Beranda Ogan Komering Ilir FST UIN Raden Fatah Tinjau Teaching Factory SMK Bina Bangsa OKI, Kolaborasi...

FST UIN Raden Fatah Tinjau Teaching Factory SMK Bina Bangsa OKI, Kolaborasi Pendidikan Industri 4.0 Menguat

53
0
Rombongan FST UIN Raden Fatah meninjau proses pembelajaran berbasis teaching factory di SMK Bina Bangsa Kayuagung.(Foto: Asep/cimutnews.co.id)

OKI, cimutnews.co.id – Kunjungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Raden Fatah Palembang ke SMK Bina Bangsa Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pada 13 Februari 2026 menjadi sorotan dalam upaya penguatan kolaborasi pendidikan vokasi dan perguruan tinggi. Agenda peninjauan tersebut difokuskan pada pengamatan langsung proses pembelajaran berbasis teaching factory serta kesiapan siswa menghadapi tantangan industri 4.0.

Siswa SMK Bina Bangsa menunjukkan produk lampu Hollow LED hasil inovasi pembelajaran praktik teknologi.(Foto: Asep/cimutnews.co.id)

Kehadiran rombongan FST dipimpin Dekan FST UIN Raden Fatah, Dr. Muhammad Isnani, S.Ag., M.Pd., yang menilai pendekatan pembelajaran di SMK Bina Bangsa menunjukkan orientasi kuat pada keterampilan praktis dan inovasi teknologi. Peninjauan lapangan dilakukan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai fasilitas, proses produksi siswa, hingga potensi pengembangan kerja sama pendidikan berkelanjutan.

Foto bersama denga Rombongan FST UIN Raden Fatah di SMK Bina Bangsa Kayuagung.(Foto: Asep/cimutnews.co.id)

Secara nasional, penguatan pendidikan vokasi menjadi bagian penting dalam strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pemerintah melalui berbagai kebijakan mendorong sinergi antara sekolah kejuruan, perguruan tinggi, dan dunia industri agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Konsep link and match antara pendidikan dan industri juga menjadi landasan transformasi pendidikan menuju era digital dan otomasi.

Dalam konteks daerah, SMK Bina Bangsa Kayuagung dinilai mulai menunjukkan praktik pembelajaran berbasis produksi nyata. Salah satu inovasi yang diperkenalkan kepada rombongan FST adalah produk lampu LED karya siswa yang dikenal dengan nama Hollow LED. Produk tersebut disebut pernah diikutsertakan dalam ajang T-Factor yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta.

Dr. Muhammad Isnani menyampaikan apresiasi terhadap capaian tersebut sekaligus melihat peluang pengembangan lebih lanjut melalui kolaborasi akademik.
“SMK Bina Bangsa telah menunjukkan kemampuan inovasi melalui produksi lampu LED karya siswa. Pendekatan seperti ini penting untuk menumbuhkan keterampilan teknologi sekaligus semangat berkarya bagi generasi muda,” ujarnya kepada cimutnews.co.id.

Baca juga  Bazar Durian Sumberasri Blitar Diserbu Pengunjung, Harga Durian Mulai Rp 15 Ribu, Ada Kontes Berhadiah Jutaan Rupiah

Ia menambahkan, kunjungan langsung ke lingkungan teaching factory membantu pihak kampus memahami kebutuhan riil siswa SMK, baik dari sisi kurikulum, pelatihan lanjutan, maupun peluang studi ke jenjang perguruan tinggi. Informasi tersebut dinilai penting sebagai dasar penyusunan program kerja sama pendidikan yang lebih terarah.

Sementara itu, pimpinan SMK Bina Bangsa, H. Ahmad Bermawi, menyatakan kebanggaannya atas kunjungan akademisi FST UIN Raden Fatah. Menurutnya, perhatian dari perguruan tinggi menjadi motivasi tersendiri bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis praktik industri.
“Kami merasa terhormat karena rombongan dapat melihat langsung proses perakitan lampu oleh siswa. Ini menunjukkan bahwa fasilitas dan program pembelajaran kami diarahkan untuk menyiapkan lulusan yang siap kerja,” tuturnya.

Dari hasil peninjauan, proses produksi yang melibatkan siswa secara aktif dinilai sebagai langkah positif dalam membangun budaya kerja sejak di bangku sekolah. Model pembelajaran ini memungkinkan siswa memahami standar kualitas, efisiensi produksi, serta tanggung jawab profesional yang dibutuhkan di dunia industri.

Meski demikian, sejumlah pengamat pendidikan menilai penguatan teaching factory tetap memerlukan dukungan berkelanjutan, baik dari sisi peralatan, kurikulum adaptif, hingga kemitraan industri. Tanpa dukungan tersebut, inovasi sekolah berpotensi berhenti pada tahap demonstratif dan belum sepenuhnya terintegrasi dengan kebutuhan pasar kerja.

Kunjungan FST juga dipandang sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan terpadu di Sumatera Selatan. Kolaborasi antara SMK dan perguruan tinggi diharapkan membuka jalur pembinaan berjenjang, mulai dari pelatihan keterampilan, penelitian terapan, hingga peluang melanjutkan studi bagi lulusan vokasi.

Selain aspek akademik, kegiatan ini turut memberi dampak psikologis positif bagi siswa. Interaksi langsung dengan dunia kampus dapat meningkatkan motivasi belajar sekaligus memperluas pandangan tentang pilihan karier di masa depan. Harapannya, siswa tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan kompetensi melalui pendidikan tinggi.

Baca juga  Korban Tenggelam Speedboat OKI Ditemukan, Ini Kronologi dan Lokasi Penemuan Iwan

Para pihak berharap sinergi yang terbangun tidak berhenti pada kunjungan seremonial, melainkan berlanjut pada program konkret seperti pelatihan bersama, pendampingan inovasi produk, hingga kerja sama penelitian terapan. Transparansi rencana kolaborasi juga dinilai penting agar manfaatnya dapat dirasakan luas oleh dunia pendidikan daerah.

Masyarakat pendidikan di OKI pun diimbau terus mendukung inovasi sekolah vokasi sebagai bagian dari peningkatan kualitas generasi muda. Peran orang tua, pemerintah daerah, dan dunia usaha menjadi faktor kunci dalam memastikan lulusan memiliki daya saing di tengah perubahan teknologi global.

cimutnews.co.id berkomitmen menyajikan informasi pendidikan secara akurat, berimbang, dan terpercaya. Perkembangan kerja sama antara FST UIN Raden Fatah dan SMK Bina Bangsa akan terus dipantau guna memastikan kontribusinya terhadap peningkatan mutu pendidikan vokasi di daerah tetap berjalan transparan dan berkelanjutan. (Asep)

Sumber: Hasil wawancara cimutnews.co.id dengan pihak FST UIN Raden Fatah dan SMK Bina Bangsa Kayuagung.