
OKI, cimutnews.co.id — Karang Taruna Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) resmi memasuki babak baru kepemimpinan. Melalui Temu Karya Karang Taruna yang digelar di Ruang Rapat Bende Seguguk I, Rabu (26/11), M. Taufik terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Karang Taruna OKI periode 2025–2030.
Forum musyawarah tertinggi ini tidak hanya bertujuan menentukan ketua baru, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi, evaluasi, dan penyusunan arah gerak organisasi lima tahun ke depan. Suasananya berlangsung hangat, penuh kebersamaan, namun tetap mengedepankan dinamika demokratis khas organisasi kepemudaan.
Momentum Penguatan Peran Karang Taruna
Temu Karya tahun ini menjadi momen penting bagi Karang Taruna OKI yang diharapkan semakin memperkokoh posisinya sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Dengan berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks, organisasi kepemudaan dituntut hadir secara aktif dalam pemberdayaan masyarakat dan pemuda.
Wakil Bupati OKI, Supriyanto, yang turut hadir dan membuka kegiatan, menegaskan bahwa Karang Taruna memegang peran besar sebagai bagian dari jejaring sosial pemerintah dalam menangani isu kesejahteraan.
“Rekan-rekan Karang Taruna adalah perpanjangan tangan pemerintah. Kita menghadapi tantangan sosial di tengah defisit fiskal. Semoga Temu Karya melahirkan pemimpin yang berkomitmen untuk kemajuan Kabupaten OKI,” ujar Wabup.
Ia menambahkan bahwa kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan program adaptif, inovatif, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor, terutama dalam upaya pengentasan masalah sosial dan pemberdayaan kesejahteraan masyarakat.
Pentingnya Kerja Kolektif dan Sinergi
Sementara itu, Wakil Ketua Karang Taruna Sumatera Selatan, Kemas Umar Jayanegara, memberikan pesan kuat mengenai pentingnya kerja sama dalam organisasi. Menurutnya, Karang Taruna akan semakin kuat apabila dikelola dengan prinsip kolaboratif dan saling mendukung.
“Organisasi besar dibangun oleh super team, bukan superman. Kepengurusan baru harus menjaga komunikasi dan sinergi dengan pemerintah,” tegasnya.
Pesan ini menegaskan bahwa keberhasilan organisasi bukan hanya ditentukan oleh seorang ketua, melainkan oleh kekuatan kolektif seluruh kader di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.
Apresiasi Kepengurusan Sebelumnya
Ketua Karang Taruna OKI periode sebelumnya, Mauliddini, juga menyampaikan apresiasi terhadap proses regenerasi yang berjalan tertib dan penuh semangat kebersamaan. Ia menilai bahwa organisasi ini memiliki potensi besar untuk berkembang apabila konsolidasi dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami percaya kepengurusan baru akan menghadirkan kader yang lebih produktif, maju, dan kuat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi bentuk dukungan moral bagi kepengurusan baru, sekaligus menegaskan pentingnya kesinambungan program dari periode sebelumnya.
Visi Ketua Terpilih: Memperkuat Konsolidasi dan Aksi Sosial
Ketua terpilih, M. Taufik, menyampaikan bahwa amanah yang ia terima merupakan tanggung jawab besar bagi seluruh kader Karang Taruna di OKI. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi internal serta memperluas kerja sama dengan pemerintah dan berbagai pihak lainnya.
“Amanah ini adalah tanggung jawab bersama. Kami akan memperkuat konsolidasi internal dan meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah agar Karang Taruna semakin hadir dalam menyelesaikan persoalan sosial,” ungkapnya.
Taufik juga memaparkan fokus kerja kepengurusan 2025–2030 yang mengedepankan program adaptif dan berbasis pemberdayaan pemuda.
“Ke depan kami fokus menghadirkan program yang lebih adaptif dan memberdayakan pemuda OKI,” tegasnya.
Program yang dimaksud mencakup penguatan kapasitas pemuda, pengembangan ekonomi kreatif, kegiatan sosial yang berkelanjutan, hingga upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui berbagai inovasi sosial.
Harapan Baru untuk Karang Taruna OKI
Dengan terpilihnya M. Taufik secara aklamasi, Karang Taruna OKI kini memasuki fase baru kepemimpinan. Struktur organisasi yang lebih solid dan arah program yang semakin jelas diharapkan mampu menjawab tantangan sosial di Kabupaten OKI, termasuk isu kemiskinan, keterlibatan pemuda dalam pembangunan, serta penguatan peran Karang Taruna di tingkat desa dan kecamatan.
Temu Karya Karang Taruna 2025 ini sekaligus menjadi simbol harapan baru bagi para kader muda di OKI untuk berperan lebih aktif, lebih kreatif, dan lebih solutif dalam menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat. (Asep)













