Beranda Ogan Komering Ilir Festival Literasi Keagamaan Warnai MAN IC OKI, Moderasi Beragama Jadi Sorotan Utama

Festival Literasi Keagamaan Warnai MAN IC OKI, Moderasi Beragama Jadi Sorotan Utama

57
0
Kepala Pusat PBAL2K H. M. Sidik Sisditanto saat membuka Festival Literasi Keagamaan di MAN IC OKI. (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

Teluk Gelam, cimutnews.co.id – Suasana penuh antusiasme menyelimuti halaman MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir (MAN IC OKI) saat Festival Literasi Keagamaan resmi dibuka pada Kamis (14/11). Gelaran ini menghadirkan semangat baru bagi para pelajar dalam menguatkan budaya literasi, khususnya di bidang keagamaan yang moderat, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, H. M. Sidik Sisditanto menekankan bahwa literasi keagamaan bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga membangun cara pandang yang moderat dalam beragama (Foto:Asep/cimutnews.co.id)

Festival secara resmi dibuka oleh Kepala Pusat PBAL2K, H. M. Sidik Sisditanto, didampingi Kakanwil Kemenag Sumsel, Kepala Kemenag OKI, serta Kepala MAN IC OKI. Kehadiran para pejabat ini menjadi penanda bahwa penguatan literasi keagamaan merupakan agenda strategis yang terus didorong oleh Kementerian Agama RI.

Moderasi Beragama Jadi Kompas Keberagaman

Dalam sambutannya, H. M. Sidik Sisditanto menekankan bahwa literasi keagamaan bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga membangun cara pandang yang moderat dalam beragama. Menurutnya, moderasi beragama adalah kompas yang menjaga masyarakat tetap berada pada jalur keberagaman yang damai, adil, dan harmonis.

“Moderasi beragama menjadi benteng penting bagi generasi kita. Dengan literasi, kita tidak hanya memahami teks, tetapi juga konteks,” ujar Sidik di hadapan peserta dan guru pembina.

Pesan tersebut disambut hangat oleh para peserta didik yang hadir. Banyak di antara mereka yang mengakui bahwa festival seperti ini membantu membuka wawasan serta menumbuhkan sikap kritis dan toleran dalam menyikapi isu keagamaan.

Rangkaian Kegiatan: Dari Pemutaran Film Moderasi hingga Workshop Pentigraf

Festival Literasi Keagamaan di MAN IC OKI tak hanya menghadirkan seremoni pembukaan, tetapi juga menggelar sejumlah agenda edukatif dan interaktif. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah pemutaran film moderasi beragama, yang menggambarkan nilai-nilai toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, dan pentingnya dialog antarsesama.

Baca juga  Pelatihan Juru Sembelih Halal, Upaya Serius OKI Jaga Mutu dan Syariat Qurban

Pemutaran film ini menjadi medium refleksi bagi siswa. Melalui kisah sederhana namun penuh makna, peserta diajak merenungi realitas sosial serta pentingnya menjaga kerukunan di tengah pluralitas.

Tak hanya itu, kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Penulisan Pentigraf. Pentigraf—cerita fiksi mini dengan lima paragraf—menjadi media kreatif untuk mengasah keterampilan literasi siswa. Dalam workshop, para peserta diajak mengeksplorasi ide, menyusun alur, hingga merangkai narasi yang kuat meski dalam format yang ringkas.

Sejumlah siswa tampak antusias mengikuti sesi ini. Mereka menghasilkan berbagai karya bertema moderasi beragama, kehidupan sosial, hingga kisah inspiratif yang lahir dari pengalaman sehari-hari. Workshop ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran bahwa literasi dapat menjadi alat penyampai pesan perdamaian yang efektif dan menyenangkan.

MAN IC OKI Terus Dorong Budaya Literasi

Kepala MAN IC OKI menyampaikan bahwa Festival Literasi Keagamaan adalah bagian dari komitmen madrasah untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang literatif, religius, serta responsif terhadap tantangan zaman.

Menurutnya, penguatan literasi bukan hanya program seremonial, melainkan harus menjadi budaya yang tumbuh dalam keseharian siswa—baik di ruang kelas, perpustakaan, maupun aktivitas komunitas belajar.

“Saat siswa terbiasa menulis, membaca, dan berdiskusi, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang kritis, lebih toleran, dan mampu berkontribusi secara positif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Festival ini juga menjadi momentum mempererat kolaborasi antara madrasah, Kementerian Agama, serta masyarakat dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan.

Harapan ke Depan

Festival Literasi Keagamaan diharapkan dapat menjadi kegiatan rutin yang terus memberikan dampak positif bagi siswa MAN IC OKI. Penguatan moderasi beragama melalui literasi dinilai relevan untuk menghadapi dinamika sosial, perkembangan teknologi informasi, serta tantangan radikalisme digital yang semakin nyata.

Baca juga  Dandim 0402/OKI Pimpin Acara Korp Raport Pelepasan Pindah Satuan Prajurit

Dengan kegiatan yang kreatif, inspiratif, dan edukatif seperti ini, siswa tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga mendapat ruang untuk berekspresi, berkreasi, dan memperluas sudut pandang mereka terhadap isu-isu keberagaman. (Asep)