Home Nusantara ICT Watch: Membuka Ruang Belajar dan Diskusi AI untuk Perempuan

ICT Watch: Membuka Ruang Belajar dan Diskusi AI untuk Perempuan

50
0
peluncuran dan pelatihan HerTech: Perempuan Berdaya AI yang secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), HET Wahyu Nugroho, S.I.P., M.Si., di Ruang Seminar FISIP Kampus II UPN “Veteran” Yogyakarta, Kamis (13/11/2025). (Foto:Kominfi DIY/Timred/CN)

YOGYAKARTA, cimutnews.co.id – Upaya memperkuat literasi digital yang berperspektif inklusif terus digencarkan di Yogyakarta. Salah satunya melalui peluncuran dan pelatihan HerTech: Perempuan Berdaya AI yang secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), HET Wahyu Nugroho, S.I.P., M.Si., di Ruang Seminar FISIP Kampus II UPN “Veteran” Yogyakarta, Kamis (13/11/2025).

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, mulai dari Pendiri ICT Watch Donny B.U., S.T., M.Si., hingga Dekan Fakultas Teknik Industri UPN “Veteran” Yogyakarta, Dr. Awang Hendrianto P., S.T., M.T. serta peserta umum, mayoritas perempuan dari berbagai kalangan.

Program pelatihan tersebut menjadi ruang belajar bersama bagi masyarakat, khususnya perempuan, untuk memahami manfaat, peluang, dan tantangan teknologi kecerdasan buatan (AI) di tengah derasnya arus digitalisasi.

Pemberian cindra mata (Foto:Kominfo DIT/Timred/CN)

Kominfo DIY Apresiasi Konsistensi ICT Watch dalam Literasi Digital

Dalam sambutannya, Wahyu Nugroho menyampaikan apresiasi tinggi terhadap ICT Watch yang sejak lama berkomitmen memperkuat literasi digital masyarakat Indonesia. Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut manusia untuk adaptif tanpa kehilangan nilai kemanusiaan.

Kita hidup di masa dunia bergerak cepat, mengubah cara kita belajar dan berinteraksi. AI boleh cerdas, tetapi kita manusia punya hati dan kesadaran. Pelatihan ini bukan hanya tentang mengenal AI, tetapi tentang keberanian dan kepercayaan diri untuk beradaptasi dan berinovasi,” ujarnya.

Wahyu menekankan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam ekosistem digital, baik sebagai pengguna, pendidik, maupun pengambil keputusan di lingkup keluarga maupun masyarakat.

ICT Watch: Membuka Ruang Belajar dan Diskusi AI untuk Perempuan

Pendiri ICT Watch, Donny B.U., dalam penyampaiannya menyebut bahwa pelatihan ini dirancang sebagai wadah inklusif untuk memahami teknologi AI dari sudut pandang yang sederhana dan memberdayakan.

Baca juga  Bupati Egi Pratama Resmikan Jalan Way Harong–Simpang Sidoharjo: Infrastruktur Mantap, Ekonomi Lampung Selatan Kian Tumbuh

Kami ingin berdiskusi bersama, memahami AI itu seperti apa, apa yang bisa didapat, dan bagaimana manfaat positifnya. Harapannya, kolaborasi dengan Dinas Kominfo DIY bisa memberi dampak bagi keluarga dan perekonomian Yogyakarta,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelatihan ini tidak hanya memperkenalkan teknologi, tetapi juga mengajak peserta untuk memahami sisi etik, keamanan data, serta potensi risiko digital yang mungkin muncul di era AI.

ICT Watch sendiri merupakan organisasi masyarakat sipil yang sejak tahun 2002 berfokus pada isu literasi digital, keamanan digital, dan hak-hak digital, terutama bagi kelompok rentan.

HerTech: Melahirkan Perempuan Cakap AI, Etis dan Produktif

HerTech: Perempuan Berdaya AI merupakan inisiatif strategis yang lahir dari pengalaman panjang ICT Watch dalam mendampingi masyarakat dalam isu digital. Program ini dirancang untuk:

  • meningkatkan pemahaman perempuan tentang konsep dasar AI,
  • memperkenalkan penggunaan teknologi AI secara produktif dan aman,
  • membangun kesadaran tentang etika dan hak digital,
  • serta memperkuat kemampuan perempuan menghadapi risiko di ruang digital.

Melalui program ini, peserta tidak hanya diberikan pemahaman teknis, tetapi juga diajak untuk mengkritisi bagaimana AI bekerja, siapa yang mengontrolnya, dan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian perempuan.

Pelatihan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi, praktik langsung, hingga simulasi penggunaan aplikasi berbasis kecerdasan buatan.

Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Sipil untuk Literasi Digital Inklusif

Program HerTech menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat sipil dalam upaya menciptakan ruang digital yang aman, etis, dan inklusif bagi perempuan.

Dekan Fakultas Teknik Industri UPN “Veteran” Yogyakarta, Dr. Awang Hendrianto, menyebut keterlibatan kampus dalam program ini sebagai bentuk kontribusi akademisi dalam membangun kapasitas digital masyarakat.

Baca juga  Walikota Blitar Menerima Kunjungan Kaesang Pangarep, Memaparkan Berbagai Inovasi dan Produk Unggulan Daerah

Di tengah revolusi teknologi yang terus bergerak cepat, keberadaan pelatihan semacam ini dianggap penting agar teknologi tidak hanya digunakan, tetapi juga dipahami secara kritis dan bertanggung jawab.

Menghadapi era digital yang semakin kompleks, perempuan diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga aktor penting yang mampu menciptakan solusi, inovasi, dan peluang ekonomi berbasis digital.

Perempuan Berdaya, Ekosistem Digital Semakin Kuat

Pelatihan HerTech menjadi langkah awal dari rangkaian program pemberdayaan perempuan di Yogyakarta. Dinas Kominfo DIY dan ICT Watch berharap program ini dapat diperluas jangkauannya agar semakin banyak perempuan di berbagai wilayah yang dapat memanfaatkan teknologi AI secara produktif dan aman.

Dengan kehadiran inisiatif seperti ini, perempuan tidak lagi sekadar objek pengguna teknologi, tetapi menjadi subjek penting dalam membentuk masa depan ekosistem digital Indonesia. (Timred/CN)

Sumber : Kominfo DIY