
BANYUASIN, cimutnews.co.id – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur Lingkar Perkantoran Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Kelurahan Mulya Agung, Kecamatan Banyuasin III, Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (13/11/2025). Satu orang meninggal dunia dalam peristiwa tragis ini.
Korban yakni Amin Wijaya, sopir mobil L300 Box dengan nomor polisi BG 8260 ZM. Pria yang diketahui berdomisili di Jalan Padang Selasa, Lorong Suratin No.01 RT 025 RW 009 Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang itu meninggal seketika setelah kendaraannya ditabrak dari belakang oleh sebuah Toyota Fortuner.
Peristiwa ini langsung menyita perhatian masyarakat, mengingat jalur tersebut merupakan kawasan perkantoran yang umumnya padat tiap hari. Polisi pun bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Kronologi: Melaju Kencang, Pecah Ban, Lalu Hilang Kendali
Kasatlantas Polres Banyuasin, AKP Suwandi, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika Toyota Fortuner bernopol BH 1036 YI yang dikemudikan oleh Bayu Adianto melaju dari arah Jambi menuju Palembang. Di dalam mobil turut serta dua penumpang, yakni Saipul Anwarz Yusro dan Rizky Rizaldi.
Menurut Suwandi, kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan tinggi. Saat melintas di lokasi kejadian, kondisi jalan yang bergelombang membuat ban depan sebelah kiri Fortuner mengalami pecah mendadak.
“Ban depan kiri pecah akibat kondisi jalan bergelombang. Pengemudi hilang kendali dan kendaraan Fortuner langsung menghantam bagian belakang dan samping kanan mobil L300 Box,” jelasnya.
Benturan keras tersebut membuat mobil L300 terseret dan mengalami kerusakan parah. Korban Amin Wijaya yang tengah mengemudi tidak sempat menghindar dan mengalami luka fatal.
Polisi: Faktor Kelalaian dan Kecepatan Tinggi Menjadi Pemicu
AKP Suwandi menegaskan bahwa penyebab utama kecelakaan tersebut mengarah pada faktor kelalaian pengemudi Toyota Fortuner.
“Pengemudi Fortuner berkendara dengan kecepatan tinggi dan gagal mengantisipasi kondisi jalan. Pecah ban yang terjadi membuat mobil hilang kendali dan akhirnya menabrak L300 yang dikemudikan korban,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya saat ini tengah melakukan pendalaman, termasuk memeriksa kondisi kendaraan, meminta keterangan penumpang, serta meninjau ulang kondisi jalan yang kerap dikeluhkan pengguna.
“Kami mengimbau seluruh pengendara untuk tetap mematuhi batas kecepatan, terutama di jalur yang bukan jalan bebas hambatan. Pemeriksaan ban dan kondisi kendaraan sebelum perjalanan jauh juga sangat penting untuk mencegah kejadian serupa,” tuturnya.
Warga Minta Perbaikan Jalan
Sejumlah warga sekitar juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah melakukan perbaikan pada titik jalan yang bergelombang di kawasan perkantoran tersebut. Menurut mereka, kondisi jalan yang tidak rata sering kali menjadi pemicu kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melaju kencang.
“Sudah beberapa kali kejadian kecelakaan kecil di sini. Kalau mobil besar lewat cepat sedikit saja, langsung goyang karena gelombangnya,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Korban Dibawa ke Rumah Sakit, Proses Hukum Berlanjut
Setelah kejadian, jenazah korban dievakuasi menuju rumah sakit terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, polisi telah mengamankan kedua kendaraan yang terlibat dan melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi Fortuner serta para saksi.
Kasatlantas memastikan proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur. “Kami akan melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Semua pihak yang terlibat akan dimintai keterangan,” tegasnya.
Kecelakaan ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kecepatan tinggi di jalan umum, apalagi pada kondisi permukaan jalan yang tidak ideal, sangat berisiko menyebabkan hilangnya nyawa.(Noto)

















