Beranda Nasional Ketum FABEM Serukan Solidaritas Pemuda ASEAN, Dorong Stabilitas Kawasan di Tengah Geopolitik...

Ketum FABEM Serukan Solidaritas Pemuda ASEAN, Dorong Stabilitas Kawasan di Tengah Geopolitik Global

20
0
Ketua Umum FABEM saat menghadiri forum silaturahmi bersama pimpinan organisasi kepemudaan ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia.(Foto: Timred/CN)

Kuala Lumpur, cimutnews.co.id – Ketua Umum Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) menyerukan pentingnya solidaritas pemuda di kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dalam menjaga stabilitas politik regional. Ajakan ini disampaikan dalam forum silaturahmi bersama pimpinan organisasi kepemudaan ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (23/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Ketum FABEM menegaskan bahwa peran pemuda tidak bisa dipandang sebelah mata di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang. Menurutnya, stabilitas kawasan ASEAN menjadi faktor krusial dalam menjaga keseimbangan politik dan ekonomi di tingkat regional maupun internasional.

“ASEAN harus tetap solid. Pemuda tidak boleh terpecah oleh kepentingan jangka pendek. Kita harus menjadi benteng moral dan intelektual kawasan,” ujarnya dalam forum tersebut.

Secara global, situasi geopolitik saat ini menunjukkan adanya peningkatan tensi di berbagai kawasan dunia. Persaingan antarnegara besar dalam bidang ekonomi, teknologi, hingga militer turut berdampak pada kawasan Asia Tenggara. Dalam konteks ini, ASEAN dinilai memiliki posisi strategis sebagai kawasan yang relatif stabil dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Kebijakan kerja sama regional yang selama ini dibangun ASEAN menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas tersebut. Prinsip non-intervensi, dialog, serta kerja sama multilateral menjadi kekuatan utama ASEAN dalam menghadapi tekanan global. Namun demikian, tantangan ke depan dinilai semakin kompleks, sehingga diperlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.

Di tingkat kawasan, pemuda ASEAN memiliki potensi besar sebagai agen perubahan. Dengan jumlah populasi usia muda yang signifikan, mereka dinilai mampu menjadi motor penggerak dalam memperkuat kerja sama lintas negara. Forum-forum kepemudaan pun menjadi ruang strategis untuk membangun komunikasi, memperluas jaringan, serta memperkuat pemahaman antarbudaya.

Baca juga  Revitalisasi Kawasan Transmigrasi Diperkuat, Ogan Ilir Terima 11 Toilet Sekolah dari Program Nasional 2025

Ketum FABEM menilai bahwa ketidakstabilan politik di kawasan dapat membuka peluang bagi pihak eksternal untuk melakukan intervensi. Intervensi tersebut, menurutnya, bisa berupa tekanan ekonomi, pengaruh politik, hingga potensi kepentingan strategis lainnya.

“Jika kawasan ini tidak solid, maka akan ada celah bagi pihak luar untuk masuk dan memengaruhi arah kebijakan regional. Ini yang harus kita antisipasi bersama,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa organisasi kepemudaan di ASEAN harus mengambil peran lebih aktif dalam menjaga stabilitas kawasan. Tidak hanya melalui diskursus intelektual, tetapi juga melalui aksi nyata yang berdampak langsung pada masyarakat.

Menurutnya, pemuda memiliki posisi strategis dalam membangun dialog lintas negara, memperkuat kolaborasi ekonomi, serta mendorong terciptanya perdamaian. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antarorganisasi kepemudaan di seluruh negara anggota ASEAN.

“Pemuda ASEAN harus menjadi garda terdepan dalam menjaga perdamaian regional. Stabilitas kawasan adalah fondasi bagi kemajuan bersama dan kontribusi nyata bagi perdamaian dunia,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia mendorong agar forum-forum kepemudaan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menghasilkan program konkret yang berkelanjutan. Kolaborasi lintas negara dinilai penting untuk memperkuat ketahanan kawasan, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun politik.

Selain itu, penguatan literasi geopolitik di kalangan pemuda juga menjadi perhatian. Dengan pemahaman yang baik terhadap dinamika global, pemuda diharapkan mampu mengambil peran yang lebih strategis dalam menghadapi tantangan masa depan.

FABEM juga mengimbau seluruh pemuda ASEAN untuk menjaga persatuan dan menghindari polarisasi yang dapat melemahkan kekuatan kawasan. Perbedaan latar belakang budaya, bahasa, dan sistem politik seharusnya menjadi kekayaan yang memperkuat, bukan justru memecah belah.

Dalam konteks ini, peran pendidikan, organisasi, serta media dinilai penting dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya persatuan regional. Pemuda diharapkan mampu menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai kepentingan demi terciptanya stabilitas yang berkelanjutan.

Baca juga  Wakil Ketua DPRD Sumsel H. Nopianto Ajak Masyarakat Sambut Tahun 2026 dengan Optimisme dan Semangat Baru

Sebagai penutup, Ketum FABEM menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi antar pemuda ASEAN. Melalui berbagai forum dan program strategis, FABEM berupaya menjadi bagian dari upaya memperkuat solidaritas kawasan.

Dengan tetap mengedepankan prinsip keberimbangan, dialog, serta menghormati kedaulatan masing-masing negara, diharapkan ASEAN mampu mempertahankan stabilitasnya di tengah dinamika global. Peran pemuda sebagai agen perubahan menjadi kunci penting dalam menjaga masa depan kawasan yang damai, inklusif, dan berkelanjutan. (Timred/CN)

Sumber: Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM)