
OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id – Korban tenggelam speedboat OKI bernama Iwan (35) akhirnya ditemukan Tim SAR Gabungan pada Senin (23/3/2026) pukul 10.30 WIB di Desa Sejangko, Ogan Ilir, setelah pencarian selama tiga hari sejak kecelakaan di Sungai Komering, Kecamatan Pedamaran. Korban ditemukan sejauh 33 kilometer dari lokasi awal kejadian dan langsung dievakuasi ke RSUD Kayuagung.
Tim SAR Gabungan yang menerima informasi penemuan korban langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi. Proses ini melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI/Polri, BPBD, serta relawan dan masyarakat setempat.
Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 11.45 WIB dan segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Kayuagung untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Penemuan Korban Tenggelam Speedboat OKI
Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, menjelaskan bahwa operasi pencarian berlangsung intensif selama tiga hari hingga akhirnya membuahkan hasil. “Sekitar pukul 11.45 korban berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Kayuagung guna dilakukan proses lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, lokasi penemuan korban berada di Desa Sejangko, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir, dengan jarak sekitar 33 kilometer dari titik awal kecelakaan di Sungai Komering.
Operasi SAR Resmi Ditutup
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan ditutup dan seluruh tim dikembalikan ke satuan masing-masing. Raymond juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, baik dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI/Polri, BPBD, relawan, maupun masyarakat yang telah membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” katanya.
Berdasarkan kronologi, kecelakaan speedboat terjadi pada Sabtu (21/3/2026) di perairan Desa Sukaraja, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Insiden tersebut menyebabkan Iwan dilaporkan tenggelam dan memicu operasi pencarian besar-besaran.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat, mengingat tingginya aktivitas transportasi air di wilayah Sungai Komering yang masih menjadi jalur utama warga.
Raymond juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan guna mencegah kejadian serupa. “Kami mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas, serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Ke depan, diharapkan kesadaran keselamatan transportasi air semakin meningkat, termasuk penggunaan alat keselamatan standar guna meminimalisir risiko kecelakaan di perairan. (Asep)


















