Beranda Nasional Hotman Paris Soroti Kontroversi Alumni LPDP Pamer Paspor Asing Anak, Desak Klarifikasi...

Hotman Paris Soroti Kontroversi Alumni LPDP Pamer Paspor Asing Anak, Desak Klarifikasi hingga Pengembalian Beasiswa

36
0
Polemik alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas yang memamerkan paspor warga negara asing (WNA) milik anaknya terus bergulir dan memicu reaksi publik. (Foto: (Instagram @sasetyaningtyas)

Jakarta, cimutnews.co.id – Polemik alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas yang memamerkan paspor warga negara asing (WNA) milik anaknya terus bergulir dan memicu reaksi publik. Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea turut angkat suara, bahkan meluapkan kekesalan secara terbuka melalui media sosial.

Kontroversi ini mencuat setelah Dwi Sasetyaningtyas mengunggah pernyataan yang dinilai merendahkan status kewarganegaraan Indonesia (WNI), terutama dalam konteks masa depan anak-anaknya. Sikap tersebut menuai kritik, terlebih karena Dwi merupakan penerima beasiswa dari negara melalui program LPDP.

Sorotan Tajam Hotman Paris

Mengutip dari TRIBUNSTYLE.COM, Hotman Paris secara tegas mempertanyakan sikap Dwi yang dianggap tidak menghargai negara yang telah membiayai pendidikannya.

Dalam unggahannya di Instagram pada Rabu (25/2/2026), Hotman bahkan melontarkan ultimatum keras.

Hei, kamu yang teriak-teriak mengatakan tidak mau anaknya WNI, sedangkan kamu menginjak luar negeri adalah uang dari beasiswa negara. Aku somasi kamu. Kembalikan itu beasiswa, atau kamu minta maaf kepada publik,” tegasnya.

Hotman menekankan bahwa dana beasiswa LPDP bukanlah bantuan gratis, melainkan berasal dari pajak rakyat Indonesia, termasuk Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Lu tahu enggak, uang yang menyekolahkan kamu juga dari pajak rakyat. Dari PPh, dari PPN, semua itu kontribusi masyarakat,” lanjutnya.

Usulan Ekstrem hingga Cabut Kewarganegaraan

Tak hanya sebatas kritik, Hotman Paris juga mengusulkan langkah tegas kepada pemerintah. Ia meminta Presiden untuk mempertimbangkan pencabutan kewarganegaraan terhadap Dwi Sasetyaningtyas.

Menurutnya, pernyataan yang dinilai tidak bangga terhadap identitas Indonesia dapat mencoreng martabat bangsa di kancah internasional.

Saya usulkan kepada bapak presiden, cabut kewarganegaraannya. Itu sudah menghina bangsa di dunia internasional,” ujarnya.

Baca juga  AKBP Risnan Aldino Resmi Pimpin Polres Banyuasin: Jejak Karier Cemerlang dari Perairan hingga Penegakan Lalu Lintas

Pernyataan tersebut pun memantik diskusi lebih luas di ruang publik, termasuk soal batas kebebasan berpendapat dan tanggung jawab moral penerima beasiswa negara.

Awal Mula Kontroversi Viral

Polemik ini bermula dari unggahan Dwi di Instagram dan Threads. Dalam kontennya, ia memperlihatkan dokumen resmi dari otoritas Inggris yang menyatakan anak keduanya telah resmi menjadi warga negara Inggris.

Dalam narasi yang ditulis, Dwi menyampaikan pernyataan yang kemudian viral:

I know the world seems unfair. Tapi cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu.

Unggahan tersebut memicu gelombang kritik dari warganet. Banyak yang menilai pernyataan tersebut kurang bijak, terutama mengingat latar belakangnya sebagai penerima beasiswa LPDP.

Konteks Nasional: Beasiswa Negara dan Tanggung Jawab Moral

Program LPDP merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pendanaannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang bersumber dari pajak masyarakat.

Karena itu, penerima beasiswa tidak hanya memiliki kewajiban akademik, tetapi juga tanggung jawab moral untuk berkontribusi bagi bangsa.

Kasus ini pun memunculkan diskursus publik terkait etika, nasionalisme, dan komitmen alumni LPDP terhadap Indonesia.

Rekam Jejak dan Pengabdian Dwi Sasetyaningtyas

Di tengah polemik, rekam jejak Dwi juga turut menjadi sorotan. Ia diketahui merupakan lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung dan melanjutkan studi magister di Delft University of Technology dengan beasiswa LPDP pada 2015–2017.

Selama masa pengabdian di Indonesia (2017–2023), Dwi tercatat aktif dalam berbagai kegiatan sosial, antara lain:

  • Menginisiasi penanaman 10.000 pohon bakau di wilayah pesisir
  • Memberdayakan ibu rumah tangga agar memiliki penghasilan mandiri
  • Terlibat dalam penanggulangan bencana di Sumatera
  • Berkontribusi dalam pembangunan sekolah di Nusa Tenggara Timur
Baca juga  Dandim 0418 Palembang Hadiri Jalan Santai Kodam II Sriwijaya, Perkuat Kebugaran dan Soliditas Prajurit

Namun, kontribusi tersebut kini tertutup oleh polemik pernyataannya yang viral di media sosial.

Respons Publik dan Harapan ke Depan

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Dwi Sasetyaningtyas terkait polemik tersebut. Sementara itu, publik masih menantikan klarifikasi langsung untuk meredam kontroversi yang terus berkembang.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa ruang digital memiliki dampak luas terhadap persepsi publik. Terlebih bagi figur yang memiliki latar belakang pendidikan dan akses dari negara, setiap pernyataan dinilai memiliki konsekuensi sosial yang besar.

Diharapkan, polemik ini dapat menjadi bahan refleksi bersama, baik bagi penerima beasiswa negara maupun masyarakat luas, untuk tetap menjaga etika, tanggung jawab, serta rasa hormat terhadap identitas bangsa di tengah dinamika global.Timred/CN)

Sumber : TRIBUNSTYLE.COM