Beranda Ogan Komering Ilir Harga Daging Sapi Naik Jelang Lebaran 2026, Pemkab OKI Gelar Operasi Pasar...

Harga Daging Sapi Naik Jelang Lebaran 2026, Pemkab OKI Gelar Operasi Pasar Rp150 Ribu/Kg

8
0
Petugas Disbunnak OKI melayani warga dalam operasi pasar daging sapi murah di Pasar Kayuagung jelang Idul Fitri 1447 H.(Foto:Asep/cimutnews.co.id)

OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.idHarga daging sapi naik jelang Idul Fitri 1447 H, mendorong Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) menggelar operasi pasar di Pasar Kayuagung, Kamis (19/3/2026). Langkah ini dilakukan untuk menekan lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan dan terbatasnya pasokan dari luar daerah, khususnya Lampung.

Operasi Pasar Tekan Harga Daging

Dalam operasi pasar tersebut, daging sapi dijual dengan harga Rp150.000 per kilogram, lebih rendah dibanding harga pasar yang telah mencapai Rp180.000/kg, tergantung jenis dan kualitas.

Kepala Disbunnak OKI Dedy Kurniawan melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sadi Purwanto, mengatakan kebijakan ini merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

“Upaya ini diharapkan mampu menjadi penyeimbang harga di pasar tradisional sekaligus memberi alternatif bagi masyarakat,” ujar Sadi di Pasar Kayuagung.

Selain daging sapi, operasi pasar juga menyasar komoditas lain seperti ayam dan telur dengan harga yang lebih terjangkau.

Pasokan Terbatas, Permintaan Meningkat

Sadi menjelaskan, lonjakan harga tidak lepas dari keterbatasan pasokan sapi, terutama dari Lampung yang selama ini menjadi salah satu pemasok utama ke OKI. Sebagian distribusi dari daerah tersebut dialihkan ke wilayah lain, sehingga pasokan ke OKI berkurang.

“Permintaan naik signifikan jelang Lebaran, sementara pasokan terbatas. Ini yang mendorong harga naik,” jelasnya.

Meski demikian, berdasarkan hasil pemantauan, kenaikan harga dinilai masih dalam batas wajar dan bersifat musiman. Faktor seperti meningkatnya kebutuhan masyarakat, biaya distribusi, serta rantai pasok turut memengaruhi harga di tingkat konsumen.

Pedagang: Harga Naik Masih Wajar

Dari sisi pelaku pasar, pedagang mengakui adanya kenaikan harga, namun belum pada level yang mengkhawatirkan.

Baca juga  Rp 60 Miliar Dana Inpres Untuk Perbaikan Jalan Talang Jaya-Cengal

“Kenaikan memang ada, tapi masih wajar karena harga beli sapi dari peternak juga naik,” kata Haji Yanto, pedagang daging di Pasar Kayuagung.

Ia menambahkan, tingginya harga sapi dari daerah pemasok serta biaya transportasi menjadi faktor utama yang memengaruhi harga jual di pasar.

Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Haji Jahri, yang menilai perbedaan harga juga dipengaruhi kualitas dan jenis daging.

“Tidak bisa disamaratakan. Beda bagian dan kualitas, tentu beda harga,” ujarnya.

Menurutnya, kualitas daging sangat dipengaruhi oleh pola pakan, sistem pemeliharaan, jenis sapi, hingga kondisi geografis daerah asal.

Upaya Stabilkan Harga Jelang Lebaran

Langkah operasi pasar ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan strategis menjelang hari besar keagamaan. Intervensi dilakukan agar inflasi daerah tetap terkendali dan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok.

Pemerintah daerah juga terus memantau distribusi dan ketersediaan stok agar tidak terjadi kelangkaan di pasar tradisional.

Penutup

Pemkab OKI mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja serta tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu lonjakan harga.

“Kami berharap masyarakat tetap tenang, karena pemerintah akan terus hadir menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan,” tegas Sadi. (Asep)