
YOGYAKARTA, cimutnews.co.id – Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Yogyakarta, Dr. Soeharsono, S.Pt., M.Si., menuntaskan masa tugasnya di BRMP Jawa Tengah dengan melakukan silaturahmi kepada seluruh pegawai, termasuk para Penyuluh CWS BRMP Jawa Tengah. Momentum tersebut menandai berakhirnya pengabdian Soeharsono di wilayah Jawa Tengah sebelum resmi mengemban amanah baru di Daerah Istimewa Yogyakarta mulai 5 Februari 2026.

Kegiatan silaturahmi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh penghargaan atas dedikasi kepemimpinan yang telah dijalankan selama kurang lebih delapan bulan dua puluh hari. Pertemuan itu tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga ruang refleksi terhadap capaian kerja, penguatan kolaborasi, serta kesinambungan program modernisasi pertanian di tingkat regional.
Secara nasional, penguatan sektor pertanian berbasis inovasi dan teknologi menjadi bagian penting dari agenda pembangunan ketahanan pangan. Pemerintah melalui berbagai unit kerja teknis, termasuk BRMP, terus mendorong penerapan modernisasi pertanian guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta kesejahteraan petani. Pergantian kepemimpinan di lingkungan BRMP dinilai sebagai proses organisasi yang wajar dalam menjaga kesinambungan program sekaligus memperluas dampak pelayanan kepada masyarakat pertanian.
Selama menjabat di BRMP Jawa Tengah, Dr. Soeharsono tercatat memimpin sejumlah langkah penguatan koordinasi penyuluhan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian, serta dukungan terhadap implementasi teknologi budidaya modern di berbagai wilayah. Meski masa tugasnya relatif singkat, berbagai program kerja tetap diarahkan pada konsolidasi internal dan percepatan layanan teknis kepada petani.
Dalam kesempatan perpisahan tersebut, Soeharsono menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pegawai BRMP Jawa Tengah yang telah bekerja bersama mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan. Ia menilai keberhasilan program tidak terlepas dari kerja kolektif, sinergi lintas bidang, serta komitmen pelayanan kepada sektor pertanian.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan, dukungan, dan dedikasi seluruh pegawai selama saya menjalankan amanah di BRMP Jawa Tengah. Semoga silaturahmi dan kolaborasi yang telah terbangun dapat terus terjaga,” ujar Soeharsono dalam keterangan resminya.
Ia juga berharap program yang telah dirintis dapat dilanjutkan dan ditingkatkan oleh jajaran yang melanjutkan kepemimpinan di BRMP Jawa Tengah. Menurutnya, kesinambungan kebijakan dan stabilitas organisasi menjadi kunci agar pelayanan kepada petani tetap berjalan optimal tanpa terpengaruh dinamika pergantian jabatan.
Per 5 Februari 2026, Soeharsono resmi mengemban tugas baru sebagai pimpinan BRMP Yogyakarta. Amanah tersebut membawa tanggung jawab untuk melanjutkan agenda modernisasi pertanian di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, yang memiliki karakteristik lahan, komoditas, serta pola pertanian berbeda dibandingkan Jawa Tengah.
Sejumlah pihak di lingkungan BRMP Jawa Tengah menyampaikan penghargaan atas pengabdian Soeharsono selama masa kepemimpinannya. Dedikasi, pendekatan komunikasi yang terbuka, serta dorongan terhadap inovasi kerja disebut menjadi bagian dari kontribusi penting yang dirasakan pegawai selama periode tersebut.
Momentum peralihan kepemimpinan ini juga dipandang sebagai bagian dari dinamika birokrasi yang bertujuan memperkuat kinerja organisasi. Dengan pengalaman yang dimiliki, Soeharsono diharapkan mampu membawa penguatan program modernisasi pertanian di Yogyakarta sekaligus menjaga kesinambungan kebijakan nasional di sektor pangan.
Di sisi lain, keberlanjutan program di Jawa Tengah tetap menjadi perhatian agar capaian yang telah dirintis tidak terhenti. Sinergi antara pimpinan baru, pegawai, serta pemangku kepentingan pertanian di daerah menjadi faktor penting dalam memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan efektif.
Menutup masa tugasnya di Jawa Tengah, Soeharsono menyampaikan harapan agar BRMP di seluruh wilayah terus memperkuat peran sebagai motor penggerak inovasi pertanian. Ia menekankan pentingnya integritas, profesionalitas, serta semangat pelayanan dalam menghadapi tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks.
“Semoga pengabdian di tempat yang baru membawa kebaikan dan keberkahan, sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembangunan pertanian dan kesejahteraan petani,” katanya.
Dengan resmi berpindah tugas ke Yogyakarta, perjalanan pengabdian Soeharsono memasuki babak baru dalam penguatan modernisasi pertanian. Komitmen terhadap pelayanan publik, keberlanjutan program, serta kolaborasi lintas sektor diharapkan tetap menjadi fondasi utama dalam menjalankan amanah tersebut.
Pergantian kepemimpinan ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan pertanian merupakan kerja berkelanjutan yang melibatkan banyak pihak. Ke depan, kesinambungan program, stabilitas organisasi, serta kepercayaan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga arah pembangunan pertanian yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. (Timred/CN)

















