Beranda Lahat Jalan Khusus Batubara PT LBA Resmi Ground Breaking, Kapolres Lahat Tegaskan Komitmen...

Jalan Khusus Batubara PT LBA Resmi Ground Breaking, Kapolres Lahat Tegaskan Komitmen Keamanan dan Kelancaran Lalu Lintas

17
0
Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto saat prosesi peresmian dan ground breaking jalan khusus batubara PT LBA di KM 107 Desa Tanjung Jambu.(Foto: Antoni/cimutnews.co.id)

Lahat, cimutnews.co.id – Kapolres Lahat, AKBP Novi Edyanto, menghadiri kegiatan peresmian sekaligus ground breaking jalan khusus pertambangan batubara milik PT Levi Bersaudara Abadi (PT LBA) di Kecamatan Merapi Area, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, dan dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Lahat. Kehadiran Kapolres Lahat menjadi bagian dari dukungan institusi kepolisian terhadap pembangunan infrastruktur strategis daerah, khususnya yang berkaitan dengan ketertiban dan keselamatan lalu lintas masyarakat.

Acara peresmian dipusatkan di KM 107 Desa Tanjung Jambu. Jalan khusus sepanjang 26,4 kilometer ini dirancang sebagai jalur distribusi batubara menuju PT IJAP di Desa Muara Maung. Dengan adanya jalur mandiri tersebut, angkutan batubara diharapkan tidak lagi melintasi jalan negara yang selama ini menjadi akses utama masyarakat di Merapi Barat dan Merapi Timur.

Konteks Nasional dan Kebijakan Daerah

Pembangunan jalan khusus tambang merupakan bagian dari kebijakan pengaturan lalu lintas angkutan hasil tambang yang terus didorong pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan selama beberapa tahun terakhir menaruh perhatian pada persoalan kemacetan dan potensi kecelakaan di jalur padat angkutan batubara.

Wilayah Merapi dikenal sebagai salah satu kawasan dengan aktivitas pertambangan cukup tinggi di Kabupaten Lahat. Di sisi lain, jalan negara yang sama juga digunakan masyarakat untuk aktivitas harian, termasuk pelajar, pekerja, dan kendaraan logistik umum. Kondisi tersebut kerap memicu keluhan publik akibat antrean panjang kendaraan serta risiko kecelakaan lalu lintas.

Dengan diresmikannya jalan khusus PT LBA, pemerintah berharap terjadi pemisahan tegas antara jalur industri dan jalur publik. Kebijakan ini sejalan dengan prinsip keselamatan jalan (road safety) serta penguatan tata kelola transportasi pertambangan yang lebih tertib dan terkontrol.

Baca juga  Pemkab OKI Perkuat Disiplin ASN Lewat Absensi Online, Sekda: “Integritas adalah Fondasi Pelayanan Publik”

Data Utama dan Dampak bagi Wilayah Merapi

Secara teknis, jalur sepanjang 26,4 kilometer itu akan menjadi rute distribusi utama batubara dari wilayah tambang menuju fasilitas PT IJAP di Desa Muara Maung. Pembangunan jalan dilakukan secara bertahap dan dilengkapi fasilitas pendukung operasional.

Keberadaan jalur khusus ini diproyeksikan mengurangi intensitas truk batubara yang sebelumnya melintas di jalan umum. Selama ini, kemacetan kronis di Merapi Barat dan Merapi Timur menjadi sorotan warga, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Selain aspek kelancaran, pemisahan jalur juga diharapkan menekan angka kecelakaan lalu lintas. Aparat kepolisian mencatat, kepadatan kendaraan berat di jalan negara berpotensi meningkatkan risiko insiden, khususnya pada titik sempit dan persimpangan padat aktivitas warga.

Kutipan Resmi: Penekanan pada Keamanan dan Ketertiban

Dalam sambutannya, Gubernur Sumsel Herman Deru menekankan pentingnya aspek keamanan dan ketertiban dalam operasional jalan khusus tersebut.

“Pemerintah selalu memperhatikan kepentingan semua pihak, baik masyarakat maupun perusahaan, dalam proses pembuatan kebijakan. Dalam operasional jalan khusus pertambangan batubara ini, agar tetap dipasang rambu-rambu lalu lintas dan dibuatkan rest area agar ekonomi juga tumbuh,” ujar Herman Deru.

Ia kemudian secara simbolis membuka jalur tersebut dengan pernyataan resmi.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, jalan khusus pertambangan batubara yang digagas oleh PT Levi Bersaudara Abadi secara resmi kami buka.”

Sementara itu, Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto menyatakan bahwa kepolisian siap mengawal proses transisi penggunaan jalur dari jalan umum menuju jalan khusus.

Pihaknya, kata dia, akan terus melakukan pengawasan dan koordinasi lintas instansi guna memastikan operasional berjalan sesuai aturan yang berlaku serta tidak menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca juga  Pemkab Lahat Raih Apresiasi Gubernur Sumsel atas Komitmen Tingkatkan Kompetensi ASN

Prosesi dan Sinergi Forkopimda

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Lahat bersama Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, dan Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, turut mendampingi prosesi pengguntingan pita serta Flag Off atau pelepasan armada perdana.

Kehadiran unsur Forkopimda menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pihak perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang dinilai strategis bagi kelancaran aktivitas ekonomi sekaligus kenyamanan masyarakat.

Imbauan dan Harapan ke Depan

Pemerintah daerah dan aparat kepolisian mengimbau seluruh pihak, termasuk operator angkutan dan perusahaan, untuk mematuhi ketentuan operasional yang telah ditetapkan. Pemasangan rambu lalu lintas, pengaturan jam operasional, serta penyediaan fasilitas pendukung menjadi bagian penting dari sistem pengamanan jalur.

Masyarakat juga diharapkan ikut berperan aktif dengan melaporkan apabila ditemukan pelanggaran atau potensi gangguan di lapangan. Dengan pengawasan bersama, manfaat pembangunan jalan khusus ini dapat dirasakan secara maksimal.

Komitmen Keberimbangan dan Pengawasan

Pembangunan jalan khusus batubara PT LBA menjadi salah satu langkah konkret penataan transportasi tambang di Kabupaten Lahat. Meski demikian, efektivitasnya tetap bergantung pada konsistensi pelaksanaan dan pengawasan berkelanjutan.

cimutnews.co.id akan terus memantau perkembangan operasional jalur ini, termasuk dampaknya terhadap kelancaran lalu lintas dan keselamatan masyarakat. Prinsip keberimbangan dan asas praduga tak bersalah tetap menjadi landasan dalam menyajikan informasi kepada publik. (Antoni)