikan cepat,” ungkapnya.

Pemkab OKI Pastikan Pemulihan Tuntas

Menutup wawancara bersama cimutnews.co.id, Muchendi menegaskan bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan warga begitu saja. Ia meminta masyarakat tetap bersabar dan saling menguatkan selama proses pemulihan berlangsung.

“Kami akan terus mendampingi warga. Jika ada kebutuhan, sampaikan melalui kepala desa atau camat. Pemerintah pasti respons,” tegasnya. (Asep)