Home Nasional Korlantas Polri Siap Gelar Operasi Zebra 2025: Ini Jenis Pelanggaran yang Jadi...

Korlantas Polri Siap Gelar Operasi Zebra 2025: Ini Jenis Pelanggaran yang Jadi Sasaran Penindakan

45
0
Petugas Korlantas Polri memantau pantauan lalu lintas melalui ETLE statis di pusat komando.(Foto: Polda Babel/Timred/CN)

Jakarta, cimutnews.co.id — Korlantas Polri memastikan akan menggelar Operasi Zebra 2025 secara serentak di seluruh Indonesia mulai Senin, 17 November hingga 30 November 2025. Operasi ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan lancar, terutama menjelang masa libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Melalui akun Instagram resmi @tmcpoldametro, Polri menegaskan bahwa Operasi Zebra tahun ini dilakukan dengan kombinasi penindakan berbasis Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) baik statis maupun mobile, serta peningkatan edukasi dan pembinaan kepada para pengendara.

“Operasi Zebra bukan semata penegakan hukum, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar tertib dan selamat di jalan raya,” tulis @tmcpoldametro dalam unggahan resminya, dikutip Minggu (16/11/2025).

Fokus Operasi Zebra 2025: Edukasi, Pencegahan, dan Penindakan Terukur

Korlantas Polri menargetkan beberapa jenis pelanggaran yang dinilai berisiko tinggi memicu kecelakaan lalu lintas. Sasaran operasi diarahkan pada:

  • Penggunaan ponsel saat berkendara
  • Pengendara di bawah umur
  • Tidak menggunakan helm SNI atau sabuk pengaman
  • Berkendara dalam kondisi pengaruh alkohol
  • STNK tidak lengkap atau tidak berlaku
  • Pelat nomor yang tidak sesuai spesifikasi teknis
  • Aksi balap liar yang kini menjadi perhatian khusus

Polri menilai berbagai pelanggaran tersebut berkontribusi besar terhadap meningkatnya kasus kecelakaan di sejumlah wilayah. Karena itu, pendekatan yang dilakukan bukan hanya represif, tetapi juga persuasif dan edukatif.

Operasi Zebra 2025 diharapkan mampu menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan disiplin masyarakat dalam berkendara.

Tiga Alasan Utama Operasi Digelar

Dalam keterangan resmi yang disampaikan Aries, salah satu pejabat Korlantas Polri, Operasi Zebra 2025 digelar berdasarkan tiga pertimbangan penting:

  1. Persiapan menuju Operasi Lilin sebagai pengamanan besar akhir tahun.
  2. Analisis Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) selama tiga bulan terakhir yang menunjukkan tren pelanggaran tertentu.
  3. Fenomena yang berkembang di masyarakat, termasuk meningkatnya aktivitas balap liar dan pelanggaran lalu lintas lainnya di berbagai daerah.
Baca juga  Kisah Inspiratif Mohammad Natsir Diangkat ke Layar Lebar

Aries menegaskan bahwa penindakan dalam operasi ini akan tetap terukur dan mengedepankan edukasi. Ia menyebut bahwa penilaian kinerja kepolisian tidak hanya berdasarkan jumlah kasus, tetapi juga efektivitas penanganan yang disesuaikan dengan jumlah penduduk dan kendaraan di masing-masing wilayah.

“Kita tidak lagi menghitung dari jumlah kejadian saja, tapi melihat perbandingan dengan jumlah penduduk dan jumlah kendaraan. Jadi tidak selalu Polda besar yang paling tinggi tingkat pelanggarannya,” jelasnya.

Dampak Positif Operasi Patuh, Kini Diperkuat di Operasi Zebra

Aries juga mengungkapkan bahwa keberhasilan Operasi Patuh yang digelar sebelumnya menjadi salah satu landasan kuat untuk melanjutkan penindakan dalam Operasi Zebra. Salah satu fokus utama adalah penertiban kendaraan overload dan overdimension (ODOL), yang selama ini dinilai sangat berisiko dan memicu kecelakaan fatal.

Menurutnya, penindakan terhadap kendaraan ODOL pada Operasi Patuh lalu berhasil memberi dampak signifikan hingga menjadi pembahasan di tingkat kementerian. Bahkan, isu ODOL kini menjadi agenda lintas sektoral yang terus dibahas dan dikawal secara serius.

“Memiliki impact yang cukup banyak. Kemarin kita melaksanakan Operasi Patuh yang diarahkan ke kendaraan overload dan overdimension, dan itu dampaknya sampai ke kementerian. Sekarang bahkan jadi agenda lintas sektoral yang terus berjalan,” ujar Aries.

Hal ini menunjukkan bahwa operasi kepolisian bukan hanya sekadar upaya penegakan hukum, tetapi juga mendorong perubahan kebijakan yang lebih luas untuk meningkatkan keselamatan transportasi nasional.

Masyarakat Diimbau Tertib, Operasi Zebra Mengedepankan Keselamatan

Dengan dimulainya Operasi Zebra 2025, Polri mengajak masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas, melengkapi dokumen kendaraan, serta selalu berhati-hati saat berkendara.

Korlantas Polri menegaskan bahwa keamanan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, kepatuhan masyarakat menjadi faktor paling penting dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.

Baca juga  Pemerintah Perkuat Penertiban Kendaraan ODOL di Sumsel, Fokus Lindungi Infrastruktur dan Keselamatan Transportasi

Operasi Zebra diharapkan tidak hanya menekan angka pelanggaran, tetapi juga menciptakan budaya tertib berlalu lintas yang lebih baik di tengah masyarakat. (Timred/CN)