
Ogan Komering Ilir, cimutnews.co.id — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) semester VI Institut Agama Islam (IAI) Nusantara Ash-Shiddiqiyah Ogan Komering Ilir (OKI) melaksanakan Magang II di sejumlah sekolah mitra sebagai lanjutan dari kegiatan Magang I yang berfokus pada observasi pembelajaran PAI. (12/11)

(Foto: Asep/cimutnews.co.id)
Kegiatan Magang II ini merupakan salah satu bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mencetak calon pendidik yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi di dunia pendidikan. Para mahasiswa disebar ke berbagai sekolah dasar dan menengah di wilayah Kabupaten OKI, mulai dari SDN 1 Tanjung Sari hingga SMPN 7 Lempuing.
Dalam wawancara dengan media cimutnews.co.id, perwakilan mahasiswa PAI menyampaikan bahwa program Magang II menjadi momentum penting untuk mengasah keterampilan mengajar dan memperkuat karakter sebagai calon guru.
Magang II: Sinergi Kampus dan Sekolah untuk Pendidikan Berkualitas
Salah satu mahasiswa peserta magang mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar praktik lapangan, melainkan wadah pembentukan profesionalitas dan pengabdian.
“Program Magang II ini menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mencetak calon pendidik profesional. Kehadiran kami di sekolah merupakan bentuk komitmen untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam pembelajaran agama Islam,” ujarnya kepada cimutnews.co.id.
Ia menambahkan, pengalaman langsung di ruang kelas memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana teori yang diperoleh di kampus dapat diterapkan secara nyata. Mahasiswa dituntut untuk tidak hanya memahami materi pelajaran, tetapi juga membangun komunikasi efektif, empati, serta mampu mengelola kelas dengan baik.
Sekolah Sebagai Laboratorium Pendidikan
Magang II juga menegaskan bahwa sekolah memiliki peran penting sebagai “laboratorium pendidikan” tempat mahasiswa belajar menjadi pendidik yang sesungguhnya.
Dalam pelaksanaan magang ini, para mahasiswa diterjunkan ke lebih dari 15 sekolah mitra yang tersebar di berbagai kecamatan, di antaranya:
SDN 1 Tanjung Sari, SDN 1 Sukapulih, SDN 1 Lubuk Makmur, SDN 2 Lubuk Makmur, SDN 1 Burnai Mulya, SDN 2 Lubuk Seberuk, SMPN 9 Mesuji Raya, SDN 1 Bumi Agung, SDN 2 Sukapulih, SMP IT Darul Falah Kemang Indah, SMPN 5 Mesuji Raya, SDN 1 Mesuji Raya, SMPN 7 Lempuing, SDN 2 Muara Burnai I, SDN 2 Sriguna, SDN 1 Pulau Gemantung, dan SDN 2 Tugu Mulyo.
Menurut dosen pembimbing, keterlibatan banyak sekolah mitra membuktikan adanya kepercayaan besar terhadap mahasiswa IAI Nusantara Ash-Shiddiqiyah. Sekolah-sekolah tersebut tidak hanya menjadi tempat praktik, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi akademik yang memperkuat reputasi institusi sebagai kampus yang berorientasi pada kualitas pendidikan dan pembentukan karakter calon guru.
Integrasi Teori dan Praktik: Bekal Jadi Guru Masa Depan
Dalam wawancara terpisah, salah satu dosen pembimbing menjelaskan bahwa Magang II merupakan sarana strategis bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori dengan praktik.
“Kegiatan ini menjadi jembatan penting antara dunia akademik dan dunia nyata pendidikan. Mahasiswa tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga belajar bagaimana menjadi teladan, menginspirasi, dan menumbuhkan semangat belajar siswa di era digital,” katanya.
Kegiatan Magang II juga melatih mahasiswa dalam perencanaan pembelajaran, penggunaan metode kreatif, serta penerapan literasi digital di ruang kelas. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan calon pendidik yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.
Semangat Kolaborasi dan Pengabdian
Selain memberikan pengalaman profesional, Magang II juga mempererat hubungan antara kampus, sekolah, dan masyarakat. Banyak sekolah mitra memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa yang membantu kegiatan keagamaan, bimbingan belajar, hingga penguatan karakter siswa.
“Kami berharap pengalaman Magang II ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan kami sebagai calon pendidik. Semoga kami dapat menjadi guru yang menginspirasi, membawa perubahan, dan berkontribusi nyata untuk kemajuan pendidikan,” ungkap salah satu mahasiswa dengan penuh semangat.
Kegiatan Magang II ini juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memahami realitas dunia pendidikan secara lebih luas—tentang tantangan, dinamika, dan tanggung jawab moral seorang guru dalam membentuk generasi penerus bangsa.
Makna di Balik Magang II
Magang II bukan hanya sebuah kewajiban akademik, tetapi perjalanan pembelajaran yang penuh makna. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar tentang tanggung jawab, empati, serta pentingnya menjunjung tinggi etika profesi guru.
“Kami percaya, melalui Magang II ini akan lahir pendidik-pendidik yang berkarakter, kreatif, dan berdaya saing, serta mampu membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan,” pungkas perwakilan mahasiswa.
Dengan semangat kolaborasi, komitmen, dan integritas, IAI Nusantara Ash-Shiddiqiyah terus meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga membentuk insan pendidik yang siap mengabdi untuk kemajuan umat dan bangsa. (Asep)

















