
PALEMBANG, cimutnews.co.id — Komunitas sepak bola veteran Old Star Sumsel menggelar fun game bertajuk “Happy-Happy Idul Fitri” di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (29/3/2026) sore.
Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00 hingga 18.00 WIB ini melibatkan para wali murid dari Palembang Soccer Skills serta sejumlah mantan pemain profesional, menciptakan suasana kebersamaan lintas generasi.
Kebersamaan Idul Fitri dalam Balutan Sepak Bola
Empat Tim Ramaikan Laga Internal
Fun game ini diikuti empat tim dengan komposisi usia dan latar belakang beragam, yakni:
- Old Star Sumsel Kuning
- Tim wali murid SSB PSS
- Old Star Sumsel Merah (U-35 hingga U-70)
- Old Star Sumsel Putih Ungu (U-45 hingga U-60)
Pertandingan berlangsung santai tanpa tekanan kompetisi, namun tetap menjunjung sportivitas.
Tokoh dan Mantan Pemain Ikut Ambil Bagian
Sejumlah nama turut meramaikan laga, termasuk Fauzi Toldo yang pernah memperkuat Sriwijaya FC.
Tim Merah dipimpin Muhtar yang telah berusia 70 tahun, sementara tim Putih Ungu dikomandoi Kompol Burnani. Tim Kuning dipimpin Alim, tokoh komunitas setempat.
Stadion Jakabaring Jadi Simbol Momen Istimewa
Bermain di Lapangan Berstandar Internasional
Kegiatan ini terasa spesial karena digelar di stadion kebanggaan Sumatera Selatan yang juga menjadi kandang Sumsel United.
Lapangan berstandar internasional tersebut biasanya hanya digunakan untuk pertandingan profesional, sehingga pengalaman bermain langsung menjadi nilai tersendiri bagi peserta.
Pengalaman Tak Terlupakan bagi Wali Murid
Ketua SSB PSS, Edi Triono, menyebut kegiatan ini memberikan pengalaman unik bagi para orang tua siswa.
Bagi banyak peserta, ini adalah kali pertama merasakan atmosfer bermain di stadion besar yang selama ini hanya mereka saksikan dari tribun.
Dari Silaturahmi hingga Laga Persahabatan
Dimulai Sore Hari, Diakhiri Kebersamaan
Kegiatan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dengan sesi pemanasan dan pembagian tim. Setelah itu, pertandingan internal berlangsung dalam beberapa sesi singkat.
Menjelang pukul 18.00 WIB, acara ditutup dengan sesi foto bersama dan silaturahmi antar peserta.
Momentum Idul Fitri Dimanfaatkan Komunitas
Pemilihan momen Idul Fitri 1447 H bukan tanpa alasan. Selain sebagai ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi sarana halal bihalal antar anggota komunitas sepak bola di Palembang.
Peran Komunitas dan Pembinaan Sepak Bola Usia Dini
SSB PSS dan Program Super Dad
SSB PSS diketahui memiliki komunitas khusus wali murid bernama “Super Dad”, yang rutin berlatih setiap pekan.
Program ini bertujuan:
- Mendorong gaya hidup sehat bagi orang tua
- Mempererat hubungan orang tua dan anak
- Mendukung aktivitas sepak bola usia dini
Pembinaan Berbasis Standar Nasional
Sebagai akademi yang terafiliasi dengan PSSI, SSB PSS menjalankan program latihan empat kali dalam sepekan.
Mereka juga aktif mengikuti berbagai kompetisi seperti:
- Liga TopSkor
- Piala Soeratin
- Turnamen usia dini nasional
Sepak Bola sebagai Perekat Komunitas
Kegiatan ini menunjukkan bahwa sepak bola tidak hanya berfungsi sebagai olahraga kompetitif, tetapi juga sebagai media sosial yang efektif dalam membangun kebersamaan.
Interaksi antara generasi muda, orang tua, dan mantan pemain menciptakan ekosistem olahraga yang lebih inklusif.
Selain itu, kegiatan semacam ini dapat:
- Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam olahraga
- Mengurangi gaya hidup sedentari
- Memperkuat nilai sportivitas dan kebersamaan
Olahraga Rekreasional dan Revitalisasi Fungsi Stadion
Fun game Old Star Sumsel menjadi contoh bagaimana fasilitas olahraga besar dapat dimanfaatkan secara lebih inklusif. Stadion yang biasanya identik dengan pertandingan profesional kini juga berfungsi sebagai ruang publik untuk komunitas.
Pendekatan ini relevan dalam konteks optimalisasi aset daerah. Stadion tidak hanya menjadi simbol prestasi, tetapi juga sarana interaksi sosial yang produktif.
Di sisi lain, kegiatan ini juga memperlihatkan tren meningkatnya olahraga rekreasional di kalangan masyarakat urban. Sepak bola tidak lagi eksklusif bagi atlet, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup sehat lintas usia.
Keterlibatan wali murid dalam aktivitas sepak bola menunjukkan perubahan paradigma, dari sekadar pendukung menjadi partisipan aktif dalam ekosistem olahraga anak.
Potensi Pengembangan ke Depan
Jika dilakukan secara berkelanjutan, kegiatan seperti ini berpotensi menjadi agenda rutin komunitas olahraga di Palembang.
Kolaborasi antara komunitas, akademi, dan pemerintah daerah dapat memperkuat pembinaan sepak bola dari tingkat akar rumput hingga profesional.
Selain itu, pemanfaatan stadion untuk kegiatan non-kompetitif juga dapat meningkatkan nilai guna fasilitas sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap olahraga.
Momentum Idul Fitri yang dikemas dalam kegiatan olahraga ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dapat dibangun melalui cara sederhana namun bermakna. Ke depan, inisiatif serupa diharapkan terus berkembang sebagai bagian dari budaya olahraga yang inklusif dan berkelanjutan (Poerba)


















