Beranda Nasional Jembatan Krueng Tingkeum di Bireuen Kembali Tersambung, Akses Banda Aceh–Medan Pulih Setelah...

Jembatan Krueng Tingkeum di Bireuen Kembali Tersambung, Akses Banda Aceh–Medan Pulih Setelah Sebulan Lumpuh

39
0
Kondisi Jembatan Krueng Tingkeum saat proses pembangunan jembatan darurat tipe bailey. (Foto: timred/CN)

Jakarta, cimutnews.co.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akhirnya merampungkan salah satu pekerjaan pemulihan infrastruktur paling vital pascabencana di Aceh. Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen—yang sempat putus total akibat banjir bandang pada akhir November 2025—kini kembali dapat dilalui setelah jembatan darurat resmi difungsikan.

Jembatan darurat tersebut menggantikan jembatan lama yang hancur diterjang arus banjir. Kehadirannya menjadi kabar baik bagi warga setelah hampir satu bulan akses di ruas Jalan Nasional Banda Aceh–Medan lumpuh dan membuat aktivitas sosial-ekonomi terganggu.

Pemulihan Cepat Pascabencana, Jembatan Bailey 66 Meter Difungsikan

Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh terus mengebut perbaikan infrastruktur yang terdampak banjir dan tanah longsor. Salah satu hasil terpenting adalah difungsikannya jembatan darurat tipe bailey sepanjang 66 meter pada Sabtu, 27 Desember 2025.

Jembatan ini dinyatakan aman untuk dilalui kendaraan dengan batas maksimal beban 30 ton.

Keberadaan jembatan ini sangat penting mengingat Jembatan Krueng Tingkeum merupakan salah satu elemen utama konektivitas di Bireuen. Selain menjadi jalur harian warga, jembatan tersebut juga menjadi simpul logistik di ruas nasional Aceh yang menghubungkan Banda Aceh dan Medan.

Dengan normalnya kembali jembatan ini, arus transportasi yang sempat lumpuh kini kembali bergerak. Aktivitas masyarakat pun perlahan pulih seperti sediakala.

Kerja Kolaboratif Pemerintah, BUMN, dan Kontraktor Lokal

Pembangunan jembatan darurat Krueng Tingkeum melibatkan kolaborasi banyak pihak. Direktorat Jenderal Bina Marga serta BPJN Aceh memberikan pendampingan teknis penuh sepanjang proses perbaikan.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk ditunjuk sebagai pelaksana utama, dengan dukungan PT Krueng Meuh dan sejumlah kontraktor lokal. Peran pemerintah daerah juga sangat signifikan dalam mengawal dan memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai kebutuhan darurat di lapangan.

Baca juga  Pemkab OKI Perkuat Disiplin ASN Lewat Absensi Online, Sekda: “Integritas adalah Fondasi Pelayanan Publik”

Bupati Bireuen, Mukhlis, yang meninjau langsung lokasi pembangunan, menyampaikan apresiasi atas kerja cepat semua pihak.

“Alhamdulillah, kami meninjau jembatan Krueng Tingkeum. Mudah-mudahan para pengguna jalan nantinya tidak lagi mengalami kendala dan kemacetan seperti sebelumnya,” ujar Bupati Mukhlis.

Dampak Bencana: 38 Ruas Jalan dan 16 Jembatan Rusak

Banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh pada akhir November 2025 termasuk salah satu bencana dengan dampak besar terhadap infrastruktur. Berdasarkan data Kementerian PU per 17 Desember 2025:

  • 38 ruas jalan nasional terdampak,
  • 16 jembatan mengalami kerusakan signifikan,
  • beberapa titik mengalami putus total dan tertutup material longsor.

BPJN Aceh mengerahkan ratusan alat berat untuk membuka jalur yang tertimbun material dan memperbaiki kerusakan di lintas timur, barat, dan tengah.

Selama akses utama terputus, masyarakat bersama pemerintah daerah berusaha mencari jalur alternatif, termasuk memanfaatkan jalan-jalan desa sebagai jalur tembus.

Bupati Mukhlis menjelaskan bahwa jalur desa sangat membantu mobilitas selama masa darurat.

“Kita terus bekerja sama sampai hari ini. Jalur-jalur desa banyak digunakan sebagai rute alternatif, dan tentunya kita ikut membantu memperlancar arus lalu lintas,” ujarnya.

Harapan Baru: Pembangunan Jembatan Permanen

Meski jembatan darurat kini sudah beroperasi, masyarakat Bireuen berharap pemerintah pusat dapat segera membangun jembatan permanen yang lebih kuat dan tahan terhadap bencana serupa di masa mendatang.

Bupati Mukhlis pun menegaskan bahwa jembatan permanen merupakan solusi jangka panjang yang sangat dibutuhkan.

“Harapan kita ke depan, mudah-mudahan PU pusat dapat segera membangun jembatan permanen. Kalau sudah dibangun jembatan baru, insyaAllah akses kembali lancar seperti dulu,” ujarnya.

Jembatan permanen dinilai penting mengingat peran vital jalur Banda Aceh–Medan sebagai jalur logistik dan transportasi utama di wilayah Aceh dan Sumatera.

Baca juga  Refleksi Akhir Tahun 2025: PGK Sumsel Mantapkan Konsolidasi dan Peran Kebangsaan

Akses Pulih, Ekonomi Mulai Bergerak

Dengan kembali beroperasinya Jembatan Krueng Tingkeum, Kementerian PU optimistis pemulihan ekonomi dan mobilitas masyarakat akan berjalan lebih cepat.

Arus logistik yang sebelumnya tertahan kini dapat kembali mengalir lancar. Perdagangan, distribusi kebutuhan pokok, dan aktivitas masyarakat mulai menggeliat kembali.

Pembukaan jembatan darurat ini juga memberikan rasa aman dan kepastian bagi pelaku transportasi barang maupun masyarakat yang mengandalkan jalur tersebut untuk aktivitas harian.

Penutup: Jembatan Krueng Tingkeum Jadi Simbol Kebangkitan Aceh

Pemulihan Jembatan Krueng Tingkeum bukan hanya menandai keberhasilan teknis pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi simbol bangkitnya konektivitas Aceh pascabencana.

Koordinasi cepat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, kontraktor, dan masyarakat membuktikan pentingnya kerja kolaboratif dalam menghadapi situasi darurat.

Dengan infrastruktur yang kembali tersambung, masyarakat Bireuen kini dapat menatap masa depan pemulihan dengan lebih optimistis. (Timred/CN)