Beranda OKU Langkah Antisipatif Hadapi Cuaca Ekstrem, SMKN 3 OKU Pulangkan Siswa Lebih Awal

Langkah Antisipatif Hadapi Cuaca Ekstrem, SMKN 3 OKU Pulangkan Siswa Lebih Awal

84
0
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, mengambil langkah cepat dalam menghadapi potensi bencana dengan memulangkan para siswa lebih awal pada Kamis sore, 31 Juli 2025.

BATURAJA, cimutnews.co.id – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, mengambil langkah cepat dalam menghadapi potensi bencana dengan memulangkan para siswa lebih awal pada Kamis sore, 31 Juli 2025.

Biasanya kegiatan belajar-mengajar di sekolah tersebut berlangsung hingga pukul 16.30 WIB. Namun, sebagai bentuk kewaspadaan terhadap memburuknya cuaca dan meningkatnya debit air Sungai Ogan, para siswa dipulangkan pada pukul 15.45 WIB.

Kepala SMKN 3 OKU, Berkat Hanapi, S.Pd., menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan menerima informasi cuaca terkini.

“Sehubungan dengan kondisi cuaca yang mendung disertai meningkatnya debit air Sungai Ogan, serta berdasarkan informasi dari instansi terkait, kami memutuskan untuk memulangkan siswa lebih awal demi keselamatan mereka,” ungkap Berkat Hanapi.

Langkah cepat ini disambut positif oleh para wali murid. Banyak dari mereka yang sudah berada di sekolah saat kebijakan tersebut diumumkan, dan mengapresiasi kepedulian pihak sekolah terhadap keselamatan anak-anak.

“Keputusan ini sangat tepat. Anak saya bisa pulang lebih awal dan membantu kami di rumah kalau memang air terus naik,” ujar salah satu wali murid siswa kelas X.

Sebagian besar siswa tinggal di daerah yang berdekatan dengan bantaran Sungai Ogan, kawasan yang rawan banjir saat intensitas hujan meningkat. Sejak pagi hari, sejumlah wilayah permukiman telah mengalami genangan air ringan.

Pihak sekolah memastikan seluruh siswa pulang secara tertib dan selamat. Guru serta staf turut mengarahkan dan mendampingi mereka keluar dari lingkungan sekolah dengan aman.

“Kami ingin menanamkan nilai kesiapsiagaan kepada siswa. Ini juga menjadi bagian dari edukasi tanggap bencana sejak dini,” tambah Berkat Hanapi.

Untuk memastikan informasi menyebar dengan cepat, pihak sekolah mengaktifkan jalur komunikasi darurat melalui grup WhatsApp kelas dan platform internal lainnya.

Baca juga  3.068 PPPK Paruh Waktu di OKU Resmi Dikukuhkan, Bupati Teddy: “Jalankan Amanah dengan Dedikasi dan Keikhlasan”

Sementara itu, sejumlah siswa mengaku senang bisa pulang lebih awal, meski mereka juga menyadari kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

“Saya tadi lihat di jalan udah banyak air. Mendingan pulang cepat daripada nanti susah pulang,” kata salah satu siswa kelas XI.

Pihak sekolah juga menyatakan bahwa ini bukan kali pertama mereka menerapkan kebijakan serupa. Evaluasi sistem peringatan dini dan protokol tanggap darurat akan terus dilakukan agar lebih siap menghadapi situasi serupa di masa mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, debit air Sungai Ogan masih terus naik perlahan, sementara langit di wilayah Baturaja tampak mendung tebal meski hujan belum turun dengan intensitas tinggi.

Berkat Hanapi menegaskan, keselamatan siswa adalah prioritas utama dan keputusan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral serta profesional sekolah.

“Kami tidak ingin mengambil risiko. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” tutupnya.

Penulis : Agus

Editor: redaksi cimutnews.co.id