Home Ogan Komering Ilir Finalisasi Skema Contraflow Tol Kayuagung–Palembang, Satlantas Polres OKI Hadiri Rapat Koordinasi Bersama...

Finalisasi Skema Contraflow Tol Kayuagung–Palembang, Satlantas Polres OKI Hadiri Rapat Koordinasi Bersama Waskita

46
0
3. Suasana rapat yang membahas kondisi jalan dan skema pengalihan arus saat contraflow diberlakukan.(Foto;Asep/cimutnews.co.id)

Ogan Komering Ilir, cimutnews.co.id — Menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, sejumlah persiapan terus dilakukan guna memastikan kelancaran dan keamanan arus lalu lintas di jalan tol. Salah satu agenda penting yang dilakukan ialah rapat finalisasi pelaksanaan contraflow di ruas Tol Kayuagung–Palembang. Pertemuan tersebut digelar di ruang rapat kantor PT Waskita, Jumat (14/11/2025) sekitar pukul 14.00 WIB, dan turut dihadiri jajaran Satlantas Polres OKI sebagai bagian dari pemangku keselamatan berlalu lintas.

Rapat koordinasi ini menghadirkan berbagai pihak yang terlibat langsung dalam pengelolaan, pengawasan, dan keselamatan lalu lintas di tol. Hadir Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Sumsel Abdul Manan, para pimpinan proyek pemeliharaan dari Waskita seperti Sabdo dan Anang, Team Leader Konsultan MCI Albi, KBO Satlantas Polres OKI, perwakilan Satlantas Polres Ogan Ilir, serta Kanit 5 Sat PJR Polda Sumsel.

Selain itu, rapat juga melibatkan unsur penting lainnya seperti Ps Kasi Jemenopsrek Subdit Kamsel Ditlantas Polda Sumsel Hasbi Fadillah, GMTO Jasa Marga Teguh Widodo, perwakilan BBPJN Sumsel, BPTD Wilayah Sumsel, serta Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi elemen kunci dalam memastikan bahwa kebijakan contraflow dapat berjalan aman dan efektif.

Fokus Utama: Pastikan Ruas Contraflow Tanpa Lubang dan Layak Dilintasi

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, melalui Kasi Humas Polres OKI IPTU Hendi Yusrian dan disampaikan kembali oleh Kasubsie Penmas Humas Polres OKI Aipda Hadi Satrio Bangsa, menjelaskan bahwa rapat tersebut menghasilkan sejumlah poin penting yang wajib dipenuhi sebelum contraflow diaktifkan.

Jalan yang harus dilaksanakan contraflow harus dipastikan tidak ada lubang. Jika pada saat pelaksanaan ditemukan kerusakan, maka perbaikan akan dilakukan segera,” tegasnya pada Sabtu (15/11/2025).

Baca juga  HUT PGRI Ke-78, Pemkab OKI Beri Apresiasi Kepada Guru Berprestasi

Konfirmasi kondisi jalan menjadi prioritas utama mengingat contraflow akan membuat satu jalur tol difungsikan untuk dua arah. Situasi ini menuntut standar keselamatan yang lebih tinggi karena risiko kecelakaan dapat meningkat apabila kondisi jalan tidak prima.

Persiapan Nataru: Pekerjaan Dihentikan Bila Ada SKB

Menjelang puncak arus mudik dan balik Nataru 2025, aturan pembatasan pekerjaan juga mendapat sorotan khusus. Dalam rapat tersebut disepakati bahwa jika terbit Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan arus Nataru, maka seluruh pekerjaan pemeliharaan akan dihentikan sementara.

Langkah ini bertujuan menghindari penyempitan lajur yang dapat menimbulkan kemacetan parah saat volume kendaraan meningkat drastis. Selama periode Nataru, tol diharapkan berfungsi maksimal untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

Penanganan Insiden: Jalur Alternatif Siap Dibuka di Gerbang Tol Kayuagung

Poin lain yang menjadi perhatian dalam rapat koordinasi tersebut adalah penanganan insiden lalu lintas, terutama kecelakaan. Untuk menjaga kelancaran arus, disepakati bahwa jika terjadi kecelakaan di jalur contraflow, pengelola dapat langsung mengalihkan kendaraan melalui pintu keluar Gerbang Tol Kayuagung sebagai jalur alternatif.

Skema ini disiapkan guna meminimalkan antrean panjang dan menghindari penumpukan kendaraan di tengah tol, yang dapat berdampak pada terganggunya arus kendaraan dari dua arah.

Kolaborasi Lintas Instansi untuk Layanan Jalan Tol yang Lebih Aman

Rapat finalisasi contraflow ini menjadi bagian dari upaya besar seluruh pemangku kebijakan untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan di jalan tol, khususnya di ruas Kayuagung–Palembang yang menjadi jalur vital pengguna jalan dari berbagai daerah.

Pihak kepolisian, Waskita, Jasa Marga, serta instansi lain berkomitmen melakukan evaluasi berkala dan menerapkan mitigasi risiko yang diperlukan. Dengan adanya contraflow, potensi kemacetan maupun kecelakaan dapat diminimalisasi, terutama pada kondisi lalu lintas padat.

Baca juga  Afryansyah Guru Berprestasi Harumkan Indonesia di Jepang

Satlantas Polres OKI juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun. Mereka menilai koordinasi lintas sektor sangat penting agar setiap kebijakan di lapangan bisa berjalan efektif, aman, dan tidak membingungkan pengguna jalan.

Harapan ke Depan: Layanan Lebih Prima dan Respons Lebih Cepat

Dengan disepakatinya sejumlah poin strategis ini, masyarakat diharapkan dapat menikmati perjalanan yang lebih aman dan nyaman, baik selama masa Nataru maupun hari-hari normal. Peningkatan kualitas jalan, perbaikan cepat jika terjadi kerusakan, dan kesiapan jalur alternatif menjadi kabar positif bagi pengguna tol.

Ke depan, evaluasi berkala akan tetap dilakukan untuk melihat efektivitas contraflow serta skema pengelolaan lalu lintas lainnya. Semua pihak berharap langkah ini dapat mengurangi risiko kecelakaan dan mendukung kelancaran arus kendaraan di wilayah Sumsel. (Asep)