
Air Sugihan, cimutnews.co.id – Suasana tenang di kawasan Mess PT Bumi Sawindo Energi Terpadu (BEST) Camp E, Sungai Baung, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mendadak mencekam pada Kamis (30/10/2025) sore. Seorang pria berinisial MS (28), mekanik perusahaan tersebut, tewas setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh dua rekannya sendiri.
Peristiwa tragis itu bermula dari perselisihan sepele soal air untuk mandi, namun berujung maut. Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, kejadian bermula ketika korban baru saja selesai bermain sepak bola dan hendak membersihkan diri menggunakan air yang diambil dari sebuah drum di sekitar mess.
Di saat itulah, pelaku pertama berinisial MD (23) menegur korban karena air tersebut disebut berasal dari kolam, bukan air bersih. Teguran itu justru memicu adu mulut panas antara keduanya hingga berlanjut ke perkelahian fisik.
Ketika situasi semakin memanas, datang AF (19), pelaku kedua, yang awalnya bermaksud melerai. Namun, niat itu berubah ketika AF justru ikut melakukan penganiayaan terhadap korban. Dalam insiden singkat yang berlangsung di area mess tersebut, AF diduga menusuk dada korban menggunakan sebilah pisau, menyebabkan luka parah.
Korban sempat dilarikan oleh rekan-rekannya ke Klinik PT OKI Pulp untuk mendapat pertolongan medis, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.
Polsek Air Sugihan Bertindak Cepat
Mengetahui kejadian itu, Kapolsek Air Sugihan IPTU Belky Framulia, S.H., M.Si., bersama Tim Opsnal dan Sat Polairud Polres OKI, langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan di sekitar lokasi kejadian.
“Begitu menerima laporan, kami segera turun ke lapangan dan melakukan penyisiran di area perkebunan sekitar lokasi. Sekitar pukul 22.00 WIB, kedua pelaku berhasil kami amankan di sebuah pondok milik warga di kawasan PT BEST tanpa perlawanan,”
ujar IPTU Belky Framulia dalam wawancara dengan media cimutnews.co.id, Jumat (31/10/2025).
Belky menambahkan, penangkapan kedua pelaku berlangsung kondusif. Keduanya langsung digelandang ke Mapolsek Air Sugihan untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk motif dan kronologi rinci kejadian.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku utama AF mengakui perbuatannya. Barang bukti berupa sebilah pisau yang digunakan untuk menusuk korban juga sudah kami amankan,” jelasnya.
Kapolres OKI: Tak Ada Toleransi untuk Kekerasan
Sementara itu, Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas peristiwa tragis ini. Ia menegaskan bahwa Polres OKI berkomitmen menindak tegas setiap tindakan kekerasan, terutama yang mengakibatkan hilangnya nyawa.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban. Tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun tidak akan kami tolerir, terlebih jika sampai menimbulkan korban jiwa,”
tegas AKBP Eko Rubiyanto dalam keterangan resminya.
Kapolres juga memberikan apresiasi kepada jajaran Polsek Air Sugihan dan Tim Sat Polairud Polres OKI yang telah sigap dan profesional dalam menangani kasus ini.
“Kami mengapresiasi langkah cepat dan kesigapan personel di lapangan. Dalam waktu singkat, pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan. Ini menunjukkan keseriusan Polres OKI dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum,” tambahnya.
Pesan Kepolisian: Jaga Emosi dan Kedamaian di Lingkungan Kerja
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat, terutama bagi pekerja yang tinggal di lingkungan kerja terpadu seperti mess perusahaan. Permasalahan kecil, bila tidak dikendalikan dengan baik, dapat berujung fatal.
Pihak kepolisian berharap seluruh pihak dapat mengedepankan komunikasi dan menghindari kekerasan dalam menyelesaikan setiap persoalan.
“Kami imbau masyarakat, khususnya para pekerja, agar tidak mudah terpancing emosi. Semua persoalan bisa diselesaikan dengan cara baik tanpa harus mengorbankan nyawa,” ujar IPTU Belky Framulia menegaskan.
Saat ini, kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres OKI. Polisi masih mendalami motif lain di balik kejadian tersebut serta memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi saat perkelahian terjadi.
Dengan terungkapnya kasus ini, Polres OKI berharap dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dan memastikan bahwa setiap tindakan kekerasan akan mendapat penegakan hukum yang tegas sesuai peraturan yang berlaku. (Asep)

















