Home Ogan Komering Ilir Mayat Pria Mengapung di Sungai Komering, Korban Tenggelam Asal OKU Timur Ditemukan...

Mayat Pria Mengapung di Sungai Komering, Korban Tenggelam Asal OKU Timur Ditemukan di Teluk Gelam

48
0
Aparat kepolisian bersama BPBD mengevakuasi jenazah dari aliran Sungai Komering di Desa Serapek, Kecamatan Teluk Gelam. (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

OKI, cimutnews.co.id – Warga Desa Serapek, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dikejutkan oleh penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengapung di aliran Sungai Komering, Selasa (30/12/2025) sekira pukul 11.00 WIB. Temuan itu sontak mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian bergegas melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian.

Penemuan Mayat yang Menggegerkan Warga

Menurut keterangan resmi dari Unit Identifikasi Polres OKI, proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB. Petugas identifikasi bersama anggota Polsek Teluk Gelam dan tim BPBD OKU Timur langsung turun ke lokasi menggunakan perahu untuk mengevakuasi mayat yang ditemukan mengapung di tengah arus sungai.

“Setelah menerima laporan dari masyarakat, sekira pukul 12.00 WIB Unit Identifikasi bersama Polsek Teluk Gelam serta BPBD OKU Timur mengevakuasi mayat dari aliran Sungai Komering,” jelas Kanit Identifikasi Polres OKI, Ipda Benny Hidayat, didampingi Kasi Humas Iptu Hendi Yusrian.

Petugas kemudian membawa jenazah ke daratan untuk dilakukan pemeriksaan awal. Kondisi jenazah masih utuh dengan pakaian lengkap sehingga memungkinkan identifikasi secara cepat.

Identitas Korban Diketahui: Buruh Harian Lepas Asal Palembang

Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan keluarga, mayat tersebut diketahui bernama Herman (32), pria kelahiran Campang Tiga. Korban bekerja sebagai buruh harian lepas dan tercatat sebagai warga Jalan Panca Usaha, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I, Kota Palembang.

Keluarga korban yang dihubungi pihak kepolisian segera datang ke lokasi untuk memastikan identitas jenazah. Setelah melihat pakaian dan ciri-ciri tubuh, keluarga memastikan bahwa mayat tersebut memang Herman, yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat tenggelam.

“Setelah keluarga melihat dan mengenali jenazah dari pakaian yang dikenakan, jenazah kemudian dibawa oleh pihak keluarga,” ujar Ipda Benny.

Baca juga  Petani di OKI Terima Pembiayaan Replanting Kebun Sawit

Jenazah kemudian diserahkan kepada Abdul Fatah (52), seorang petani warga Desa Gunung Jati, Kecamatan Cempaka, OKU Timur, yang merupakan kakak ipar korban.

Kronologi Tenggelamnya Korban: Perahu Ketek Oleng Akibat Kelebihan Muatan

Berdasarkan keterangan keluarga, musibah yang menimpa Herman terjadi pada 28 Desember 2025, dua hari sebelum jenazah ditemukan. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB di aliran Sungai Komering, tepatnya di anak Sungai Seguci di wilayah Desa Gunung Jati, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur.

Saat itu, Herman menaiki perahu ketek bersama lima penumpang lainnya. Diduga perahu kelebihan muatan sehingga oleng ketika berada di tengah arus sungai.

“Korban menaiki perahu ketek bersama lima penumpang lainnya. Karena kelebihan muatan, perahu oleng sehingga tiga orang, termasuk korban, melompat ke sungai. Dua orang berhasil selamat, sementara korban hilang hanyut. Adapun tiga penumpang lainnya masih berada di dalam perahu ketek,” terang Ipda Benny.

Tim keluarga dan warga sekitar sempat melakukan pencarian selama dua hari, namun tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan mengapung di wilayah Teluk Gelam, yang berjarak cukup jauh dari lokasi awal korban jatuh.

Arus Sungai Komering yang Deras Diduga Menyebabkan Korban Terbawa Jauh

Sungai Komering, terutama di musim penghujan, memiliki arus yang cukup deras. Arus kuat inilah yang diduga membawa tubuh korban hanyut hingga beberapa kilometer dari lokasi awal kejadian di OKU Timur, lalu muncul di perairan Desa Serapek, Teluk Gelam, OKI.

Penemuan ini sekaligus mengakhiri pencarian korban yang dilakukan oleh keluarga bersama warga dan unsur pemerintah desa setempat.

Pihak Kepolisian Imbau Warga Lebih Waspada di Musim Hujan

Dengan adanya kejadian ini, Polres OKI mengimbau masyarakat yang beraktivitas di aliran Sungai Komering agar lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan, terutama saat menggunakan perahu.

Baca juga  Khataman Ratusan Santri, Cetak Generasi Qurani Sejak Dini

Kasi Humas Polres OKI, Iptu Hendi Yusrian, menekankan pentingnya memastikan kapasitas perahu tidak melebihi batas aman, serta menggunakan alat keselamatan seperti pelampung, terlebih di musim hujan ketika permukaan air meningkat dan arus menjadi lebih cepat.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas di sungai. Pastikan perahu tidak kelebihan muatan dan gunakan alat keselamatan untuk menghindari kejadian serupa,” ujarnya.

Dengan ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia, pihak keluarga kini dapat memakamkan almarhum sesuai adat dan keyakinan. Tragedi ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang beraktivitas di sungai untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca dan keselamatan, agar kejadian serupa tidak terulang. (Asep)