Beranda Palembang Fogging Digencarkan di Musim Penghujan: Pemkot Palembang Fokus Cegah DBD di Permukiman...

Fogging Digencarkan di Musim Penghujan: Pemkot Palembang Fokus Cegah DBD di Permukiman Warga

30
0
Petugas melakukan fogging di kawasan permukiman Kelurahan Tiga Belas Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang. (Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id — Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kota Palembang kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, terutama Demam Berdarah Dengue (DBD). Curah hujan yang tinggi dan meningkatnya kelembapan menjadi kondisi ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak, sehingga langkah pencegahan dini mutlak diperlukan.

Sebagai bentuk komitmen menjaga kesehatan masyarakat, Pemkot Palembang menggencarkan kegiatan fogging secara berkelanjutan di seluruh kelurahan. Upaya ini menyasar kawasan permukiman padat penduduk yang memiliki risiko tinggi terhadap penularan DBD.

Salah satu kegiatan fogging tersebut dilaksanakan di Kelurahan Tiga Belas Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, pada Jumat (5/1/2026). Petugas bergerak dari satu titik ke titik lainnya, menyusuri gang-gang sempit, halaman rumah warga, hingga area yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Fogging sebagai Langkah Antisipasi Penyebaran DBD

Sekretaris Lurah Tiga Belas Ilir, Meriadi Saputra, SIP, menjelaskan bahwa kegiatan fogging merupakan langkah nyata pemerintah kelurahan dalam menjaga kesehatan warga, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan curah hujan yang meningkat sejak awal tahun.

“Fogging ini kami lakukan sebagai langkah antisipatif untuk menekan potensi penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, khususnya di musim penghujan. Namun kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” ujar Meriadi.

Menurutnya, fogging hanya merupakan upaya penanggulangan sementara, bukan solusi permanen. Senyawa kimia yang digunakan hanya membasmi nyamuk dewasa, sementara jentik yang berkembang di tempat-tempat penampungan air tidak dapat diberantas hanya dengan fogging.

Karena itu, Meriadi menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan agar bebas dari potensi sarang nyamuk.

Peran Penting Masyarakat Melalui Gerakan PSN 3M

Dalam kesempatan yang sama, Meriadi menambahkan bahwa keberhasilan penanggulangan DBD tidak akan maksimal tanpa keterlibatan warga secara aktif. Ia mengajak masyarakat untuk menjalankan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yaitu:

Baca juga  Gubernur Herman Deru Tinjau Gereja dan Pos Pengamanan Operasi Lilin Musi, Pastikan Ibadah Natal di Palembang Berjalan Aman dan Kondusif

1. Menguras

Membersihkan dan menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, dan drum secara rutin minimal seminggu sekali.

2. Menutup

Menutup rapat tempat penampungan air agar nyamuk tidak dapat masuk dan bertelur.

3. Mengubur atau Mendaur Ulang

Mengubur, menyingkirkan, atau mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menampung air, seperti kaleng, botol, dan wadah plastik.

Gerakan “3M Plus” juga mencakup berbagai langkah tambahan seperti menggunakan lotion anti-nyamuk, memasang kelambu, hingga menabur larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dikuras.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus terjaga sehingga lingkungan tetap sehat dan terhindar dari ancaman penyakit,” tutup Meriadi.

Palembang Tingkatkan Pencegahan Berbasis Lingkungan

Selain fogging, Pemkot Palembang juga memperkuat strategi pencegahan berbasis lingkungan seperti:

  • pemantauan jentik oleh kader kesehatan,
  • penguatan edukasi tentang bahaya DBD,
  • peningkatan fasilitas kesehatan dalam penanganan pasien DBD,
  • hingga kampanye kebersihan lingkungan secara berkala.

Langkah-langkah tersebut dinilai sebagai strategi penting dalam menghadapi musim penghujan, terutama mengingat kasus DBD cenderung meningkat pada periode ini di berbagai daerah.

Dengan penduduk yang padat dan wilayah yang luas, Palembang membutuhkan upaya bersama antara pemerintah, kader kesehatan, dan masyarakat. Fogging yang dilakukan di Kelurahan Tiga Belas Ilir menjadi contoh kolaborasi efektif dalam menjaga kesehatan lingkungan dan memutus rantai penyebaran nyamuk.

Harapan Lingkungan yang Lebih Sehat

Kegiatan fogging yang dilakukan di berbagai titik permukiman menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi masyarakat dari ancaman DBD. Namun, para ahli kesehatan tetap menegaskan bahwa fokus utama pencegahan harus berada pada kebersihan lingkungan, bukan hanya bergantung pada fogging.

Jenis nyamuk penyebab DBD dapat berkembang biak dalam genangan air sekecil apa pun—mulai dari tutup botol, pot bunga, hingga tempat minum hewan peliharaan. Karena itu, kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama agar masyarakat terhindar dari risiko penyakit menular ini.

Baca juga  Dandim 0418/Palembang Terima Kunjungan Reses Anggota DPR RI Yudha Novanza Utama, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pembangunan Daerah

Dengan tetap menjaga sinergi antara pemerintah dan warga, diharapkan Palembang dapat melewati musim penghujan dengan kondisi yang lebih aman, sehat, dan terbebas dari ancaman penyakit DBD. (Poerba)