Beranda OKU Selatan Jalan Penghubung Buana Pemaca–Buay Pemaca Rusak Parah, Akses Warga Terancam Terisolasi

Jalan Penghubung Buana Pemaca–Buay Pemaca Rusak Parah, Akses Warga Terancam Terisolasi

36
0
1. Kondisi jalan rusak dan berlubang di ruas penghubung Desa Liman Sakti–Gemiung, OKU Selatan. (foto: timred/CN/)

OKU Selatan, cimutnews.co.id — Kondisi jalan akses utama yang menghubungkan Kecamatan Buana Pemaca dengan Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, kian memprihatinkan. Jalur vital yang menjadi urat nadi mobilitas warga Desa Liman Sakti dan Desa Gemiung itu rusak berat, berlubang, tergenang air, bahkan sebagian bahu jalan dilaporkan mengalami longsor.

Hasil penelusuran CimutNews.co.id di lapangan menunjukkan, kerusakan jalan tidak hanya terjadi di satu titik. Di Desa Liman Sakti, bahu jalan terlihat amblas akibat longsor, menyisakan badan jalan yang menyempit dan rawan dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Sementara di wilayah Desa Gemiung, kerusakan membentang sepanjang kurang lebih 40 meter dengan lubang besar yang terisi air, terutama saat musim hujan.

Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu. Jalan ini merupakan satu-satunya akses utama masyarakat untuk menuju fasilitas kesehatan, sekolah, pasar, serta pusat pemerintahan kecamatan. Saat hujan turun, kendaraan kerap terjebak, bahkan tak jarang warga harus bergotong royong mendorong kendaraan yang terperosok.

“Kami sangat berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini. Kalau hujan, kondisinya makin parah dan kami benar-benar kesulitan beraktivitas,” ujar seorang warga Desa Liman Sakti yang ditemui CimutNews.co.id, Senin (15/12/2025).

Menurut warga, kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama dan semakin memburuk dalam beberapa bulan terakhir seiring tingginya intensitas hujan. Genangan air menutupi lubang jalan, sehingga menyulitkan pengendara melihat titik-titik berbahaya.

Tak hanya soal kerusakan fisik jalan, warga juga mengeluhkan minimnya penerangan. Jalan penghubung antar kecamatan itu belum dilengkapi lampu jalan, sehingga sangat gelap dan rawan kecelakaan pada malam hari.

“Kami juga berharap ada lampu jalan. Kalau malam, gelap sekali. Sudah jalannya rusak, gelap pula. Sangat berbahaya,” tambah warga lainnya dari Desa Gemiung.

Baca juga  SPPG Batu Belang Jaya Resmi Diluncurkan, Perkuat Pemenuhan Gizi 2.500 Siswa di Muaradua

Hasil Klarifikasi dan Upaya Konfirmasi

Berdasarkan hasil klarifikasi CimutNews.co.id, pihak pemerintah setempat sebenarnya telah menerima laporan terkait kondisi jalan tersebut. Saat dikonfirmasi, perwakilan pemerintah desa menyebutkan bahwa kerusakan jalan telah beberapa kali disampaikan melalui musyawarah desa dan laporan ke tingkat kecamatan.

“Kami sudah sampaikan kondisi jalan ini karena memang aksesnya sangat penting bagi warga. Harapannya bisa segera mendapat penanganan,” ujar salah satu perangkat desa yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, CimutNews.co.id juga berupaya meminta klarifikasi kepada pihak Kecamatan Buana Pemaca dan Kecamatan Buay Pemaca. Dari keterangan yang diterima, pihak kecamatan mengakui kondisi jalan tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut konektivitas antar wilayah.

“Jalan ini memang jalur utama masyarakat. Kami sudah meneruskan laporan ke dinas terkait di tingkat kabupaten,” kata salah satu pejabat kecamatan saat dihubungi.

Hingga berita ini diturunkan, CimutNews.co.id masih menunggu penjelasan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten OKU Selatan terkait status jalan tersebut, termasuk rencana perbaikan dan penganggaran. Upaya konfirmasi terus dilakukan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan akurasi informasi.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Kerusakan jalan Buana Pemaca–Buay Pemaca tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap ekonomi warga. Hasil pertanian dan perkebunan warga menjadi sulit diangkut keluar desa. Biaya transportasi meningkat, sementara risiko kecelakaan juga semakin tinggi.

Akses ke fasilitas kesehatan menjadi persoalan krusial. Dalam kondisi darurat, keterlambatan akibat jalan rusak berpotensi membahayakan keselamatan warga. Begitu pula bagi pelajar yang setiap hari harus melintasi jalur tersebut untuk bersekolah.

Warga berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan, tidak hanya melakukan penimbunan sementara, tetapi perbaikan menyeluruh yang berkelanjutan. Selain itu, pemasangan lampu penerangan jalan dinilai mendesak untuk mengurangi risiko kecelakaan pada malam hari.

Baca juga  Hiburan Malam Diduga Langgar Maklumat, Aparat Diminta Perkuat Pengawasan di Desa Gajah Mati OKI

“Kami tidak menuntut yang berlebihan. Kami hanya ingin jalan ini layak dilewati, karena ini akses hidup kami,” ungkap seorang warga dengan nada penuh harap.

Sebagai jalur strategis penghubung antar kecamatan, kondisi jalan Buana Pemaca–Buay Pemaca seharusnya menjadi prioritas pembangunan infrastruktur. Warga kini menunggu langkah nyata pemerintah agar aktivitas sosial dan ekonomi mereka tidak terus terhambat. (Timred/CN)