Beranda Investigasi Dugaan Pemotongan Dana PIP, Ratusan Siswa SMKN 1 OKU Selatan Desak Kepala...

Dugaan Pemotongan Dana PIP, Ratusan Siswa SMKN 1 OKU Selatan Desak Kepala Sekolah Mundur

64
0
1. Ratusan siswa SMKN 1 OKU Selatan menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolah menuntut transparansi dana PIP. (Foto: timred/CN/)

OKU Selatan, cimutnews.co.id – Ratusan pelajar SMK Negeri 1 OKU Selatan menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolah pada Jumat pagi, 30 Januari 2026. Aksi tersebut dipicu oleh dugaan praktik pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang seharusnya diterima utuh oleh siswa penerima manfaat.

Dalam aksinya, para siswa secara terbuka menuntut Kepala Sekolah, Sri Elyana, untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Mereka menilai kepemimpinan sekolah tidak lagi mencerminkan prinsip transparansi, keadilan, dan integritas dalam pengelolaan bantuan pendidikan dari pemerintah.

Hasil penelusuran CimutNews.co.id berdasarkan hasil klarifikasi di lapangan menunjukkan bahwa dugaan pemotongan dana PIP menjadi isu utama yang memicu kemarahan siswa. Sejumlah peserta aksi mengaku hanya menerima sebagian dana bantuan, tanpa penjelasan resmi dan rinci dari pihak sekolah mengenai dasar pemotongan tersebut.

Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bantuan langsung dari pemerintah pusat yang bertujuan untuk membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan. Sesuai ketentuan, dana PIP harus diterima penuh oleh siswa penerima tanpa potongan dalam bentuk apa pun.

Namun demikian, para siswa SMKN 1 OKU Selatan mengaku merasa dirugikan. Mereka menilai hak mereka sebagai penerima bantuan negara telah dilanggar. Kekecewaan tersebut kemudian bermuara pada aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes terbuka terhadap kebijakan internal sekolah.

Selain menuntut mundurnya kepala sekolah, massa aksi juga mendesak agar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dicopot dari jabatannya. Mereka menilai pihak tersebut turut bertanggung jawab atas pengelolaan dana PIP dan lemahnya pengawasan internal di lingkungan sekolah.

Adapun tuntutan lain yang disuarakan para siswa antara lain pengembalian dana PIP yang diduga telah dipotong, serta penjelasan rinci dan transparan terkait penggunaan dana hasil pemotongan tersebut. Para siswa menuntut klarifikasi terbuka yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan administrasi.

Baca juga  Permohonan Klarifikasi APBD 2024 Belum Dijawab, Pemkab Gresik Diminta Tetapkan Jadwal Audiensi Resmi

Dalam orasinya, perwakilan siswa menegaskan bahwa aksi ini bukan bertujuan mencoreng nama baik sekolah, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan yang bersih dan berintegritas. Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang dan menjadi pembelajaran bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi secara tertulis terkait tuntutan para siswa. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan oleh tim redaksi CimutNews.co.id untuk mendapatkan penjelasan berimbang dari pihak sekolah maupun instansi terkait.

Para siswa berharap Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan serta aparat penegak hukum dapat turun tangan melakukan audit dan investigasi menyeluruh. Mereka menilai langkah tersebut penting untuk memastikan dana bantuan pendidikan benar-benar disalurkan sesuai peruntukannya dan tidak disalahgunakan.

Aksi unjuk rasa ini menjadi sinyal kuat adanya krisis kepercayaan siswa terhadap manajemen sekolah. Para peserta aksi menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntutan mereka direspons secara adil dan transparan demi menjaga marwah dunia pendidikan. (Timred/CN)