Beranda Palembang Gubernur Herman Deru Buka Rakor TPID–TP2DD Sumsel 2025: Tekankan Sinergi Pengendalian Inflasi...

Gubernur Herman Deru Buka Rakor TPID–TP2DD Sumsel 2025: Tekankan Sinergi Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Daerah

61
0
1. Gubernur Sumsel Herman Deru membuka Rakor TPID–TP2DD Sumsel 2025. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id — Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru secara resmi membuka Rapat Koordinasi sekaligus Capacity Building High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) kabupaten/kota se-Sumatera Selatan. Kegiatan ini digelar di Hotel Aryaduta Palembang pada Selasa (2/12/2025), menghadirkan seluruh pemangku kepentingan yang bergerak dalam pengendalian inflasi, digitalisasi layanan, dan penguatan ekonomi daerah.

Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi agenda strategis di penghujung tahun 2025 untuk memperkuat konsolidasi antarinstansi, sekaligus mengevaluasi berbagai program pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi yang telah berjalan di masing-masing daerah.

Deru: Capaian Inflasi Sumsel Berkat Kekompakan Semua Pihak

Dalam sambutan pembukanya, Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa keberhasilan Sumatera Selatan sebagai salah satu provinsi dengan pengendalian inflasi terbaik tidak terlepas dari kolaborasi seluruh unsur yang terlibat.

“Ini berkat kekompakan kita semua—BI, BPS, OJK, TPID, TP2DD, OPD, hingga seluruh lapisan yang terus bersinergi membentuk citra positif bagi inflasi dan perkembangan ekonomi Sumatera Selatan,” ujar Deru.

Ia menekankan bahwa pengendalian inflasi merupakan kerja besar yang memerlukan strategi komprehensif. Sinergi antarlembaga menjadi kunci utama agar kebijakan pemerintah dapat dijalankan secara efektif, terutama dalam menghadapi dinamika harga pangan dan berbagai tantangan ekonomi global.

GSMP Diapresiasi sebagai Inovasi Efektif Hadapi Tantangan Inflasi

Gubernur juga menyoroti keberhasilan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), sebuah program inovatif yang diluncurkan pada 2021 sebagai respons terhadap ancaman inflasi pada masa pandemi. Program ini mendorong rumah tangga untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri, sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Menurut Deru, GSMP terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap kestabilan harga pangan di Sumsel.

Baca juga  BGN Gelar Bimtek Penjamah Makanan: Perkuat Standar Keamanan Menu MBG Menuju Zero Accident

“Gerakan Sumsel Mandiri Pangan telah menjawab tantangan nyata pengendalian inflasi di tengah keterbatasan saat pandemi. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat, tetapi juga menopang stabilitas harga secara keseluruhan,” jelasnya.

Gubernur Minta Rakor Tidak Sekadar Formalitas

Herman Deru mengingatkan bahwa forum koordinasi seperti ini harus dimanfaatkan sebagai ruang bertukar gagasan, merumuskan langkah konkret, dan menegaskan komitmen bersama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi.

“Jangan hanya menjadi agenda rutinitas. Pertemuan ini harus menghasilkan terobosan baru, memperkuat jaringan kerja, dan mendorong solusi nyata bagi peningkatan ekonomi daerah,” tegasnya.

BI Sumsel: 2025 Momentum Penguatan Outcome Pengendalian Inflasi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Bambang Pramono, dalam laporannya memberikan apresiasi kepada para penerima TPID dan TP2DD Awards 2025, yang dinilai berhasil menunjukkan kinerja unggul dalam pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah.

Menurut Bambang, tahun 2025 menjadi titik penting bagi daerah untuk memperkuat capaian pengendalian inflasi dan mendorong percepatan digitalisasi.

Bambang memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumsel berada pada kisaran 5,2%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,04%. Sementara itu, inflasi tahunan Sumatera Selatan tercatat sebesar 2,91%, sedikit di atas angka inflasi nasional yang berada di posisi 2,72%.

“Capaian ini menunjukkan bahwa Sumatera Selatan berhasil menjaga stabilitas, namun tetap perlu memperkuat koordinasi agar ke depan inflasi dapat ditekan lebih optimal,” ujar Bambang.

Digitalisasi Daerah Menjadi Pilar Pertumbuhan Ekonomi

Selain pengendalian inflasi, percepatan digitalisasi pemerintah daerah menjadi fokus utama TP2DD. Melalui digitalisasi transaksi dan layanan publik, pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan tata kelola keuangan.

Bank Indonesia menilai Sumsel memiliki potensi besar dalam memperluas ekosistem digital, terutama dalam sistem pembayaran elektronik, penguatan UMKM digital, dan optimalisasi PAD melalui transaksi nontunai.

Baca juga  Herman Deru Resmikan Masjid Roudhotul Jannah di Alang-Alang Lebar, Dorong Masjid Jadi Pusat Pembinaan Umat

Pemerintah Provinsi Sumsel bersama kabupaten/kota diharapkan terus mendorong inovasi digital agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Komitmen Bersama Menuju Ekonomi Sumsel yang Lebih Stabil

Rakor dan capacity building TPID–TP2DD ini menjadi momentum memperkuat kerja sama antarinstansi dalam menjaga stabilitas harga, memperluas digitalisasi, serta mendorong tata kelola ekonomi daerah yang lebih solid.

Dengan tantangan ekonomi yang semakin kompleks, kolaborasi menjadi fondasi utama untuk memastikan pembangunan di Sumatera Selatan bergerak ke arah yang lebih adaptif, inovatif, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.