Beranda Palembang Literasi Media Sehat KPID Sumsel di SMPN 35 Palembang Dorong Siswa Bijak...

Literasi Media Sehat KPID Sumsel di SMPN 35 Palembang Dorong Siswa Bijak Digital

6
0
2. Pemaparan materi Digital Zen oleh Diskominfo Sumsel kepada pelajar dalam edukasi konsumsi media sehat.(Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Program literasi media sehat KPID Sumsel kembali digelar dengan menyasar pelajar tingkat SMP. Kegiatan ini berlangsung di SMP Negeri 35 Palembang, Kamis (9/4/2026), sebagai upaya memperkuat kesadaran generasi muda dalam memilah informasi di era digital.

Kegiatan tersebut menjadi penting di tengah meningkatnya konsumsi media digital oleh remaja, yang kerap dihadapkan pada arus informasi tanpa filter. Literasi media dinilai sebagai fondasi utama agar siswa mampu membedakan konten berkualitas dan informasi yang berpotensi menyesatkan.

1. Suasana kegiatan literasi media KPID Sumsel di SMP Negeri 35 Palembang yang diikuti siswa dan guru. (Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

Literasi Media Jadi Prioritas di Tengah Banjir Informasi

KPID Sumsel Tekankan Peran Generasi Muda

Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Sumsel, Novarizal, menegaskan bahwa literasi media merupakan langkah strategis dalam membangun generasi yang kritis terhadap informasi.

Menurut pihak KPID Sumsel, pelajar saat ini tidak hanya menjadi konsumen media, tetapi juga berpotensi sebagai produsen konten. Karena itu, pemahaman tentang etika dan kualitas informasi menjadi krusial.

Sementara itu, Wakil Kepala SMP Negeri 35 Palembang bidang kurikulum, Sri Martini, menyatakan pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap siswa tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Kolaborasi KPID dan Diskominfo Perkuat Literasi Digital

Pemerintah Dorong Edukasi Berkelanjutan

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Diskominfo Sumsel, Septriandi Setia Permana, yang mewakili Kepala Dinas Kominfo Sumsel.

Berdasarkan keterangan pihak Diskominfo Sumsel, literasi digital dan literasi media kini menjadi kebutuhan mendesak, seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Beberapa poin penting yang disampaikan kepada siswa antara lain:

  • Pentingnya verifikasi informasi sebelum dibagikan
  • Memilih tayangan yang edukatif dan tidak merusak nilai sosial
  • Menghindari konsumsi konten berlebihan

Edukasi Tayangan Sehat dan Konsep Digital Zen

Baca juga  Warga Geger, Temukan Sesosok Mayat Mr X Ngambang di Bawah Jembatan Ampera

Siswa Diajarkan Menyaring Konten

Wakil Ketua KPID Sumsel, Hasandri Agustiawan, memberikan materi mengenai ciri-ciri tayangan yang layak dikonsumsi. Ia juga mencontohkan program siaran yang mengandung nilai edukasi dan manfaat sosial.

Selain itu, Nani Dwiyanti dari Diskominfo Sumsel memaparkan fenomena information overload atau banjir informasi yang kerap dialami generasi muda.

Ia memperkenalkan konsep Digital Zen, yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari:

  • Menghapus konten toxic
  • Menjaga ruang digital dengan konten positif
  • Menggunakan mode fokus saat belajar

Dampak Nyata Literasi Media bagi Pelajar

Mencegah Disinformasi dan Gangguan Mental

Literasi media tidak hanya berdampak pada kemampuan akademik, tetapi juga kesehatan mental siswa. Konsumsi informasi yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan kecemasan hingga misinformasi.

Data nasional menunjukkan tren peningkatan penggunaan internet di kalangan remaja Indonesia, dengan rata-rata durasi penggunaan mencapai lebih dari 6 jam per hari. Kondisi ini meningkatkan risiko paparan konten negatif.

Dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, kasus penyebaran hoaks di kalangan pelajar juga menunjukkan tren meningkat, terutama melalui media sosial dan aplikasi pesan instan.

Literasi Media Jadi Benteng di Era Digital

Literasi media sehat KPID Sumsel mencerminkan pendekatan preventif yang semakin relevan di tengah derasnya arus digitalisasi. Tanpa edukasi yang memadai, generasi muda berisiko menjadi korban disinformasi sekaligus penyebarnya.

Dalam jangka pendek, kegiatan seperti ini membantu siswa lebih selektif dalam mengonsumsi konten. Namun dalam jangka panjang, literasi media berpotensi membentuk ekosistem digital yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

Lebih jauh, pendekatan seperti Digital Zen menjadi insight penting. Alih-alih hanya membatasi penggunaan media, strategi ini menekankan kualitas konsumsi—sebuah pergeseran paradigma yang jarang disorot dalam program literasi konvensional.

Baca juga  Gubernur Herman Deru Hadiri Tasyakuran HUT ke-3 PTTUN Palembang: Momentum Evaluasi dan Penguatan Peradilan Modern

Dari Konsumen Pasif ke Pengguna Kritis

Fenomena yang muncul saat ini menunjukkan bahwa pelajar tidak lagi sekadar pengguna media, tetapi bagian dari ekosistem digital itu sendiri. Tanpa literasi, mereka rentan menjadi “amplifier” informasi yang belum tentu benar.

Program seperti yang dilakukan KPID Sumsel menjadi penting karena menyasar fase pembentukan karakter digital sejak dini. Ini menjadi pembeda dibanding pendekatan reaktif yang hanya menangani dampak setelah masalah terjadi.

Kegiatan literasi media sehat KPID Sumsel di SMP Negeri 35 Palembang menegaskan pentingnya edukasi digital bagi pelajar. Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan menyaring dan memahami konten menjadi kunci utama.

Upaya kolaboratif antara KPID, Diskominfo, dan sekolah diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here