
Banyuasin catat angka 8,48 persen, sinergi program pengentasan kemiskinan terus diperkuat
Palembang, cimutnews.co.id — Provinsi Sumatera Selatan mencatat capaian bersejarah dalam penurunan angka kemiskinan hingga menyentuh satu digit, yakni 9,85 persen. Keberhasilan ini diraih di bawah kepemimpinan Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru, SH., MH bersama Wakil Gubernur H. Cik Ujang, sekaligus menjadi penurunan terendah sepanjang sejarah provinsi tersebut.
Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Sinergi Program Pengentasan Kemiskinan se-Provinsi Sumatera Selatan yang berlangsung di Griya Agung, Palembang, Rabu (5/2/2026). Forum ini mempertemukan pemerintah provinsi dengan para bupati dan wali kota guna memperkuat kolaborasi kebijakan pengurangan kemiskinan di daerah.
Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH., MH turut menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tersebut. Ia menilai capaian satu digit merupakan hasil kerja bersama seluruh kepala daerah di Sumsel.
“Kami mengucapkan selamat atas capaian luar biasa ini dan siap membantu Gubernur serta Wakil Gubernur untuk mempertahankan hasil yang telah diraih,” ujar Askolani di sela kegiatan.
Secara khusus, Kabupaten Banyuasin juga mencatat tren positif dengan angka kemiskinan mencapai 8,48 persen pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan kontribusi nyata pemerintah kabupaten dalam mendukung target penurunan kemiskinan tingkat provinsi.
Gubernur Herman Deru menyampaikan terima kasih kepada Wakil Gubernur Cik Ujang serta seluruh bupati dan wali kota yang dinilai berperan besar dalam keberhasilan tersebut.
“Ini prestasi luar biasa bagi Sumsel sepanjang sejarah menurunkan kemiskinan. Inilah cita-cita saya sejak awal menjadi Gubernur. Terima kasih kepada bupati dan wali kota yang telah membantu kami melayani masyarakat Sumsel,” kata Herman Deru.
Selain penurunan kemiskinan, Sumatera Selatan juga mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,35 persen, tertinggi kedua secara nasional. Menurut Herman Deru, pertumbuhan ekonomi menjadi faktor penting dalam mempercepat pengurangan kemiskinan.
Ia menambahkan, terdapat dua pendekatan utama yang terus didorong pemerintah daerah, yakni memperkuat kemandirian ekonomi keluarga serta mengendalikan pola konsumsi melalui peningkatan pendapatan masyarakat.
“Saya ucapkan terima kasih kepada BPS pusat dan provinsi. Upaya yang kita lakukan akhirnya menghasilkan capaian yang memuaskan,” tutupnya.
Ke depan, sinergi lintas pemerintah daerah di Sumatera Selatan diharapkan terus berlanjut agar tren positif penurunan kemiskinan dapat dipertahankan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata di seluruh wilayah. (Poerba)













