Beranda Nusantara Festival Ramadhan GAMIES Aceh 2026 Ditutup Webinar UMKM dan Ekonomi Kreatif, Soroti...

Festival Ramadhan GAMIES Aceh 2026 Ditutup Webinar UMKM dan Ekonomi Kreatif, Soroti Kepemimpinan Masa Depan Aceh

8
0
1. Narasumber Andrea Zulfa menyampaikan materi tentang kepemimpinan dan masa depan UMKM dalam webinar penutup Festival Ramadhan GAMIES Aceh 2026.(Foto:Adis/cimutnews.co.id)

BANDA ACEH, cimutnews.co.id – Rangkaian kegiatan Festival Ramadhan Webinar Series GAMIES Aceh 2026 resmi ditutup dengan webinar bertema “Ramadan, Kepemimpinan dan Masa Depan UMKM & Ekonomi Kreatif Aceh”, yang digelar secara daring pada Minggu (15/3/2026) pukul 15.00–16.30 WIB. Kegiatan ini menghadirkan akademisi sekaligus praktisi ekonomi syariah Andrea Zulfa, SE., M.Si., Ph.D., CGCAE sebagai narasumber utama yang membahas strategi penguatan sektor UMKM dan ekonomi kreatif di Aceh.

Webinar penutup ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), mahasiswa, akademisi, hingga generasi muda yang memiliki perhatian terhadap perkembangan ekonomi daerah. Diskusi dipandu oleh Juli Rahmi sebagai moderator, sementara Ketua DPW GAMIES Aceh Adhifatra Agussalim hadir sebagai keynote speaker yang membuka kegiatan sekaligus memberikan pandangan strategis mengenai pentingnya kepemimpinan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

UMKM Jadi Pilar Ekonomi Aceh

Dalam pemaparannya, Andrea Zulfa menegaskan bahwa masa depan ekonomi Aceh sangat bergantung pada kemampuan pelaku usaha dan pemimpin daerah dalam memanfaatkan potensi lokal secara inovatif dan berkelanjutan.

Menurutnya, sektor UMKM dan ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam memperkuat struktur ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing ekonomi Aceh di tengah persaingan global.

“UMKM dan ekonomi kreatif merupakan sektor penting dalam pembangunan ekonomi daerah. Dengan inovasi dan pengelolaan yang tepat, sektor ini dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Aceh,” ujar Andrea Zulfa dalam pemaparannya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran kepemimpinan yang visioner dalam mendorong perkembangan UMKM. Kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif dinilai mampu menciptakan ekosistem usaha yang sehat serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Ramadan Momentum Penguatan Kepemimpinan

Baca juga  Indahnya Ramadhan, Kapolres Blitar Buka Puasa Bersama Para Santri Al Falah

Sementara itu, Ketua DPW GAMIES Aceh Adhifatra Agussalim mengatakan bahwa kegiatan Festival Ramadhan Webinar Series GAMIES Aceh 2026 merupakan bagian dari upaya organisasi untuk meningkatkan literasi ekonomi serta mendorong inovasi di kalangan generasi muda dan pelaku UMKM.

Menurutnya, bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai kepemimpinan, integritas, dan kolaborasi dalam pembangunan ekonomi daerah.

“Ramadan adalah momentum yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai kepemimpinan, integritas, dan semangat kolaborasi. Kami berharap melalui kegiatan ini lahir lebih banyak pelaku usaha dan pemimpin muda yang mampu mendorong UMKM Aceh naik kelas,” ujar Adhifatra.

Ia menambahkan bahwa penguatan sektor UMKM dan ekonomi kreatif merupakan salah satu kunci penting dalam mewujudkan ekonomi Aceh yang lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing.

Dorong Generasi Muda Berinovasi

Webinar ini juga membahas berbagai isu strategis seperti hubungan antara kepemimpinan dan keberhasilan UMKM, proyeksi masa depan ekonomi kreatif di Aceh, serta peluang bisnis lokal di tengah dinamika ekonomi global.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Ramadhan GAMIES Aceh yang telah berlangsung sejak 1 Maret 2026. Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan serta inspirasi bagi peserta untuk mengambil langkah nyata dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kualitas kepemimpinan.

“Ramadhan berbagi ilmu, ekonomi Aceh semakin maju karena masa depan ekonomi daerah berada di tangan generasi yang siap belajar, memimpin, dan berinovasi,” tutup Adhifatra.

Dengan berakhirnya webinar ini, GAMIES Aceh berharap kolaborasi antara akademisi, pelaku usaha, dan generasi muda dapat terus diperkuat demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.(Adis)