Beranda Lahat Lahat Tuan Rumah Deklarasi Indonesia Bersinar, Negara Hadir Sampai Desa Perangi Narkoba

Lahat Tuan Rumah Deklarasi Indonesia Bersinar, Negara Hadir Sampai Desa Perangi Narkoba

30
0
1. Kepala BNN RI Komjen Pol. (Purn) Suyudi Aryoseto membuka Deklarasi Indonesia Bersinar di Gedung Olahraga Kabupaten Lahat. (Foto : Antoni/cimutnews.co.id)

Lahat, cimutnews.co.id – Kabupaten Lahat mencatat sejarah penting dalam upaya nasional memerangi narkoba. Daerah ini dipercaya menjadi tuan rumah Deklarasi Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba) dengan mengusung tema “Negara Hadir Sampai Desa”. Kegiatan berskala nasional tersebut digelar di Gedung Olahraga Kabupaten Lahat dan dibuka langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Suyudi Aryoseto, serta dihadiri Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Deklarasi ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang, Bupati Lahat yang juga Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia Bursah Zarnubi, unsur DPR RI, para kepala daerah se-Indonesia baik secara langsung maupun virtual, serta ratusan kepala desa dari berbagai wilayah. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa perang melawan narkoba bukan hanya agenda institusi tertentu, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.

Narkoba Ancaman Nyata Hingga Desa

Dalam sambutannya, Bupati Lahat Bursah Zarnubi menegaskan bahwa bahaya narkoba kini tidak lagi terbatas di kawasan perkotaan. Menurutnya, peredaran narkotika telah merambah ke lingkungan rumah tangga, desa, bahkan dusun-dusun terpencil, sehingga menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa.

“Narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi menghancurkan masa depan sumber daya manusia Indonesia. Bangsa ini tidak akan menjadi inovatif, kreatif, dan maju apabila generasinya dirusak narkoba,” tegas Bursah.

Ia menambahkan, untuk menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045, negara harus memastikan generasi mudanya sehat, produktif, dan terbebas dari narkoba. Upaya pemberantasan narkoba, menurutnya, tidak boleh berhenti pada seremoni atau slogan semata, melainkan harus diwujudkan melalui langkah nyata dan berkelanjutan.

“Pembangunan dari desa dan pengentasan kemiskinan tidak akan berhasil apabila narkoba masih merajalela di tingkat akar rumput. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci,” ujarnya.

Baca juga  Diduga Ada Pungli dan Pemaksaan di Simpang Flyover Jakabaring, Warga Minta Pemkot dan Polisi Bertindak Tegas

Ajakan Bersatu dari Sumatera Selatan

Senada dengan Bupati Lahat, Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang menyampaikan bahwa kondisi peredaran narkoba saat ini sudah sangat memprihatinkan. Ia menyebut, narkoba telah masuk ke desa-desa dan menyasar generasi muda tanpa pandang bulu.

“Kita tidak boleh kalah dengan bandar narkoba. Pemerintah daerah, kepala desa, BPD, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga harus bersatu dan berani menyatakan sikap tegas menolak narkoba,” kata Cik Ujang.

Ia menegaskan, perlindungan terhadap anak dan generasi muda harus menjadi prioritas bersama. Menurutnya, tanpa keberanian melawan narkoba dari level paling bawah, bangsa ini akan kehilangan generasi penerus yang berkualitas.

Desa sebagai Benteng Terakhir

Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI menekankan pentingnya menghadirkan aktivitas-aktivitas positif di desa sebagai langkah pencegahan. Ia menilai desa memiliki peran strategis sebagai benteng terakhir dalam melindungi generasi bangsa dari narkoba dan praktik negatif lainnya, termasuk judi online.

“Kita jawab tantangan narkoba dengan kegiatan positif. Desa wisata, desa ekspor, desa pertanian, desa perikanan, semua itu bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga benteng sosial,” ujarnya.

Menurutnya, ketika desa mampu menyediakan ruang kreativitas, lapangan kerja, dan harapan masa depan, maka masyarakat—khususnya generasi muda—akan memiliki alasan kuat untuk menjauhi narkoba.

Negara Hadir dari Unit Terkecil

Kepala BNN RI Komjen Pol. (Purn) Suyudi Aryoseto menegaskan bahwa Deklarasi Indonesia Bersinar di Kabupaten Lahat merupakan momentum bersejarah. Ia menyebut, Lahat akan menjadi salah satu titik awal penguatan penanganan narkoba berbasis desa di Indonesia.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata hadirnya negara atau state presence dalam membangun pertahanan nasional dari unit terkecil, yaitu keluarga dan desa,” kata Suyudi.

Baca juga  Gubernur Herman Deru Tinjau Jalan Rusak Sekayu–Lubuk Linggau, Tegaskan ODOL Jadi Penyebab Utama

Ia juga mengungkapkan bahwa Provinsi Sumatera Selatan termasuk wilayah dengan tingkat penyalahgunaan narkotika yang relatif tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran kolektif agar masyarakat tidak bersikap apatis terhadap ancaman narkoba.

Menurut Suyudi, perang melawan narkoba harus dilakukan secara tegas terhadap bandar dan jaringan pengedar. Namun, bagi korban penyalahgunaan narkotika, pendekatan kemanusiaan tetap harus dikedepankan melalui rehabilitasi dan pendampingan.

“Bandar harus ditindak tegas, tetapi korban harus kita selamatkan. Mereka adalah anak bangsa yang masih bisa dipulihkan,” tegasnya.

Sinergi Menuju Indonesia Bersih Narkoba

Deklarasi Indonesia Bersinar di Kabupaten Lahat diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat desa. Melalui kolaborasi yang solid, upaya Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) diharapkan semakin efektif dan menyentuh hingga ke tingkat paling bawah.

Dengan tema “Negara Hadir Sampai Desa”, kegiatan ini membawa pesan kuat bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, melainkan gerakan bersama seluruh elemen bangsa. Dari keluarga, desa, hingga negara, semua memiliki peran penting untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (Antoni)