Home Palembang Gubernur Herman Deru Lepas Ratusan Jamaah Haul Kiai Marogan ke-125, Targetkan Jadi...

Gubernur Herman Deru Lepas Ratusan Jamaah Haul Kiai Marogan ke-125, Targetkan Jadi Agenda Wisata Religi Tahunan Sumsel

32
0
Gubernur Sumsel, Dr. H. Herman Deru, saat melepas jamaah Haul Kiai Marogan ke-125 di halaman Masjid Lawang Kidul, Palembang. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id – Suasana khidmat menyelimuti halaman Masjid Lawang Kidul, Palembang, pada Minggu pagi (11/1/2026). Ratusan jamaah berkumpul untuk mengikuti Haul Kiai Marogan ke-125, sebuah tradisi keagamaan yang setiap tahun dinantikan masyarakat Sumatera Selatan. Di momen penuh makna tersebut, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru, secara resmi melepas para jamaah sekaligus menyampaikan komitmen besar untuk menjadikan Haul Kiai Marogan sebagai agenda wisata religi tahunan tingkat provinsi.

Haul Kiai Marogan Jadi Wisata Religi Andalan Sumsel

Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa Haul Kiai Marogan tidak hanya sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata religi. Ia menilai perjalanan spiritual mengenang perjuangan Kiai Marogan akan memberikan banyak manfaat, baik bagi masyarakat maupun perkembangan pariwisata Sumatera Selatan.

“Acara ini kita mulai dengan penuh keikhlasan dan semangat. Ke depan, kegiatan ini akan kita tetapkan sebagai agenda tahunan berupa wisata religi, yakni napak tilas Kiai Marogan dari Masjid Lawang Kidul menuju Masjid Kiai Marogan,” jelasnya di hadapan jamaah.

Gubernur mengungkapkan bahwa wisata religi tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi umat Muslim, untuk mengenal lebih dekat nilai perjuangan dan syiar Islam yang disebarkan Kiai Marogan lebih dari satu abad lalu.

Kiai Marogan: Ulama yang Menggerakkan Dakwah di Jalur Sungai

Herman Deru juga mengingatkan bahwa kedamaian dan kerukunan yang dirasakan masyarakat saat ini merupakan buah dari perjuangan para tokoh terdahulu. Salah satunya adalah Kiai Marogan, sosok ulama karismatik yang aktif menyebarkan ajaran Islam menggunakan jalur sungai, terutama Sungai Musi.

“Apa yang telah dilakukan oleh Kiai Marogan di masa lalu hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, khususnya umat Muslim, serta menjadi inspirasi dalam menjaga kerukunan dan kedamaian,” ujarnya.

Baca juga  Sentuhan Kepedulian Hj Eva Susanti: Bantu Biaya Sunat Anak Berkebutuhan Khusus di Palembang

Menurut Deru, nilai-nilai perjuangan tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tetap tumbuh rasa cinta terhadap ulama, sejarah, dan peradaban Islam di Sumatera Selatan.

Menjaga Kebersihan Sungai Musi: Bagian dari Syiar Islam

Di hadapan jamaah haul, Gubernur juga menyampaikan pesan penting mengenai kelestarian lingkungan, khususnya kondisi Sungai Musi yang pernah menjadi pusat aktivitas Kiai Marogan. Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan sungai bukan hanya kewajiban ekologis, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap sejarah dakwah sang ulama besar.

“Kebersihan Sungai Musi harus kita jaga. Salah satu alasan masjid dibangun di tepi sungai adalah untuk memudahkan umat Islam memperoleh air untuk berwudhu. Karena itu, kebersihan air Sungai Musi harus dijaga dan tidak dicemari,” tegas Herman Deru.

Pernyataan ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa kelestarian lingkungan adalah bagian dari nilai spiritual yang harus dilestarikan.

Zuriat Diminta Terlibat Aktif dalam Pengembangan Wisata Religi

Sebagai bentuk keseriusan terhadap rencana wisata religi tahunan, Herman Deru meminta para zuriat Kiai Marogan untuk terus berkoordinasi dan berperan aktif dalam penyelenggaraan kegiatan ke depan. Ia berharap kolaborasi pemerintah dan keluarga ulama akan melahirkan agenda wisata yang benar-benar merepresentasikan perjuangan Kiai Marogan.

“Pada haul-haul berikutnya, pelaksanaannya harus semakin mendekati apa yang telah dilakukan Kiai Marogan dahulu. Saya berharap para zuriat dapat membantu mewujudkannya,” ujarnya menutup sambutan.

Zikir Bersama Menyusuri Sungai Musi

Usai melepas rombongan, Herman Deru bersama Wali Kota Palembang, H. Ratu Dewa, para kiai, ulama, ustadz, dan ratusan jamaah kemudian melaksanakan zikir bersama di atas kapal. Rombongan berlayar menyusuri Sungai Musi menuju Masjid Kiai Marogan di Kertapati, menggunakan transportasi air—sebuah simbol perjalanan dakwah khas Kiai Marogan pada masanya.

Baca juga  Pelaku Pembunuhan Berencana di 15 Ilir Dibekuk di Bandung, Polisi Beberkan Motif dan Kronologi Lengkap

Pemandangan spiritual ini menciptakan suasana haru sekaligus nostalgia, mengingatkan masyarakat bahwa sungai pernah menjadi jalur penting dalam penyebaran Islam di Sumatera Selatan.

Haul yang Menguatkan Identitas Keislaman Sumsel

Bagi masyarakat Sumatera Selatan, Haul Kiai Marogan bukan hanya tradisi doa bersama. Lebih dari itu, haul ini menjadi refleksi sejarah, memperkuat identitas keislaman lokal, serta menjadi sarana edukasi bagi generasi muda mengenai peran ulama dalam membangun peradaban di bumi Sriwijaya.

Dengan rencana penetapan sebagai wisata religi tahunan, agenda ini diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata, menggerakkan ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat persatuan umat. (Poerba)