Beranda Ogan Komering Ilir Kunjungan Disdik Sumsel ke SMKIT Bina Bangsa: Dorong Penguatan Teaching Factory Berbasis...

Kunjungan Disdik Sumsel ke SMKIT Bina Bangsa: Dorong Penguatan Teaching Factory Berbasis Industri

507
0
Lisparida, S.T., M.T., Kasi Kurikulum SMK Disdik Sumsel saat meninjau ruang produksi TEFA SMKIT Bina Bangsa Kayuagung. (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

Kayuagung, cimutnews.co.id – SMKIT Bina Bangsa Kayuagung mendapatkan kunjungan kerja dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan melalui Kasi Kurikulum SMK, Lisparida, S.T., M.T., pada Kamis (13/11/2025). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka sosialisasi program Teaching Factory (TEFA) serta peninjauan langsung proses produksi lampu bohlam yang menjadi unggulan sekolah tersebut.

Lisparida berdialog dengan guru pembina TEFA mengenai proses produksi lampu bohlam. (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala SMKIT Bina Bangsa Kayuagung, Ahmad Bermawi, S.Pd., M.Pd., beserta jajaran guru dan siswa. Kegiatan berlangsung di kampus SMKIT Bina Bangsa yang beralamat di Jl. Letnan Darna Jambi, Kelurahan Paku, Sukadana, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Foto bersama Kepala SMKIT Bina Bangsa Kayuagung dan Disdik Sumsel usai agenda peninjauan TEFA. (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

TEFA Bina Bangsa Jadi yang Terdepan di Sumsel

Dalam wawancara eksklusif bersama cimutnews.co.id, Lisparida menjelaskan bahwa program TEFA merupakan kebijakan strategis Kementerian Pendidikan yang mendorong setiap SMK memiliki unit produksi berbasis industri. Di Sumatera Selatan, terdapat 523 SMK negeri dan swasta, tetapi hanya sebagian kecil yang telah berhasil membangun pabrik pembelajaran secara mandiri.

Teaching Factory SMK Bina Bangsa ini termasuk salah satu yang paling siap, karena sudah memproduksi, merakit, dan memasarkan produk bohlam atau lampu bola secara kontinu. Ini menjadi kebanggaan bagi kita di Sumatera Selatan, karena masih sedikit SMK yang benar-benar menjalankan TEFA secara nyata,” ujar Lisparida.

Menurutnya, keberadaan TEFA tidak hanya melatih siswa dalam keterampilan teknis, tetapi juga membangun pola pikir kewirausahaan, manajemen produksi, hingga pemasaran. Dengan demikian, lulusan SMK tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha sendiri.

Dukungan Disdik untuk Pengembangan Industri Sekolah

Lisparida menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel akan terus mendorong penguatan TEFA sebagai salah satu indikator mutu SMK. Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari monitoring untuk memastikan program berjalan sesuai standar industri.

Baca juga  Peringatan Nuzulul Qur'an Malam Ke 19 Ramadhan Bersama Ustadz H. Windo Putra Wijaya, Lc., M.A di Masjid Agung Sholihin Kayuagung OKI

Kita ingin memastikan bahwa Teaching Factory bukan sekadar konsep di atas kertas, tetapi benar-benar hadir dalam bentuk produk nyata seperti yang sudah dilakukan SMK Bina Bangsa. Mereka sudah sangat maju dan layak menjadi rujukan bagi sekolah lain,” tambahnya.

Selain produksi lampu bohlam, TEFA diharapkan berkembang ke sektor lainnya, seperti teknik elektronika, pengelasan, hingga otomotif, sesuai dengan kompetensi keahlian yang dimiliki sekolah.

Kepala Sekolah: Kunjungan Ini Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Motivasi

Sementara itu, Kepala SMKIT Bina Bangsa Kayuagung, Ahmad Bermawi, menyampaikan bahwa kunjungan dan perhatian dari Disdik Sumsel menjadi motivasi besar bagi sekolah, guru, dan siswa.

Dengan kita dikunjungi langsung oleh pejabat pendidikan provinsi, tentu ini menambah rasa percaya diri bahwa apa yang kami kerjakan selama ini sudah berada di jalur yang tepat. Kami bangga bisa menunjukkan kualitas dan kesiapan TEFA kami,” ujarnya.

Bermawi juga menyebutkan bahwa kehadiran TEFA sudah memberi dampak positif bagi siswa. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi lampu bohlam mulai dari perakitan, pengujian, pengepakan, hingga pemasaran.

Program ini membuat siswa mampu memahami standar industri dan membangun kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja saat ini.

TEFA Mendorong Kemandirian SMK

SmKIT Bina Bangsa kini menjadi salah satu sekolah yang paling aktif menjalankan produksi industri dalam lingkup pendidikan vokasi di OKI. Produk lampu bohlam yang diproduksi siswa bahkan telah dipasarkan ke beberapa wilayah dalam skala kecil maupun menengah.

“Dengan berjalan konsisten, TEFA juga dapat menjadi sumber pendapatan sekolah sekaligus meningkatkan kesejahteraan siswa melalui pola bagi hasil,” jelas salah satu guru pembina TEFA.

Baca juga  Semakin Mudah, Bisa Urus Adminduk di Disdukcapil OKI Tanpa Turun dari Kendaraan

Program ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman nyata. Melalui TEFA, siswa dituntut untuk mampu beradaptasi, bekerja sama, dan memahami alur bisnis industri.

Harapan untuk Masa Depan Pendidikan Vokasi di OKI

Kunjungan Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel diharapkan menjadi momentum memperkuat kualitas pendidikan vokasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Bina Bangsa Kayuagung siap menjadi model bagi pengembangan SMK berbasis industri di daerah.

Kami berharap dukungan terus mengalir agar TEFA semakin berkembang dan menjadi kebanggaan OKI dan Sumsel,” tutup Kepala Sekolah. (Asep)