Home Palembang Gubernur Herman Deru Tekankan Pentingnya Integrasi Hulu–Hilir untuk Perkuat Ketahanan Pangan Sumsel

Gubernur Herman Deru Tekankan Pentingnya Integrasi Hulu–Hilir untuk Perkuat Ketahanan Pangan Sumsel

53
0
Gubernur Sumsel Herman Deru saat menerima paparan dari PT Paskomnas terkait pengelolaan hulu–hilir ketahanan pangan di Ruang Rapat Gubernur. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru kembali menegaskan bahwa menjaga stabilitas ketahanan pangan tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan integrasi menyeluruh antara sektor hulu hingga hilir, mulai dari tahap budidaya, produksi, distribusi, hingga pemasaran.

Penegasan tersebut ia sampaikan usai menerima paparan Program Management Pengelolaan Hulu dan Hilir Penunjang Ketahanan Pangan yang dipresentasikan oleh PT Paskomnas di Ruang Rapat Gubernur, Rabu (26/11/2025).

Gubernur menilai konsep integrasi yang disampaikan Paskomnas merupakan jawaban atas tantangan pangan yang semakin kompleks, terutama di tengah dinamika pasokan dan fluktuasi harga yang kerap memicu gejolak ekonomi daerah.

Integrasi Pangan Menjadi Kebutuhan Mendesak

Dalam arahannya, Herman Deru menekankan bahwa konektivitas yang kuat antara penghasil pangan di daerah (hulu) dan pasar induk sebagai pusat distribusi (hilir) menjadi kunci menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

“Integrasi ini bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan mendesak. Dengan penyelarasan produksi dan distribusi, kita dapat memastikan daya tahan pangan Sumsel tetap kuat,” ujar Deru.

Menurutnya, dinamika pasokan yang tidak seimbang kerap menjadi penyebab utama terjadinya gejolak harga pangan. Hal ini, jika tidak dikelola dengan baik, dapat berdampak langsung pada inflasi daerah dan daya beli masyarakat.

Apresiasi untuk PT Paskomnas

Gubernur juga memberikan apresiasi kepada PT Paskomnas, yang selama ini dikenal memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan pasar induk di tingkat nasional. Ia menyebut pemaparan Paskomnas sangat komprehensif dan memberi ruang diskusi mendalam untuk memperkuat ekosistem pangan Sumsel.

“Beliau bukan hanya mempresentasikan konsep, tetapi mengajak kita membahas tuntas bagaimana menghubungkan hulu dan hilir untuk ketahanan pangan Sumsel. Paparan tadi sangat detail dan tertata,” puji Herman Deru.

Baca juga  Wagub Cik Ujang Tegaskan Komitmen Pembinaan Sepak Bola Usia Dini, Pemprov Sumsel Buka Kolaborasi dengan Yayasan Ras Jaya

PT Paskomnas, kata Deru, menawarkan pendekatan integratif yang tak hanya berfokus pada aspek distribusi, tetapi juga pembinaan kepada petani terkait pola tanam dan peningkatan kualitas hasil panen. Pendekatan ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing komoditas lokal.

Pasokan Lokal Baru 60 Persen: Masih Banyak Peluang

Salah satu catatan penting yang disoroti Gubernur adalah fakta bahwa Pasar Induk Jakabaring masih menerima sekitar 40 persen pasokan dari luar daerah. Artinya, pasokan lokal baru memenuhi sekitar 60 persen kebutuhan.

Kondisi ini menunjukkan masih besar peluang bagi daerah-daerah penghasil komoditas hortikultura di Sumsel—seperti OKU Selatan, OKU Timur, Lahat, dan OKI—untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas pasar.

“Ini potensi besar. Kita harus optimalkan daerah-daerah penghasil untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri. Paskomnas juga sudah berkomitmen bekerja sama dengan kabupaten/kota untuk menutup kekurangan pasokan itu,” jelas Deru.

Tidak hanya itu, Paskomnas juga siap memberikan pembinaan dan pendampingan kepada petani agar kualitas produksi semakin baik, sehingga mampu bersaing dengan komoditas dari luar Jawa yang selama ini cukup mendominasi pasar.

Kestabilan Harga Jadi Prioritas Utama

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur kembali menyinggung pentingnya integrasi pangan demi menjaga stabilitas harga. Menurutnya, ketidaksinkronan antara produksi petani dengan kebutuhan pasar menjadi pemicu paling sering terjadinya fluktuasi harga.

Banyak pasar di Palembang dan wilayah Sumsel lainnya menerima suplai dari berbagai daerah luar provinsi. Jika pasokan tidak seimbang, maka harga pangan sangat mudah melonjak. Kondisi ini memengaruhi langsung inflasi, daya beli masyarakat, dan kesejahteraan petani.

“Integrasi ini bukan sekadar soal pasokan, tetapi juga soal bagaimana menjaga daya beli masyarakat tetap kuat,” tegas Deru.

Akhir Program: Kesejahteraan Petani dan Harga Terjangkau

Baca juga  BBRMP Jawa Tengah Matangkan Rencana Aksi 2026 Lewat In-Depth Discussion, Fokus Dampak Nyata Modernisasi Pertanian

Herman Deru memastikan bahwa orientasi utama dari program integrasi hulu–hilir ini adalah meningkatkan kesejahteraan petani serta menjaga harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat.

Ia menambahkan bahwa Sumsel kembali mencatat prestasi sebagai salah satu provinsi terbaik dalam pengendalian inflasi nasional. Atas capaian tersebut, Provinsi Sumsel dijadwalkan menerima penghargaan langsung dari Presiden pada 28 November mendatang.

Capaian ini menunjukkan bahwa langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas pangan daerah berjalan di jalur yang tepat. Integrasi sistem pangan disebut menjadi fondasi penting agar Sumsel semakin mandiri, berdaya saing, dan tahan terhadap guncangan ekonomi. (Poerba)