
Ogan Ilir, cimutnews.co.id – Tim dosen dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya (FKIP Unsri) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), para dosen Unsri menggelar program pendampingan intensif bagi guru-guru SD untuk memperkuat kompetensi dalam menyusun pedoman praktikum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Kegiatan berlangsung dalam dua sesi, yakni pada Sabtu, 11 Oktober 2025, dan Senin, 10 November 2025, bertempat di SD Sakatiga Seberang, Kabupaten Ogan Ilir.
Program ini mengusung tema “Peningkatan Kemampuan Guru dalam Penyusunan Pedoman Praktikum IPA SD untuk Melatih Berpikir Kritis Siswa.” Tema tersebut selaras dengan kebutuhan pendidikan masa kini, di mana pembelajaran IPA tidak lagi sekadar memahami teori, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir kritis melalui aktivitas eksperimen yang aman dan terstruktur.
Mendorong Pembelajaran IPA yang Lebih Bermakna
Kegiatan PkM ini berangkat dari fakta bahwa pembelajaran IPA di sekolah dasar sering kali masih terfokus pada penyampaian materi secara tekstual. Padahal, proses belajar yang efektif menuntut siswa untuk mengalami langsung proses ilmiah melalui praktikum.
Untuk mendukung hal tersebut, guru memerlukan pedoman praktikum yang mudah diterapkan, sistematis, serta memuat aspek keselamatan kerja. Pedoman ini juga harus mampu mengarahkan siswa pada pengembangan keterampilan berpikir kritis—mulai dari mengamati, membuat hipotesis, melakukan percobaan, hingga menarik kesimpulan.
Melalui program ini, para dosen FKIP Unsri memberikan pendampingan lengkap kepada para guru, mulai dari konsep penyusunan pedoman, contoh praktik terbaik, hingga simulasi pelaksanaan di kelas.
Tim Pelaksana dan Peserta dari Dua Sekolah Dasar
Program PkM ini melibatkan tim pengabdian yang terdiri dari dosen-dosen PGSD FKIP Unsri, yaitu:
- Suratmi, S.Pd., M.Pd. – Ketua Pelaksana
- Laihat, M.Pd.
- Aswasulasikin, M.Pd.
- Nurdin Kamil, M.Pd.
- Meilani Tirta Sari, M.Pd.
- Mazda Leva Oktasari, M.Pd.
Selain dosen, kegiatan ini turut diperkuat oleh tim mahasiswa, yaitu: Junika Putri, Nabila Awaliyah, Widodo, Qarsely Tiara Uma, dan Pingkan Laila Meardahena.
Peserta kegiatan terdiri dari 20 guru yang berasal dari SD Negeri 17 dan SD Negeri Sakatiga Seberang. Para guru mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias karena materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan pengajaran sehari-hari.
Metode Pelaksanaan: Dari Lokakarya hingga Evaluasi
PkM ini dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu:
1. Tahap Persiapan
Tim dosen menyusun materi, merancang pedoman praktikum, dan berkoordinasi dengan pihak sekolah serta Dinas Pendidikan.
2. Tahap Pelaksanaan
Tahap ini menjadi inti kegiatan dan digelar pada 11 Oktober 2025 dalam bentuk lokakarya di SMP Negeri 1 Ogan Ilir. Beberapa materi yang dibahas meliputi:
- konsep dasar praktikum IPA di SD,
- penggunaan alat dan bahan secara aman,
- penyusunan langkah kerja praktikum yang sistematis,
- cara memasukkan indikator berpikir kritis dalam kegiatan eksperimen,
- simulasi penyusunan modul praktikum oleh para guru.
Tim dosen memberikan contoh lembar kerja praktikum, prosedur keselamatan, hingga model evaluasi yang dapat digunakan guru untuk mengukur keterampilan proses sains siswa.
3. Tahap Evaluasi dan Pendampingan Lanjutan
Guru diminta menyusun draft pedoman praktikum yang kemudian dievaluasi oleh tim dosen pada pertemuan kedua tanggal 10 November 2025. Evaluasi ini bertujuan memastikan pedoman yang disusun benar-benar aplikatif dan siap diterapkan di kelas.
Dinas Pendidikan Ogan Ilir Apresiasi FKIP Unsri
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir, Muhammad Ramdhoni, S.Pd. SD. Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi FKIP Unsri dalam meningkatkan kompetensi guru-guru di daerah.
“Program seperti ini sangat kami dukung. Guru membutuhkan penguatan keterampilan praktis untuk menghasilkan pembelajaran IPA yang bermutu. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Dengan adanya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar, kualitas pembelajaran IPA diharapkan semakin meningkat, sekaligus menyiapkan generasi muda yang lebih kritis dan kreatif dalam memahami proses ilmiah.
Program PkM PGSD FKIP Unsri di Ogan Ilir menjadi contoh nyata sinergi pendidikan tinggi dan sekolah dasar dalam meningkatkan mutu pembelajaran sains. Tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi guru, tetapi juga mendorong penerapan pembelajaran praktik yang lebih menarik dan menantang bagi siswa.
Dengan pedoman praktikum yang baik, pembelajaran IPA di SD dapat menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan proses sains sejak dini. (Sandi)

















