Beranda Nusantara Harapan Warga Bopunjur Menguat: Prof. Sutan Dorong Percepatan Pembangunan Tol Lintas Selatan...

Harapan Warga Bopunjur Menguat: Prof. Sutan Dorong Percepatan Pembangunan Tol Lintas Selatan Jawa Barat

38
0
Situasi kemacetan di jalur Puncak yang semakin padat pada akhir pekan. (Foto: Timred/CN)

, cimutnews.co.id – Hampir sepuluh tahun lamanya masyarakat Bogor, Puncak, dan Cianjur (Bopunjur) menanti solusi nyata untuk mengurai kemacetan yang semakin kronis. Jalan utama Bogor–Puncak–Cianjur yang menjadi urat nadi pariwisata sekaligus jalur ekonomi kini kian padat dan tak lagi mampu menampung volume kendaraan—terutama pada akhir pekan dan musim liburan.

Di tengah penantian panjang itu, harapan masyarakat kembali mencuat setelah dukungan kuat disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SE., SH., MH., Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional, sekaligus Presiden Partai Oposisi Merdeka.

Dalam wawancara bersama jajaran media cetak dan online dalam serta luar negeri, Selasa (25/11/2025) di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta, ia menegaskan pentingnya percepatan pembangunan Tol Lintas Selatan Jawa Barat, sebuah proyek yang selama ini menjadi wacana tak kunjung terlaksana.

Harapan Besar untuk Presiden Prabowo

Melalui sambungan telepon seluler, Prof. Sutan menyampaikan optimisme bahwa Presiden RI, H. Prabowo Subianto, mampu merealisasikan harapan masyarakat Bopunjur yang telah lama mendambakan jalan tol sebagai jalur alternatif.

“Saya menaruh harapan besar kepada Presiden Prabowo yang sangat merakyat. Insya Allah beliau mampu mewujudkan impian masyarakat Bogor–Puncak–Cianjur untuk memiliki jalan tol yang selama ini sekadar wacana,” ujar Prof. Sutan.

Menurutnya, keberadaan tol di wilayah selatan menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar proyek pembangunan. Kemacetan parah yang terjadi sepanjang 15 tahun terakhir telah menimbulkan kerugian sosial dan ekonomi yang besar.

Kemacetan 15 Tahun: Kerugian Tak Terelakkan

Jalur Bogor–Ciawi–Puncak–Cisarua hingga Cianjur dikenal sebagai salah satu titik lalu lintas tersibuk di Jawa Barat. Setiap akhir pekan, sekitar 150.000 kendaraan melintas melalui jalur ini.

Dampaknya, waktu tempuh semakin tak masuk akal. Rute Bogor–Puncak yang seharusnya dapat diselesaikan dalam 1–1,5 jam, kini bisa mencapai 3 jam. Sementara perjalanan menuju Cianjur bahkan memakan waktu hingga 6 jam.

Baca juga  Kapolres Blitar Bersama Bupati Dan Forkopimda Laksanakan Panen Raya Di Kabupaten Blitar

Prof. Sutan menilai kondisi itu sebagai hambatan serius bagi pertumbuhan ekonomi.

“Banyak warga membatalkan perjalanan ke Cipanas dan Cianjur karena terjebak macet berjam-jam. Ini jelas merugikan masyarakat dan dunia usaha,” tegasnya.

Titik-titik rawan seperti Gadog, Megamendung, Cisarua, Tugu, hingga jalur Cipanas menjadi simpul kemacetan yang belum tertangani secara sistematis.

Tol Bogor–Cianjur: Jalur Strategis Menggerakkan Ekonomi Selatan Jabar

Prof. Sutan memaparkan bahwa pembangunan jalan tol dari Bogor–Ciawi–Caringin–Cigombong–Cisarua–Cipanas hingga Cianjur akan menjadi katalis percepatan ekonomi wilayah selatan Jawa Barat. Selama ini, akses terbatas membuat potensi ekonomi di kawasan tersebut belum tergarap maksimal.

“Jika tol ini terwujud, perjalanan Bogor–Cianjur bisa hanya satu jam. Dampaknya luar biasa untuk pariwisata, perdagangan, dan industri,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan tol terbukti menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi nasional, sebagaimana terjadi di kawasan Pantura. Namun saat ini tol Jakarta–Cikampek–Bandung sudah terlalu padat dan tidak memadai menampung mobilitas masyarakat.

Karena itu, jalur selatan perlu mendapat prioritas untuk mendukung distribusi barang, pengembangan kawasan baru, serta pemerataan pertumbuhan antarwilayah.

Mendorong Pemerataan Pembangunan Jawa Barat

Menurut Prof. Sutan, pembangunan jalan tol di selatan Jabar merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pemerataan pembangunan. Selama ini, sebagian besar infrastruktur terpusat di wilayah utara seperti Bekasi, Karawang, dan Cirebon.

“Jika sarana dan prasarana jalan ditata dengan baik, industri berkembang pesat, pusat ekonomi baru tumbuh, dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Itulah esensi pembangunan nasional,” paparnya.

Tol Bogor–Cianjur juga dikatakan akan memperkuat konektivitas menuju Bandung sebagai pusat pemerintahan Jawa Barat, sekaligus membuka peluang investasi di sektor pariwisata, UMKM, dan agroindustri.

Pesan untuk Presiden RI: Prioritaskan Tol Selatan Jabar

Menutup keterangannya, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal kembali menegaskan permohonan masyarakat agar pembangunan tol selatan Jawa Barat menjadi prioritas nasional.

Baca juga  Operasi Keselamatan Semeru 2025 Resmi Dimulai, Polres Blitar Siap Wujudkan Jalan Raya yang Aman

“Ini permintaan serius dari masyarakat. Tol Bogor–Ciawi–Cianjur bukan hanya proyek infrastruktur, tetapi kebutuhan mendesak yang menentukan masa depan ekonomi wilayah selatan Jawa Barat. Semoga Presiden mengutamakan dan merealisasikannya demi kepentingan rakyat,” tutupnya.

Selain dikenal sebagai pakar hukum internasional dan ekonom, Prof. Sutan juga menjabat sebagai Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompii, serta Pendiri dan Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Pluss. (Timred/CN)